Leicester Imbang, Spurs Berpeluang Kudeta Puncak Klasemen

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Leicester Imbang, Spurs Berpeluang Kudeta Puncak Klasemen

Ada banyak hal yang membuat orang senang di hari ulang tahunnya. Buat Mauricio Pochettino, hasil imbang 2-2 Leicester City atas West Bromwich Albion, bisa jadi merupakan salah satu kado terbaiknya tahun ini.

Hasil imbang tersebut membuat Tottenham Hotsupur, kesebelasan yang dibesut Pochettino, hanya berjarak tiga poin dari pimpinan klasemen, Leicester City. Malam nanti waktu London, Spurs akan bertandang ke Upton Park, kandang West Ham. Andai Spurs menang dari West Ham malam nanti, mereka akan merebut pimpinan klasemen karena unggul selisih gol.

Saat ini, Tottenham tengah berada dalam performa yang baik, utamanya di liga. Harry Kane dan kolega mencatatkan enam kemenangan beruntun sejak 16 Januari 2016. Enam kemenangan tersebut termasuk kala mengandaskan Manchester City di Etihad Stadium pada 14 Februari 2016.

Spurs sejatinya mencatatkan hasil impresif saat pertandingan tandang. Mereka tak pernah terkalahkan dalam 12 pertandingan liga di kandang dengan rincian tujuh kemenangan dan lima kali seri. Dalam pertahanan, Tottenham pun mencatatkan diri sebagai kesebelasan yang paling sedikit kebobolan dengan 21 kali. Bahkan, hanya di tiga pertandingan di mana mereka kebobolan lebih dari satu gol.

Spurs pun dianggap bermain dengan begitu bertenaga. Hal ini terlihat dari jarak tempuh para pemain Spurs musim ini dengan 3126 km, atau yang tertinggi kedua di bawah AFC Bournemouth.

Pochettino memiliki masalah atas ketergantungannya terhadap sejumlah pemain, utamanya Harry Kane. Penggemar Spurs masih kurang begitu percaya dengan Pochettino yang menempatkan Son Heung-min dan Naer Chadli sebagai pengganti Kane. Kepercayaan Pochettino terhadap penyerang timnas Inggris tersebut memang besar. Kane adalah satu dari sedikit pemain yang jarang dirotasi.

Hal ini tentunya bukan tanpa alasan. Kane adalah ujung tombak Tottenham. Ia telah mencetak 16 gol dari 27 penampilannya musim ini. Gol tersebut berkontribusi dalam 33% total gol Spurs. Pasalnya, di peringkat kedua pencetak gol terbanyak adalah Dele Alli yang baru mencetak tujuh gol, atau kurang dari setengah gol yang dicetak Kane.

Selain Kane, ada nama Christian Eriksen. Pemain berkebangsaan Denmark tersebut memiliki andil dengan mengirimkan delapan assist dan mencetak lima gol, dari 22 pertandingan. Sementara itu, di lini belakang, nama Toby Alderweireld tidak tergantikan. Ia menjadi penyapu bola terbanyak di Spurs dengan rata-rata 7,7 kali per pertandingan.

Menurunkan para pemain utama bukannya tanpa risiko. Mereka bisa saja kelelahan sebelum menghadapi pertandingan super penting kala menghadapi Arsenal akhir pekan nanti.

Namun, Pochettino punya tantangan di depan mata. Pasalnya, West Ham tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan baik di liga maupun cup di Upton Park. The Hammers pun mencatatkan empat clean sheets dalam enam pertandingan kandang terakhir mereka di liga.

Kemenangan saat menghadapi West Ham akan menjadi modal penting buat Spurs sebelum menjamu Arsenal, Sabtu (5/3) mendatang; sekaligus menjadi kado sempurna buat Pochettino yang bukan tidak mungkin membawa Spurs menjadi juara untuk pertama kali sejak era Premier League.

foto: express.co.uk

Komentar