30 Juta Pounds yang Mulai Sepadan untuk Lamela

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

30 Juta Pounds yang Mulai Sepadan untuk Lamela

Pertandingan Tottenham melawan AS Monaco memang sudah tidak berpengaruh bagi Tottenham, karena Spurs sudah dipastikan lolos ke babak 32 besar. Tapi bagi Monaco yang berstatus sebagai tamu, butuh pulang dengan poin penuh agar mampu lolos ke fase knock out.

Namun meski tidak bermain dengan skuat penuh, Spurs berhasil menjungkalkan Monaco dengan skor cukup telak 4-1, berkat hattrick dari Erik Lamela dan gol Tom Carroll. Beberapa pemain Tottenham pun jadi pembicaraan, tak terkecuali Lamela.

Performa apik Lamela semalam sedikit mengobati rasa “kangen” fans Spurs akan performa menawan Lamela. Sebab kedatangan Lamela diikuti oleh beragam kontroversi. Salah satunya adalah harga yang lumayan tinggi.

Lamela dibeli dari AS Roma seharga  30 juta poundsterling sekaligus memecahkan rekor transfer Tottenham yang sebelumnya dipegang oleh Roberto Soldado dengan biaya 26 juta pounds. Harga Lamela yang tinggi pun tak menjadi persoalan bagi Spurs mengingat kontribusi Lamela yang cukup besar, dengan 19 gol dan 11 assist selama dua tahun di Roma.

Namun ternyata menjadi pemain di Premier League tak semudah yang dibayangkan Lamela. Bahkan hingga Villas-Boas dipecat, ia belum menemukan bentuk permainan terbaiknya. Musim 2013/14 dan 2014/15 pun banyak dihabiskan Lamela di bench atau meja perawatan.

Meski di musim 2014/15 ia bermain sebanyak 40 pertandingan bagi Tottenham di semua ajang, ia tak kunjung bermain apik. Ia bahkan kesulitan bersaing dengan Andros Townsend. Ia pun sempat dianggap habis oleh publik Inggris.

Penampilannya pun membaik di awal musim 2015/16. Ia pun lebih sering dipilih oleh Pochettino ketimbang Townsend ataupun Nacer Chadli.  Bahkan memasuki pekan ke 15, Lamela telah bermain 13 laga. Angka tersebut jauh lebih banyak dibandingkan winger Spurs lainnya.

Laga melawan Monaco pun menjadi salah satu bukti bahwa Lamela belum habis. Dipasang sebagai winger kanan dan bermain sejak menit pertama, Lamela mampu menggantikan peran Harry Kane sebagai mesin gol. Ia pun berhasil mencetak tiga gol untuk Spurs. Statistiknya pun istimewa. Dari 29 umpan yang dilakukan, 24 tepat ke sasaran. Selain itu, tiga tembakan yang ia lepaskan semuanya berbuah gol.

Dilansir The Guardian, Pocchettino berterima kasih terhadap kontribusi Lamela, terutama penyelesaian akhirnya yang istimewa. “Hari ini dia (Lamela) mencetak tiga gol dan dia pantas mendapatkan halaman utama di surat kabar,” ujarnya.

“Semua pemain muda membutuhkan waktu untuk menunjukkan dirinya. Ia pun butuh waktu untuk beradaptasi dengan negara dan budaya yang baru. Tak mudah memang beradaptasi. Walaupun ada orang yang sangat cepat beradaptasi, namun ada juga orang yang membutuhkan banyak waktu. Namun sekarang saya bangga dengan dia,” terang Pochettino.

Atas tiga golnya tersebut Lamela tampaknya sudah semakin memahami bagaimana Pochettino menerapkan strateginya pada Spurs. Kini ia hanya perlu membuktikan diri bahwa ia memang benar-benar sudah beradaptasi dengan skema permainan Spurs, khususnya permainan sepakbola Inggris.

Sumber : BBC, The Guardian,

Komentar