Klub Premier League Mana yang Jadi Pelabuhan Müller Selanjutnya?

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Klub Premier League Mana yang Jadi Pelabuhan Müller Selanjutnya?

Thomas Mueller menyatakan kalau gaji besar di Premier League membuat dirinya tergoda. Pernyataan tersebut seperti menjadi kode keras buat kesebelasan Premier League untuk segera meminangnya.

Dikutip dari Goal, Mueller tak menutup kemungkinan untuk hijrah ke Premier League. “Pada akhirnya kita tidak bisa melupakan kalau bermain bola adalah pekerjaan kami. Orang-orang mesti menerima kalau gaji akan selalu menjadi pemain utama dalam keputusan seorang pemain. Tentu, gaji yang dibayarkan di Premier League sungguh menggoda. Sungguh munafik kalau menyangkal itu,” ucap Mueller.

Premier League memang menawarkan kemewahan yang salah satu bentuknya adalah dari jumlah gaji. Dikutip dari Daily Mail, pesepakbola Inggris rata-rata menerima 2,3 juta pounds untuk gaji selama satu tahun atau sama dengan 43 ribu pounds setiap pekan. Jika di-rupiah-kan, angka tersebut setara dengan 878 miliar rupiah setiap pekan!

“Anda harus melihat secara lengkap untuk memutuskan apakah sesuatu hal itu cocok untukmu. Aku tahu banyak kesebelasan Jerman yang tidak senang dengan pengeluaran klub Premier League. Namun, apu pikir itu adalah hal yang baik bagi klub pada akhirnya. Hal tersebut menjadi sesuatu hal yang baik bagi sepakbola saat klub berinvestasi dengan banyak uang,” kata Mueller.

Apa yang diucapkan Mueller tentu menggoda kesebelasan-kesebelasan Premier League. Salah satunya adalah Louis van Gaal yang pernah bekerja sama dan melihat kehebatan Mueller selama melatih Bayern Muenchen pada 2009-2011.

Segala macam cara dilakukan MU untuk mendatangkan Mueller. Editor media Jerman Bild, Christian Falk, bahkan sempat berkicau kalau CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge sempat berbicara langsung dengan CEO MU, Ed Woodward. Inti dari pembicaraan tersebut adalah Rummenigge merasa risau karena ia tak bisa mengganti alamat surelnya. Untuk itu, ia meminta MU menghentikan pengiriman surel yang berisi penawaran merekrut Mueller.

Hal serupa dinyatakan agen berkebangsaan Italia, Giovanni Branchini, yang membenarkan kalau MU memang ngotot mendapatkan Mueller. Branchini bahkan yakin kalau MU sejatinya mau menggelontorkan mahar 70 juta pounds untuk pemain kelahiran 1989 tersebut.

Rummenigge sendiri sudah menyatakan dengan tegas kalau Mueller tidak untuk dijual. “Rekan Inggris kami tampaknya tak bisa mengeluarkan semua uang mereka. Itu sulit. Semua orang tahu Louis van Gaal. Dia sangat gigih untuk hal itu,” tutur Rummenigge.

Pria yang juga pernah membela Bayern Muenchen tersebut mengatakan kalau Bayern tak tertarik dengan segala tawaran yang dipasang MU. Ia merasa kalau Bayern pun tengah berada dalam kondisi finansial yang bagus yang membuat mereka layak menolak tawaran MU tersebut.

“Barangkali dia berpikir ada harga di mana Bayern akan mulai merenung, tapi sejatinya tidak ada harga untuk itu semua. Thomas Mueller masih memiliki kontrak empat tahun. Tidak ada baik di sini atau di luaran sana yang bisa menjelaskan apda saya mengapa kami mesti menjual Thomas Mueller,” tegas Rummenigge.

Apa yang diucapkan Rummenigge memang menjadi ancaman serius bagi MU untuk menjauhi pemainnya tersebut. Apalagi Van Gaal sudah mendapatkan kapten kesebelasan negara Jerman, Bastian Schweinsteiger.

Selain itu, gaji Mueller pun terbilang tinggi dengan nilai 110 ribu pounds per pekan. Kalaupun butuh uang, Bayern bukanlah tim susah yang terlalu memikirkan pengeluaran untuk gaji. Argumen Mueller pun terbantahkan. Kalau ia ingin gaji 300 ribu pounds tiap pekan, ia tinggal bernegosiasi ulang dengan Bayern untuk mencapai kesepakatan. Dengan kondisi finansial seperti ini, tidak sulit bagi Bayern untuk memenuhinya. Atau jangan-jangan, pernyataan Mueller tersebut memang merupakan kode kalau dia ingin merasakan petualangan baru di liga lain.

Baca juga: Gaji tentukan degradasinya suatu tim

foto: sportskeeda.com

Komentar