Peringkat FIFA yang (Lagi) Penuh Lelucon

Berita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Peringkat FIFA yang (Lagi) Penuh Lelucon

Sudah lama terlupakan sejak sebelum dan sesudah Piala Dunia, peringkat dunia FIFA untuk tim nasional seluruh negara anggota FIFA memang seolah menjadi euforia sesaat. Sejalan dengan kalender timnas, bisa dihitung dengan jari berapa kali kita mengecek peringkat FIFA.

Sebenarnya, FIFA terus melakukan update setiap bulannya. Jadi, tidak ada salahnya jika sekarang kita mengintip kembali peringkat FIFA.

Dari 209 negara anggota FIFA, peringkat FIFA yang dirilis Bulan Maret bisa Anda lihat di sini, timnas Jerman berada pada peringkat pertama sementara di bawah mereka ada Argentina. Untuk kedua peringkat ini, tidak ada hal yang aneh mengingat mereka adalah juara dan peringkat dua di Piala Dunia 2014.

Dua negara yang mengejutkan bisa dibilang adalah Kolombia dan Belgia di peringkat tiga dan empat. Sementara timnas dengan gelar Piala Dunia terbanyak, Brasil, berada di peringkat enam di bawah Belanda.

Namun, sebenarnya peringkat satu sampai sembilan ini tidak berubah sama sekali dibanding awal tahun ini (Ayo... Siapa yang sempat mengecek?). Italia adalah satu-satunya timnas yang berubah peringkat di posisi sepuluh besar. Mereka berada di peringkat 10.

Sementara Spanyol... tunggu, dimana Spanyol? Apakah timnasSpanyol masih ada? (Sambil scroll mouse ke bawah) Woah! La Furia Roja bahkan tidak ada di sepuluh besar.

Mereka ada di peringkat 11 dan angka ini mencerminkan kemunduran untuk sebuah negara yang menjadi raja dari tahun 2008 sampai 2013. Spanyol belum pernah serendah ini sejak 2007, ketika setengah timnas mereka beranggotakan pemain dari kesebelasan Valencia CF.

Apa yang menyebabkan runtuhnya dominasi Spanyol ini? Piala Dunia adalah jawaban yang jelas. Di Brasil, Spanyol kalah dua kali, tersingkir, dan kemudian berhasil mengalahkan Australia yang menjadi pertandingan tidak penting.

Para pemain yang dilatih oleh Vicente del Bosque ini memang dinilai biasa-biasa saja. Selain di Piala Dunia, mereka pun kalah dari Prancis dan Jerman dalam pertandingan persahabatan, serta Slovakia pada kualifikasi Euro 2016.

Namun, Spanyol belum benar-benar memainkan pertandingan sejak 18 November 2014, sehingga bisa dianggap beruntung posisi mereka hanya turun satu peringkat dan tergeser oleh Italia, yang juga tidak bermain selama tiga bulan, namun entah bagaimana bisa bergerak naik dua peringkat.

Spanyol sekarang memiliki 1.130 poin, hanya terpaut 4 poin di depan Swiss. Kemudian Inggris ada di peringkat 17, lebih buruk daripada Kosta Rika (13).

Amerika Serikat yang dipimpin oleh Juergen Klinsmann ada di peringkat 32, jauh di bawah Meksiko (21), Israel (26), dan bahkan Yunani (27) yang sedang krisis: krisis ekonomi dan juga krisis sepakbola.

Apa yang terjadi di peringkat 30 besar itu tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan yang terjadi di peringkat bawah. Misalnya saja Lebanon (146), mereka jatuh bebas sebanyak 25 peribgkat tanpa bermain sekalipun.

Pendaki tertinggi di peringkat FIFA kali ini adalah Barbados, mereka naik sebelas peringkat ke peringkat 131.

Kalau timnas yang paling mengejutkan? Ada banyak, tapi yang palingmengejutkan adalah Cape Verde Islands atau Tanjung Verde, yang entah bagaimana bisa sampai di peringkat ke-38, yang juga artinya mereka lebih baik daripada Skotlandia (39), Serbia (40), Nigeria (41), Swedia (45) ?Zlatan, mana, Zlatan??, Jepang (53), Korea Selatan (56), dan juara Asia, Australia (65).

Kepulauan vulkanik di lepas pantai barat benua Afrika ini memiliki populasi 500.000, bahkan posisi mereka tidak di 100 besar pada lima tahun yang lalu. Jika mereka terus meningkatkan permainan, bukan tidak mungkin secara matematis mereka akan ada di atas Spanyol pada tahun 2020.

Tulisan ini rasanya tidak akan lengkap kalau belum membahas timnas Indonesia.

Indonesia berada di peringkat 156, naik dua peringkat dari bulan lalu. Jika dilihat dari benua Asia saja, mereka ada di peringkat 30, masih di bawah Saint Kitts & Nevis (121) ?negaranya Keith Kayamba Gumbs?, Aruba (128), Maladewa (133), dan lawan tanding favorit kita: Suriah (152).

Kemudian jika melihat AFF atau Asia Tenggara saja, timnas kita berada di peringkat ke-8 di bawah Australia, Filipina (128), Vietnam (130), Thailand (142), Myanmar, Singapura, dan Malaysia (ketiganya di peringkat 153).

Secara keseluruhan, banyak di antara kita yang jauh lebih suka dengan peringkat resmi FIFA di atas. Namun, tidak ada salahnya kita juga mengintip ke Unofficial Football World Championships rankings. Tim terbaik di dunia? Skotlandia!

UFWC

UFWC adalah cara lainnya yang informal untuk menghitung timnas sepakbola terbaik di dunia. Sistem ini lebih cenderung menggunakan sistem knock-out yang sama dengan yang digunakan pada tinju dan gulat.

Cara ini diresmikan dan diterbitkan oleh wartawan asal Inggris, Paul Brown, pada tahun 2003. Gelar juara bertahan saat ini dipegang oleh Brasil, yang menang dari Argentina di Superclásico de las Américas pada 11 Oktober 2014 di Stadion Nasional di Beijing, Cina.

Dalam UFWC, satu poin diberikan untuk setiap kemenangan dalam pertandingan. Tidak ada poin yang diberikan untuk imbang maupun kalah.

Meskipun Brasil yang menjadi juara bertahan, Skotlandia berada di peringkat pertama setelah memenangkan lebih banyak pertandingan UFWC daripada timnas lainnya. Memusingkan.

Sumber: FIFA, UFWC, Fusion

Komentar