Vincent Pericard: Dari Juventus ke Divisi 9 Liga Inggris

Berita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Vincent Pericard: Dari Juventus ke Divisi 9 Liga Inggris

Vincent Pericard menjalani debutnya bersama Moneyfields. Pada laga perdananya tersebut, ia berhasil mengantarkan kesebelasan barunya ini mengalahkan Folland Sports FC dengan skor 1-0 dan menjadi pemuncak klasemen Wessex Football League.

Vincent Pericard? Who? Tak banyak yang mengenal penyerang asal Prancis kelahiran Kamerun ini. Pemain yang sekarang berusia 32 tahun ini sebenarnya pernah menjadi bagian dari skuat Juventus yang mengalahkan Arsenal pada Liga Champions grup D musim 2001/2002. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Juventus 1-0.

Kekalahan tersebut cukup menyakitkan bagi Arsenal. Pasalnya, skuat The Gunners itu dihuni oleh pemain bintang macam Thierry Henry, Robert Pires, Patrick Vieira, Sol Campbell, Fredrik Ljungberg, dan David Seaman. Sedangkan di kubu Juve, hanya Antonio Conte dan Edgar Davids yang cukup memiliki nama.

Pericard sendiri masuk pada menit ke-61. Ia menggantikan Tomas Guzman, penyerang Juve lainnya yang juga tak terkenal. Di lini serang, Pericard diduetkan dengan Marcelo Zalayeta. Pada menit ke-75, Zalayeta pun mencetak gol satu-satunya gol pada laga ini.

Uniknya, laga tersebut merupakan satu-satunya laga Pericard selama semusim berbaju Si Nyonya Tua. Ya, Pericard adalah langganan bangku cadangan selama berkarir di Juve. Ia diturunkan saat melawan Arsenal pun karena penyerang utama Juve, Alessandro Del Piero dan David Trezeguet, sengaja diistirahatkan demi mengejar trofi Serie A.

Apa yang dialami Pericard memang cukup ironis. Saat didatangkan dari St. Etienne, mantan anggota timnas Prancis U-21 ini digadang-gadang akan menjadi pemain hebat oleh banyak media. Seorang jurnalis Prancis bernama Julien Courbet membuat sebuah film dokumenter tentang Pericard yang berjudul ‘The Man Who Will Be Worth Billion’ atau Pria yang akan bernilai miliaran.

Tak berhasil di Juve, ia kemudian melanjutkan karirnya di Premier League. Portsmouth yang kala itu diarsiteki Harry Redknapp meminjamnya untuk musim 2002-2003. Pada laga debutnya, Pericard berhasil mencetak satu dari dua gol yang diciptakan Portsmouth ke gawang Nottingham Forest.

Musim 2003-2004 Pericard sempat menjadi pemain inti Portsmouth yang mempermanenkan statusnya. Namun, di akhir musim ia menderita cedera ligamen yang sangat parah. Musim 2004-2005 pun ia habiskan untuk penyembuhan operasi atas cedera yang dideritanya ini.

Di sinilah karirnya semakin meredup. Setelah sembuh dari cedera, ia dipinjamkan ke Sheffield United dan Plymouth Argyle yang berlaga di divisi Championship. Karirnya pun berlanjut dengan Stoke City setelah dilepas oleh Portsmouth.

Bukannya prestasi, Pericard malah menciptakan catatan hitam. Ia dua kali dipenjara kala menjadi bagian dari skuat Stoke yang saat itu ditukangi oleh Tony Pullis untuk beberapa bulan. Setelah dibebaskan, karirnya semakin jauh dari yang dituliskan Julien Courbet.

Setelah Stoke City, Pericard berkelana di Inggris untuk membela beberapa kesebelasan divisi Championship. Southampton, Milwall, Carlisle United, dan Swindon Town menjadi kesebelasan yang pernah ia bela pada periode 2008 hingga 2011.

Pada musim 2012, ia memutuskan untuk gantung sepatu. Kala itu ia tengah membela Havant & Waterlooville FC, kesebelasan liga Confrence South, divisi enam liga Inggris. Ia hanya tampil sebanyak lima kali dan merasa tak mampu melanjutkan karirnya sebagai pesepakbola.

Dua tahun tak bermain sepakbola, datanglah tawaran dari Moneyfields. Ia pun berhasrat kembali melanjutkan karir sepakbolanya meski harus bermain di Wessex Football League, divisi kesembilan dalam sistem kompetisi Liga Inggris.

foto: bbc.co.uk

Komentar