Dortmund dan Lisensi Klub 2.Bundesliga

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Dortmund dan Lisensi Klub 2.Bundesliga

Dilansir dari Der Spiegel, CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke mengatakan bahwa Dortmund akan mengirimkan dokumen permohonan lisensi sebagai persyaratan bermain di kompetisi tingkat kedua di Jerman, 2.Bundesliga.

Lisensi diperlukan bagi setiap tim yang berlaga di tiga tingkat kompetisi profesional di Jerman. Tanpa lisensi tersebut, mereka tidak diperkenankan untuk bisa bermain. Batas akhir pengiriman permohonan sendiri hingga Maret 2015 mendatang.

Sistem lisensi yang diterapkan di kompetisi profesional Jerman, termasuk yang paling ketat di Eropa. Terdapat sejumlah kriteria yang ditetapkan seperti struktur klub, kondisi finansial, staf manajerial, staf medis, hingga pengembangan pemain muda. Namun, utamanya klub diminta kesanggupannya soal pembiayaan untuk mengarungi liga.

Seandainya permohonan lisensi tersebut ditolak oleh pengelola liga, maka klub akan mendapatkan kebijakan spesial dengan dipersilakan untuk mengirim lisensi untuk 3.Liga , kompetisi tingkat ketiga di Jerman, yang tidak dikelola oleh DFL, melainkan langsung oleh federasi Jerman, DFB.

Semua kesebelasan yang ingin berlaga di kompetisi profesional di Jerman, perlu mengajukan lisensi baik kepada DFL maupun DFB. Termasuk bagi mereka yang terancam degradasi, karena batas akhir 2.Bundeslia ditutup pada Maret, sementara 3.Liga lebih awal lagi.

Ini yang terjadi pada MSV Duisburg. Di penghujung musim 2012/2013, klub yang bermarkas di Schauinsland-Reisen Arena tersebut berada di peringkat 11 klasemen. Namun, lisensi mereka untuk mengikuti kompetisi pada musim depan, ditolak oleh DFL. Duisburg pun diberi tambahan waktu selama dua pekan untuk mengirimkan lisensi mereka untuk 3.Liga.

Jika lisensi tersebut tidak diterima, atau gagal dilaksanakan, Duisburg akan terdegradasi ke tingkat keempat Liga Jerman, yang mayoritas dihuni oleh klub semi-profesional.

Karena lisensi ini pulalah, sempat terjadi ketegangan antara suporter Duisburg dengan DFL. Mereka melakukan demonstrasi dan mengancam dengan slogan, “No License, No Peace”.

Saat ini, Dortmund berada di peringkat ke-17 dari 18 kontestan Bundesliga. Kesebelasan asuhan Juergen Klopp tersebut hanya meraih empat kemenangan dan 10 kekalahan dari 17 pertandingan yang mereka lakoni.

Diskusi mengenai kemungkinan nasib Dortmund yang terdegradasi ke 2.Bundesliga kian hangat. Salah satunya muncul di situs reddit. Beberapa dari mereka masih menganggap kalau Dortmund adalah tim yang kuat. Maka, mereka pun tidak sungkan membandingkan Dortmund dengan Juventus yang kala itu terdegradasi ke Serie B.

“Anggap saja mereka sama seperti Juventus,” tulis akun OxymoronicFlannel dengan logo Chelsea di avatarnya, “yang  turun ke Serie B dengan pengurangan sembilan poin.”

Bantahan pun diberikan akun dYYYb yang berlogo Bayern Munich di avatanya. “Juventus secara jelas adalah tim terbaik di Italia saat mereka terdegradasi. Sementara itu, Dortmund sudah sepantasnya karena penampilan buruk mereka. Aku pikir tidak akan mudah bagi Dortmund (untuk kembali ke Bundesliga). Di sisi lain, aku meragukan mereka (Dortmund) akan terdegradasi,” tulis akun dYYYb.

Secara hitung-hitungan, Dortmund sebenarnya masih berpeluang untuk segera lepas dari zona degradasi. Mereka hanya terpaut empat poin dari peringkat ke-10 klasemen, Paderborn. Melihat penampilan Dortmund di Liga Champions, agaknya bukan hal yang sulit bagi Klopp untuk kembali mengangkat kesebelasan yang bermarkas di Signal Iduna Park tersebut, untuk berada di zona aman.

Namun, tentu saja terkadang harapan jauh dari kenyataan. Untuk itu, wajar rasanya jika CEO Dortmund mengirimkan permohonan lisensi bermain di 2.Bundesliga. Ini bukan sebagai bentuk rasa frustasi, tapi sebagai bentuk jaga diri.

Sumber gambar: theguardian.com

Komentar