Chelsea, 'The New Invincibles'?

Berita

by Eki Nurdiansyah

Eki Nurdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Chelsea, 'The New Invincibles'?

Di Musim 2003/2004, Arsenal berhasil menorehkan sebuah catatan gemilang, saat itu skuat asuhan Arsene Wenger dijuluki ‘The Invincibles Team’, merujuk pada kegemilangan mereka yang meraih trofi juara tanpa mengalami sekalipun kekalahan. Hasil 26 kali menang dan 12 kali imbang berhasil mengantarkan trofi Premier League ke Highbury Stadium.

Thierry Henry menjadi andalan Arsenal dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan, dengan 30 golnya ia pun menjadi pencetak gol terbanyak. Henry tak seorang diri, ia dibantu Robert Pires, Fredrik Ljungberg serta Patrcik Vieira dari lini kedua. Arsenal pun saat itu, diperkuat oleh lini pertahanan yang cukup kokoh dalam diri Sol Campbell, Kolo Toure  dan Ashley Cole.

Torehan itu pun tak pernah terulang lagi oleh para juara liga Inggris di musim-musim selanjutnya, banyak yang beranggapan bahwa hal yang mustahil untuk mengulangi capaian Arsenal tersebut. Namun setelah hampir 10 tahun, musim ini Chelsea berpeluang untuk mengulangi pencapaian tersebut.

Penampilan Chelsea hingga pekan ke 13 liga Inggris musim ini memang mendapat pujian dari banyak pihak. Dalam kompetisi seketat liga Primer Inggris, Chelsea belum pernah sekalipun mengalami kekalahan. Hasil 10 kali menang dan tiga kali imbang berhasil menempatkan mereka di puncak klasemen sementara.

Hal ini pun coba ditanggapi oleh gelandang bertahan mereka, Nemanja Matic. Ia mengatakan bahwa hal yang wajar bila skuat Chelsea saat ini berambisi untuk mengulangi pencapaian Arsenal di musim 2003/2004 tersebut, bahkan Matic menyebut bahwa Chelsea musim ini akan menjadi ‘The New Invincibles’.

Pernyataan Matic memang terlihat begitu ambisius, namun bila harus membandingkan capaian kedua klub tersebut, ternyata hasil yang diraih Chelsea musim ini hingga pekan ke 13 juga sama dengan pencapaian Arsenal di musim 2003/2004. Arsenal saat itu menorehkan 10 kali menang dan tiga kali imbang sama seperti Chelsea saat ini.

Bila Arsenal memiliki Henry sebagai mesin gol saat itu, maka Chelsea memiliki Costa musim ini. Permainan Costa memang tidak seperti Henry, Costa bukan pemain yang bisa bermain melebar seperti Henry. Namun Costa adalah pemain yang mempunyai kelebihan dalam hal memanfaatkan peluang sekecil apapun. Sampai awal desember ini pun Costa telah berhasil menciptakan 10 gol dalam 13 pertandingan yang telah ia jalani.

Skuat Chelsea ini pun terbilang cukup mumpuni dan merata dari setiap lini. Ada nama Courtouis dan Cech di sektor penjaga gawang. John Terry, Ivanovic dan Gary Cahill di sektor pertahanan. Trio Fabregas, Hazard dan juga Oscar yang membantu Costa di sektor penyerangan dirasa memiliki kapasitas yang cukup untuk menjadi apa yang Matic katakana, Chelsea ‘The New Invincibles’.

Namun memang perjalanan Chelsea musim ini masihlah teramat panjang, masih ada 25 pertandingan lagi yang harus dijalani skuat asuhan Jose Mourinho. Para pesaing yang begitu banyak pun akan terus mengancam posisi Chelsea di puncak klasemen.

Memasuki bulan Desember ini akan menjadi bulan yang krusial bagi Chelsea sendiri, karena mereka harus melewati jadwal yang sangat padat. Bertanding delapan kali dalam satu bulan, termasuk menghadapi lawan yang cukup berat, laga away ke kandang Newcaslte United dan Southampton serta laga kandang menghadapi Tottenham Hotspur.

Bila berhasil melewati bulan Desember ini dengan raihan yang cukup baik, bukan tidak mungkin Chelsea akan berhasil mengulangi pencapaian Arsenal di musim 2003/2004 dan seperti yang Matic bilang, Chelsea akan menjuarai liga Inggris musim ini dan menjadi ‘The New Invincibles’.

Komentar