Ketika Marcelo Lippi Tak Bisa Menahan Emosi

Berita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Ketika Marcelo Lippi Tak Bisa Menahan Emosi

Jika kita menilai bagaimana sosok Marcello Lippi, yang terbayang dalam benak kita adalah sosok pelatih yang tenang, kalem, dan sabar. Jarang sekali kita melihat Lippi di pinggir lapangan berteriak-teriak pada pemainnya untuk memberikan instruksi. Pelatih asal Italia tersebut lebih nyaman untuk tetap kalem sambil mengamati jalannya pertandingan.

Di pinggir lapangan, Lippi memang tak terlalu banyak tingkah. Mungkin usia pelatih yang berhasil mengantarkan Italia menjadi juara dunia pada 2006 ini sudah cukup tua (66 tahun) sehingga akan membuat lebih elegan dan tenang ketika mendampingi tim.

Tapi Lippi pun nyatanya seorang manusia biasa. Di mana kesabarannya dan ketenangannya akan meledak jika telah melewati batasnya. Hal itu dapat dilihat ketika pada beberapa waktu lalu kala timnya, Guangzhou Evergrande, menghadapi tim asal Australia, Western Sydney Wanderers, pada pertandingan Liga Champions Asia.

Pada laga tersebut kesabaran Lippi telah mencapai ubun-ubun ketika wasit memberikan keputusan kontroversial yang merugikan timnya. Saat pertandingan babak kedua memasuki tambahan waktu, wasit asal Mesir, Mohamed Hassan, menghadiahi kartu merah pada pemain Guangzhou, Lin Gao.

Lippi langsung berlari ke lapangan dan mendekati wasit. Beberapa stafnya coba menghalangi dan menenangkan Lippi. Namun Lippi kadung emosi sehingga tetap menghampiri wasit untuk mempertanyakan keputusan tersebut.

Kartu merah yang diterima Lin Gao adalah kartu merah kedua yang diterima skuat asuhan Lippi pada pertandingan tersebut. Dua menit sebelumnya, Linpeng Zhang pun diusir wasit karena melakukan tekel keras. Tapi Lippi bisa menahan amarahnya karena tak terlalu melihat jelas kejadian tersebut.

Untuk kartu merahnya Lin Gao memang patut dipertanyakan keputusan wasit tersebut. Jika dilihat dari tayangan ulang, Gao memang terlihat tak sengaja menginjak pemain Western Sydney. Gao justru terlihat mengangkat kakinya untuk menghindari benturan tersebut. Tapi atraksi pemain Western yang berlebihan membuat wasit menghadiahi kartu merah langsung.



“Untuk kartu merah pertama saya tak melihatnya dengan jelas. Tapi untuk kartu merah kedua, saya melihatnya dengan jelas karena terjadi tepat di depan mata saya dan itu tak seharusnya dihadiahi kartu merah,” ujar Lippi usai pertandingan. “Saya tahu seharusnya saya tak boleh memasuki lapangan, tapi saya hanya ingin mendapatkan kejelasan atas keputusan tersebut.”

Pertandingan itu sendiri tetap berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Western Sydney. Kehilangan Lin Gao dan Linpeng Zhang yang merupakan pemain inti tentunya akan mengurangi kekuatan Guangzhou pada leg kedua yang akan berlangsung di kandang Guangzhou pekan depan. Maka dari itu keputusan wasit Mohamed Hassan ini sangat merugikan Lippi.

foto: dailytelegraph.co.uk

Komentar