Bagi Mourinho, Penguasaan Bola Hanya Daging Salah Masak

Analisis

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Bagi Mourinho, Penguasaan Bola Hanya Daging Salah Masak

Jose Mourinho menganalogikan statistik penguasaan bola dan umpan akurat seperti daging yang dimasak terlalu matang — tidak enak untuk dimakan. Mourinho hanya peduli tentang jumlah peluang berbahaya dan tentu saja gol serta kemenangan. Pernyataan tersebut tentu dilontarkan Mourinho untuk membela taktik bermain Tottenham Hotspur kala ditekuk secara dramatis oleh Liverpool pada matchday 13 (17/12).

Pelatih asal Portugal tersebut memang identik dengan skema bermain dengan garis pertahanan rendah dan mahir dalam memainkan serangan balik. Sebelum melawan Liverpool pun, Spurs-nya Mourinho terlihat hanya mempunyai dua pilihan, bermain lebih ke dalam dan menang dengan serangan balik, atau hanya bertahan dan pulang dengan kekalahan.

Seperti yang sudah diantisipasi, pada babak pertama di Anfield, Spurs bertahan dengan solid, hanya memiliki 21 persen penguasaan bola dengan total 75 umpan sukses — catatan paling sedikit Mourinho sejak laga Real Madrid melawan Barcelona pada 2012 silam (54). Tetapi mereka mampu mengakhiri 45 menit pertama dengan skor 1-1. Namun, di paruh kedua laga, Spurs tampil berbeda seperti yang diantisipasi banyak orang.

Link streaming pertandingan Premier League: Tottenham Hotspur vs Leicester City

Liverpool yang notabene belum kalah di laga kandang Premier League sejak April 2017 memang seperti memiliki pakem untuk bangkit ketika dalam keadaan sulit. Terlepas dari gol Roberto Firmino dari situasi sepak pojok yang membuat Mourinho geram di akhir pertandingan, Tottenham memegang kontrol di babak kedua.

Spurs membuat tiga peluang bagus, salah satunya sepakan Steven Bergwijn yang membentur tiang gawang. Meninjau Opta, Liverpool bahkan tidak memiliki satu pun big chance semacam itu selama 90 menit pertandingan. Mengacu indikator xG, kualitas peluang Spurs menjadi gol di paruh kedua mencapai angka 1,15 dan tuan rumah dengan catatan 0,96. Itu merupakan xG tertinggi Spurs dalam lima pertandingan terakhir, atau semenjak menang 1-0 kontra West Bromwich Albion.

“Anda menyukai kata ‘possession’ dan Anda mencintai statistik. Itu seperti efisiensi para pemain dan Anda akan berkata: ‘Statistik umpan sukses Pemain B 92%.’ Tetapi, angka tersebut tidak mengatakan bahwa sang pemain hanya melakukan umpan sejauh dua meter, statistik tersebut juga tidak mengatakan bahwa sang pemain adalah bek tengah yang mengumpan kepada bek tengah lainnya, atau nomor 6 yang mengumpan kepada nomor 8,” ujar Mourinho.

“Dan pemain yang memiliki efisiensi umpan sebesar 65% adalah pemain yang mencetak asis, adalah orang yang mahir mengumpan, ialah orang yang membuat umpan 60 meter dan mengubah arah permainan. Jadi, statistik kebanyakan seperti sepotong daging atau ikan yang dimasak dengan buruk. [Statistik] tidak banyak memberitahu. Apa yang terpenting adalah jumlah gol dan jumlah peluang yang Anda ciptakan,” imbuh Mourinho.

Mungkin, Mourinho patut marah atas performa bagus timnya yang tidak berbanding lurus dengan hasil pertandingan. Pun, ketika Anda merujuk Mourinho, hasil-hasil tim racikannya di masa kini selalu dibandingkan dengan apa yang terjadi dengan tim-timnya masa lalu, entah baik atau buruk.

Meskipun hanya meraih satu poin dari dua pekan terakhir, Tottenham masih berada di posisi dua klasemen sementara, hanya terpaut tiga angka dari Liverpool. Patut diingat betapa buruknya Spurs ketika terakhir kali kalah di Premier League melawan Everton, gameweek perdana silam. 12 laga setelahnya, The Lilywhites terlihat bukan tim yang sama. Mereka penantang serius trofi Premier League musim ini.

Kemajuan Spurs dalam tiga bulan terakhir sama tidak dapat diprediksinya dengan penampilan babak kedua mereka di Anfield. Mourinho paham hal tersebut. Dan kekalahan kontra Liverpool harus dikubur. “Kami akan memainkan laga berat pada Minggu (20/12) nanti dan kami harus terus melangkah,” kata Mourinho menyoroti laga kontra Leicester City.

Selama karier kepelatihannya di tanah Britania, Mourinho baru kalah satu kali dari 10 kesempatan melawan The Foxes. Leicester sendiri juga baru saja menderita kekalahan dari tim Merseyside (Everton) dan bakal mengusung misi yang sama, meraih tiga poin. Tetapi, Brendan Rodgers belum pernah sekalipun menaklukkan tim arahan Mourinho (dua imbang, lima kalah).

Tottenham Hotspur akan menjamu Leicester City pada Minggu (20/12) pukul 21.30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar