Siapa Bisa Gantikan Joshua Kimmich?

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Siapa Bisa Gantikan Joshua Kimmich?

Juara Bundesliga delapan kali beruntun, Bayern Muenchen, mendapat kabar buruk: gelandang andalan mereka, Joshua Kimmich, cedera. Pemain bernomor punggung 6 tersebut mengalami cedera dalam pertandingan der Klassiker, awal November lalu.

Kimmich harus ditarik keluar pada menit ke-36 di laga tersebut. Setelah diperiksa, Kimmich dinyatakan menderita cedera meniskus (tulang rawan dalam sendi lutut) di bagian lutut kanan. Kimmich dipastikan absen sampai setidaknya akhir tahun ini. Ia diprediksi baru akan pulih paling cepat pada Januari 2021.

Kehilangan sosok Kimmich menjadi pukulan berat bagi Bayern. Pemain berusia 25 tahun itu berperan signifikan dalam kesuksesan die Roten beberapa tahun terakhir. Sempat mencicipi kiprah sebagai bek sayap, Kimmich kemudian diandalkan sebagai gelandang no. 6 Bayern.

Link streaming pertandingan Bundesliga: Bayern Muenchen vs Werder Bremen

Kimmich normalnya dimainkan sebagai gelandang bertahan. Tetapi, ia juga cukup pandai untuk beroperasi sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang. Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho sampai dibuat kagum oleh versatilitas dan kecerdasan Kimmich.

“Saya melihatnya [Kimmich] sebagai pemain jempolan di posisi bek kanan, bek kiri, bek tengah, no.6, no. 8, no.10... dia punya kemampuan untuk menjadi apa pun. Dia cerdas dan mengerti apa yang harus dilakukan di sini atau di sana. Saya pikir dia fenomenal—sangatlah fenomenal,” ucap Mourinho kepada DAZN.

Karakter permainan Kimmich yang istimewa dimanfaatkan betuk oleh Bayern era Hans-Dieter Flick. Di atas kertas, ia dipasang sebagai gelandang bertahan dalam skema double pivot. Profil permainan Kimmich tergolong unik di posisi ini.

Kontribusi Kimmich amatlah besar bagi pertahanan ataupun daya serang Bayern. Dari aspek keterlibatan gol secara langsung, eks pemain VfB Stuttgart itu telah mencetak satu gol dan empat asis di Bundesliga 2020/21.

Melansir data StatsBomb (via FBRef), Kimmich membuat 4,31 aksi berujung tembakan per 90 menit di Bundesliga musim ini. Itu dilakukannya kala bermain sebagai gelandang bertahan. Di antara para pemain Bayern dengan menit bermain lebih dari 300 menit, hanya Thomas Mueller yang mengungguli Kimmich dalam metrik tersebut.

Kimmich juga berperan penting dalam progresi bola Bayern. Ia telah mengirim 128 umpan jauh dengan tingkat akurasi mencapai 73,4%. Total jarak progresif yang ditempuh operan Kimmich mencapai 2.588 yard. Hanya ball-playing defender Bayern, David Alaba, serta sang kiper, Manuel Neuer, yang mencatatkan total jarak umpan progresif yang lebih jauh.

Selain itu, Kimmich juga membuat total 12 umpan kunci, 37 umpan ke sepertiga akhir, serta 15 umpan ke kotak penalti. Nilai expected assist (xA) umpan Kimmich mencapai 1,9. Hanya Leroy Sane dan Thomas Mueller yang menorehkan xA lebih banyak.

Dengan kontribusi serangan di atas, Kimmich tetap berperan vital bagi lini pertahanan. Sebagaimana umumnya gelandang bertahan, Kimmich konsisten menghentikan build up lawan. Ia telah membuat 11 tekel dan empat intersep. 11 tekel Kimmich yang dilakukan di tengah lapangan dan di sepertiga area pertahanan menunjukkan bahwa ia rajin mengacaukan progresi bola ke gawang Die Roten.

Statistik pressing Kimmich mempertegas hal tersebut. Pemain yang sempat memperkuat RB Leipzig ini tercatat 89 kali melakukan press di Bundesliga 2020/21. 43 dari 89 pressing itu bertempat di tengah lapangan, sedangkan 27 di antaranya di sepertiga pertahanan.

Meninjau statistik di atas, peran Kimmcih sebagai gelandang paket komplet Bayern terlihat. Lantas, siapa yang bisa menggantikan pemain istimewa itu? Hansi Flick memang kemungkinan tidak bisa meminta karakter permainan Kimmich diimplementasikan pemain lain. Namun, Flick punya beberapa opsi untuk dijadikan pengganti sementara Joshua Kimmich.

Opsi pertama adalah Corentin Tolisso. Melihat pengalaman bermain gelandang asal Prancis itu, menduetkannya dengan Leon Goretzka adalah opsi paling logis Flick. Kala menghadapi Arminia Bielefeld, satu-satunya pertandingan Bundesliga yang tanpa partisipasi Kimmich, Flick pun menurunkan duet Goretzka-Tolisso sebagai double pivot.

Daya jangkau operan dan visi bermain Tolisso memang bisa diandalkan untuk menambal absennya Kimmich. Namun, yang perlu diingat adalah karakter permainan eks gelandang Olympique Lyonnais ini lebih menyerang. Posisi naturalnya adalah gelandang tengah.

Jika Tolisso yang bermain, kemungkinan Flick akan “mengorbankan” Leon Goretzka untuk tampil lebih bertahan. Goretzka selama ini cenderung bermain sebagai box-to-box yang berperan penting menghubungkan gap antarlini Bayern. Tanpa Kimmich, yang dapat diandalkan sebagai penahan efektif, agresivitas eks pemain Schalke itu mungkin berkurang.

Selain itu, Flick juga dapat mengandalkan gelandang veteran, Javi Martinez. Gelandang berkebangsaan Spanyol ini jarang diturunkan karena faktor usia. Kehadiran Martinez secara efektif dapat menambal peran defensif seorang Joshua Kimmich.

Martinez memiliki pengalaman kaya sebagai pemain bertahan. Di era Pep Guardiola, ia bahkan cakap tampil sebagai bek tengah.

Musim ini, Javi telah bermain lima kali di Bundesliga dengan total 150 menit. Javi membuat dua tekel, dua intersep, serta tujuh blok dari lima penampilan tersebut.

Satu nama selain Tolisso dan Javi adalah rekrutan anyar Bayern, Marc Roca. Ia baru didatangkan dari Espanyol pada awal musim ini. Di Bundesliga, Roca baru sekali tampil sebagai pengganti kala menghadapi FC Koeln, akhir Oktober lalu. Roca tak bisa bicara banyak di laga debutnya karena hanya bermain semenit.

Penampilan Roca sendiri tergolong menjanjikan pada musim lalu. Kendati terdegradasi bersama Espanyol, gelandang berusia 23 tahun ini tetap tampil solid di lini tengah. Per 90 menit, Roca rata-rata memenangi tujuh duel di La Liga 2019/20. Angka itu sama dengan Kimmich di Bundesliga musim lalu.

Selain itu, Roca juga dikenal sebagai distributor bola yang efektif. Persentase operan suksesnya musim lalu mencapai 89%. Penampilan apik Roca sepanjang 2019/20 pun membuat namanya dibanding-bandingkan dengan Sergio Busquets serta Xabi Alonso.

***

Cederanya Kimmich tentu kehilangan besar bagi Bayern. Namun, apakah hal ini akan membuat performa Bayern menurun drastis? Sepertinya tidak. Pasalnya, kedalaman skuad Bayern cukup baik dan Hansi Flick tentu dapat menyetel taktiknya sesuai keadaan. Patut diingat bahwa Flick membawa die Roten meraih treble musim lalu dan menjuarai Liga Champions dengan memenangi semua pertandingannya.

Laga melawan Werder Bremen, Sabtu (21/11), 21:30 WIB adalah pertandingan pertama Bayern setelah cederanya Joshua Kimmich. Cara Bayern menambal absennya Kimmich patut disimak dalam laga ini.

Seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, beserta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar