Kontribusi Lebih Penting dari Jati Diri Makan Konate

Analisis

by Dzikry Lazuardi

Dzikry Lazuardi

Analis Sulut United.

Kontribusi Lebih Penting dari Jati Diri Makan Konate

Makan Konate resmi diperkenalkan menjadi pemain baru Persebaya Surabaya pada 16 Januari lalu. Ia bergabung dengan Persebaya setelah dilepas Arema FC. Sepak terjang pemain asal Mali itu di Liga 1 tak perlu dipertanyakan, ia merupakan sosok pemain asing yang kerap membahayakan gawang lawan.

Ia merupakan pemain penting bagi skuad Persib Bandung yang menjuarai Liga 1 pada musim 2014 dengan torehan 13 gol dari 28 pertandingan. Konate sempat membela tim Malaysia ketika Indonesia diskors FIFA. Ia kembali ke Indonesia untuk membela Sriwijaya pada musim 2018 dengan raihan 13 gol dari 28 penampilan. Musim lalu, giliran Arema FC yang merasakan kontribusi nyata Konate. Pemain 28 tahun itu sukses membukukan 16 gol dan 11 asis dari 33 pertandingan. Ia juga meraih gelar gelandang terbaik dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) pada acara Indonesia Soccer Awards (ISA) 2019.

Hal yang harus dipertanyakan bukan kualitas Konate, melainkan jati dirinya. Persib dan Arema merupakan tim dengan rivalitas tinggi, lalu kini ia membela Persebaya yang juga merupakan rival Arema. Tampaknya ia hanya perlu bergabung dengan Persija untuk semakin menjadi bahan omongan fans sepakbola Indonesia.

Update informasi sepakbola dunia



Bonek boleh jadi cukup sinis terhadap Konate yang didatangkan dari rival mereka di Jawa Timur. Namun hal tersebut tampak tidak penting melihat kontribusi yang diberikan oleh Konate sejauh ini bagi Persebaya. Kontribusi Konate yang nyata membawa Persebaya menjuarai kompetisi pra-musim tersebut.

Keterlibatan Dalam Gol

Konate sukses mencetak tiga gol dan tiga asis pada Piala Gubernur Jatim. Ketiga golnya seakan merangkum seluruh kemampuan mumpuni yang ia miliki. Gol pertama ke gawang Madura berawal dari dribel yang baik untuk melewati lawan dan membuka ruang tembak. Sepakan jarak jauh yang ia lepaskan akhirnya berbuah gol.

Masih pada pertandingan yang sama, Konate kembali mencetak gol melalui kombinasi satu dua dengan David Da Silva. Keduanya terlihat sudah memiliki chemistry yang baik sehingga mampu bekerja sama untuk membongkar pertahanan lawan. Gol ketiga ia cetak pada partai puncak melawan Persija. Meski tendangannya berbelok arah sehingga Shahar Ginanjar gagal menghalau bola, namun pergerakannya ke kotak penalti mengejutkan lini pertahanan Persija.

Kualitas Umpan

Konate sangat berfungsi sebagai penyerang lubang, yaitu pemain yang beroperasi di antara lini tengah dan lini depan. Peran Konate adalah menjadi jembatan kedua lini tersebut agar serangan mengalir dengan baik. Konate rajin menjemput bola dan selalu berupaya mencari rekan di daerah yang lebih tinggi untuk progresi serangan.

Pergerakan Konate yang turun ke lini tengah ini membuat dilema bagi gelandang lawan. Jika mereka membiarkan Konate, maka Konate akan dengan mudah mengalirkan bola ke ruang yang kosong. Tapi jika gelandang terus menekan Konate hingga lini tengah, ia akan meninggalkan ruang di belakang yang bisa dimanfaatkan oleh Da Silva.

Konate juga sangat mumpuni perihal umpan lambung, terutama ketika Persebaya sedang melancarkan serangan balik. Ia mampu melepaskan umpan lambung akurat dari daerah sendiri untuk kemudian diteruskan oleh pemain depan. Gol keempat Persebaya kala menghadapi Madura diawali dari umpan lambung Konate ke Da Silva.

Pada pertandingan pembuka Liga 1 menghadapi Persik Kediri, Konate memang tak mampu membawa Persebaya meraih tiga poin, bahkan serangan Persebaya tidak berjalan dengan baik di babak pertama. Meski begitu, Konate meningkatkan performanya di babak kedua. Ia mampu menjadi jembatan lini tengah dan lini depan serta mendistribusikan bola cukup baik.

Kerjasama Tim

Satu hal yang cukup mengejutkan adalah adaptasi Konate yang sangat cepat di skuad asuhan Aji Santoso. Konate langsung klop dengan penyerang Persebaya seperti Da Silva, Irfan Jaya, dan Ricky Kambuaya. Musim lalu, Da Silva sukses mencetak 14 gol dari 17 pertandingan di Liga 1. Angka tersebut bisa semakin mengerikan jika suplai dari Konate berjalan dengan lancar.

*

Tidak sulit bagi Konate untuk mendapatkan kepercayaan Aji Santoso, bahkan ia ditunjuk sebagai salah satu kapten Persebaya bersama Rachmat Irianto dan Hansamu Yama. Arek-arek Suroboyo bisa jadi cukup terpecah mengenai pendapat terhadap Konate, ada yang tetap menganggap ia mantan punggawa rival sengit, namun ada juga yang senang berkat kontribusi Konate. Apapun pendapat Bonek, Konate akan tetap berkontribusi dan menjadi figur penting bagi Aji Santoso berbekal kualitas dan pengalaman yang tak perlu diragukan.

Komentar