Persipura dan Arema di Perebutan Juara ISC 2016

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Persipura dan Arema di Perebutan Juara ISC 2016

Indonesia Soccer Championship akan segera berakhir. Gelaran kompetisi jangka panjang berbentuk liga yang sudah berlangsung sejak akhir April 2016 ini akan merampungkan seluruh pertandingannya pada 17 dan 18 Desember 2016. Selayaknya sebuah liga, nama calon-calon juara muncul dan mulai mengerucut jelang akhir berlangsungnya liga. Hal yang sama pun terjadi dalam gelaran ISC 2016 ini.

Dengan sisa satu pertandingan, hanya ada dua nama yang berpeluang besar menjadi juara ISC 2016. Mereka adalah Arema Cronus dan Persipura Jayapura. Jika Arema memang sempat diprediksi akan menjadi juara ISC bahkan ketika ISC baru memasuki pekan ke-11, lain hal dengan Persipura yang merangkak naik setelah sempat mengalami awal musim yang buruk.

Sebenarnya sempat ada nama Madura United yang juga ikut dalam bursa juara ISC 2016 dengan status mereka sebagai juara paruh musim, tapi jelang akhir liga mereka kerap tersandung sehingga akhirnya sekarang peluang juara mereka akhirnya tertutup. Sekarang saja mereka berselisih empat poin dengan Persipura yang duduk di peringkat pertama. Dengan sisa satu pertandingan, mustahil bagi Madura United untuk mengejar Mutiara Hitam.

Sedangkan untuk Arema sendiri, harapan untuk juara masih ada. Namun semakin menipis karena di atas kertas Persipura lebih diunggulkan.

Arema, Sempat Dijagokan, Namun Mengalami Penurunan

Arema Cronus adalah tim yang langsung tancap gas sejak awal musim. Sampai pekan ke-11, mereka langsung unggul dari lawan-lawannya dengan raihan 26 poin, memasukkan 17 gol, dan hanya kemasukan tiga gol saja. Tapi setelah pekan ke-11, mereka sedikit mengalami penurunan. Banyaknya hasil imbang yang mereka dapat membuat Madura United mampu mengejar mereka dan merebut status juara paruh musim dari tangan Arema.

Banyaknya pemain-pemain kunci yang cedera sepanjang gelaran ISC seperti Serdjan Lopicic (bahkan sampai dicoret), Ahmad Nufiandani, Ahmad Bustomi, Christian Gonzales, dan Dendi Santoso secara bergantian membuat penampilan Arema menjadi sedikit terpengaruh. Meski beberapa pemain pengganti mampu menampilkan permainan yang tidak kalah baiknya, tetap cederanya para pemain kunci ini sempat membuat Arema meraih hasil-hasil minor.

Di sisi lain, Persipura yang terseok pada awal musim mampu bangkit setelah tongkat kepelatihan berganti dari Jafri Sastra kepada Angel Alfredo Vera. Mengandalkan pemain-pemain muda, serta dipimpin oleh pemain-pemain berpengalaman seperti Boaz Salossa, Ian Louis Kabes, Immanuel Wanggai, serta Ricardo Salampessy, mereka perlahan mampu merangkak naik ke papan atas.

Sekarang, mereka berada di peringkat pertama dengan keunggulan dua poin serta keunggulan head-to-head atas Arema. Dalam ajang ISC ini, keunggulan head-to-head menjadi sesuatu yang penting karena berdasarkan regulasi ISC pasal 15 ayat 4 poin b tentang sistem kompetisi, penentuan peringkat dua tim dalam klasemen yang memiliki poin yang sama akan ditentukan terlebih dahulu lewat head-to-head. Jika head-to-head sama, baru penentuan akan beralih ke selisih gol.

Sial bagi Arema, dalam dua pertemuan dengan Persipura, mereka mencatatkan hasil sekali imbang dan sekali kalah.

Situasi-Situasi yang Mungkin Terjadi Pada Akhir ISC Nanti

Pertandingan pekan ke-33 Arema dan Persipura telah rampung. Di Stadion Tri Dharma, Gresik, Persipura sukses menaklukkan Persegres Gresik United dengan skor 0-3. Di tempat lain, tepatnya di Stadion Segiri, Samarinda, Arema bermain imbang dengan Pusamania Borneo FC dengan skor 2-2.

Sekarang kedua tim berselisih dua poin. Arema mengantongi 63 poin, sedangkan Persipura mengantongi 65 poin. Madura United, seperti yang sudah dijelaskan di atas, tidak akan menjadi juara karena walaupun mereka menang dalam pertandingan terakhir, mereka maksimal hanya akan mampu mencapai posisi runner-up.

Situasi berbeda dialami oleh Arema dan Persipura. Kedua tim masih memiliki peluang untuk menjadi juara pada akhir musim nanti. Meski Persipura memiliki peluang lebih besar, Arema pun memiliki peluang meski peluang tersebut tidak sebesar milik Persipura. Berikut beberapa kondisi yang mungkin terjadi pada akhir musim nanti.

  • Jika Persipura mendapatkan kemenangan ataupun hasil imbang, apapun hasil yang dicatatkan Arema maka mereka akan tetap menjadi juara dengan keunggulan head-to-head yang mereka miliki atas Arema
  • Arema menang, dan Persipura kalah, situasi inilah yang akan membuat Arema menjadi juara ISC 2016, karena pada akhir liga nanti mereka akan mendapatkan keunggulan satu poin atas Persipura.

Dua situasi itulah yang mungkin terjadi pada akhir ISC 2016 nanti. Jika melihat situasi yang ada, terlihat bahwa Persipura memang memiliki keunggulan lebih dibanding Arema yang memang masih mengharapkan hasil dari Persipura.

Menimbang Lawan Arema dan Persipura Pada Akhir ISC

Situasi untuk kedua tim dalam hal perebutan gelar juara ISC ini menjadi semakin seru jika melihat kedua tim yang akan Persipura dan Arema hadapi pada pekan ke-34 nanti. Persipura akan menjamu tim yang sekarang sedang naik penampilannya, PSM Makassar. Arema pun akan menjamu Persib Bandung, tim yang juga sekarang sedang naik penampilannya.

Persib dan PSM akan memegang peranan yang tidak kalah penting dalam hal penentuan juara ISC 2016 ini. Penampilan mereka di Stadion Mandala dan Stadion Kanjuruhan pada pekan ke-34 nanti akan menentukan nasib Arema dan Persipura sebagai calon juara ISC 2016. Persib dengan kekuatan serangan mereka dari sayap, serta PSM yang semakin trengginas bersama calon pangeran baru, Rasyid Bakri, tentu akan membuat drama perebutan juara ISC ini menjadi lebih menarik.

**

Tidak ada yang bisa menduga hasil akhir apa yang akan terjadi pada akhir ISC nanti, meski sebenarnya prediksi tentang Arema dan Persipura yang akan menjadi dua kuda pacu dalam ISC 2016 sudah pernah diutarakan sebelumnya. Hanya saja, khusus untuk Arema, harapan itu menjadi samar, walau belum sepenuhnya hilang.

Komentar