Slovakia dan Wales, Calon Penghambat Inggris di Grup B

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Slovakia dan Wales, Calon Penghambat Inggris di Grup B

Grup B Piala Eropa 2016 adalah grup yang menarik. Bukan hanya karena grup ini mempertemukan dua negara dari Britania Raya, Inggris dan Wales, melainkan grup ini menjanjikan sebuah persaingan yang merata, dan semua tim memiliki peluang yang sama untuk lolos.

Loh, bukannya ada Inggris yang dominan di sana? Harusnya Inggris bisa dengan mudah untuk lolos dong ke babak selanjutnya? Eits, tunggu dulu. Jangan terlalu mendewakan Inggris dalam grup ini. Nama-nama seperti Slovakia, Rusia, dan Wales pun perlu untuk ditelisik lebih jauh perihal peluang mereka untuk lolos.

Inggris, Di Tengah Kegamangan dan Tekanan

Inggris adalah negara yang paling dijagokan akan lolos dari grup B ini. Melihat materi-materi pemain yang dibawa ke Prancis, sederet pemain-pemain muda yang enerjik dan tampil trengginas bersama klub-klubnya musim lalu menjadi bagian dari skuat Inggris untuk Piala Eropa 2016 ini.

Eric Dier, Dele Alli, Kyle Walker, Danny Rose, dan Harry Kane yang tampil mengesankan bersama Tottenham Hotspur sepanjang musim 2015/2016 masuk skuat Inggris untuk Piala Eropa 2016. Nama-nama pemain muda lain seperti John Stones, Raheem Sterling, dan si bocah ajaib Marcus Rashford juga dipanggil masuk timnas Inggris untuk Piala Eropa 2016.

Skuat The Three Lions juga menjadi semakin berwarna setelah nama debutan seperti Jamie Vardy dan nama kontroversial macam Jack Wilshere dipanggil masuk. Jangan lupakan sang kapten, Wayne Rooney, yang juga sempat mengundang tanya apakah dirinya masih pantas dipanggil masuk skuat timnas ataupun tidak.

Dengan banyaknya nama seperti ini, Hodgson pun sempat dilanda kegamangan. Dalam beberapa laga persahabatan, ia kerap mengutak-ngatik susunan pemain dan juga formasi dari timnas Inggris. Bahkan, sampai pertandingan persahabatan yang terakhir kemarin melawan Portugal, Hodgson masih bingung akan susunan starting line-up yang nanti akan ia pakai.

Kegamangan ini tentunya berbahaya, dan bisa saja berakibat buruk bagi timnas Inggris. Belum lagi tekanan yang menyertai mereka dari FA, yang katanya sudah meramalkan bahwa timnas Inggris akan menjadi juara. Mungkin saja rekor pertandingan Inggris yang bagus di kualifikasi akan lenyap tak berbekas saat putaran final Piala Eropa 2016 nanti, seperti halnya yang terjadi saat Piala Dunia.

Wales sebagai Calon One-Man Team

Nama Wales patut diperhitungkan juga dalam persaingan di grup B ini. Kembali tampil dalam ajang besar setelah terakhir kali tampil pada Piala Dunia 1958, tim yang bertetangga dengan Inggris ini tentunya diselimuti dengan semangat membara untuk meraih prestasi terbaik dalam ajang Piala Eropa 2016 ini.

Apalagi, mereka memiliki nama besar dalam skuat mereka. Siapa lagi kalau bukan pemain mahal bernama Gareth Bale. Bukan hanya harganya yang mahal, dirinya pun baru saja mengalami musim yang menyenangkan di Madrid dengan mengantarkan Los Blancos meraih Undecima.

Namun, kehadiran Bale ini seperti menjadi dua sisi mata uang bagi Wales. Dengan kasus yang mirip seperti Cristiano Ronaldo di Portugal ataupun Lionel Messi di Argentina, Bale bisa saja menjadi seorang lone fighter bagi timnas Wales. Kemampuan Bale memang tidak bisa disangsikan. Tapi, kalau ia hanya bekerja sendirian, ia tentunya akan sulit untuk membawa Wales berbicara banyak dalam ajang Piala Eropa.

Pekerjaan rumah bagi Chris Coleman adalah harus menemukan formula yang pas untuk mengakomodir kemampuan Gareth Bale. Toh, Wales pun bukan hanya Bale saja. Ada pemain bagus lain seperti Aaron Ramsey, Joe Allen, ataupun Ashley Williams yang dapat menopang kerja dari seorang Bale.

Tim Versatile, Slovakia

Mungkin satu-satunya prestasi mentereng yang pernah Slovakia raih adalah saat mereka berhasil maju ke babak 16 besar Piala Dunia 2010, dengan mengalahkan sang juara bertahan Italia ketika itu. Setelah itu, nama negara yang juga merupakan bekas negara pecahan Yugoslavia ini seperti tenggelam ditelan bumi.

Muncul kembali dengan kekuatan baru dalam kualifikasi Piala Eropa 2016, mereka mampu menjadi pesaing bagi Spanyol dan Ukraina yang juga merupakan lawan berat mereka dalam kualifikasi. Lolos sebagai runner-up grup C babak kualifikasi Piala Eropa 2016, mereka adalah tim yang patut diperhitungkan.

Slovakia memiliki pemain-pemain berbakat. Selain tentunya nama-nama terkenal macam Marek Hamsik, Juraj Kucka, Martin Skrtel, dan Vladimir Weiss, ada juga nama Miroslav Stoch dan Adam Nemec yang merupakan pemain yang dapat menyajikan ancaman bagi lawan.

Selain itu, Slovakia juga dikenal sebagai tim yang versatile, yaitu tim yang dapat beradaptasi melawan berbagai lawan. Bukti sahihnya adalah saat mereka menumbangkan Jerman dalam laga persahabatan. Slovakia yang pada awalnya digempur habis-habisan mampu beradaptasi dengan baik di tengah-tengah pertandingan dan berbalik unggul untuk kemudian meraih kemenangan.

Rusia yang Masih Butuh Pengalaman

Dahulu, Rusia pernah mengejutkan Eropa dengan menjadi semifinalis Piala Eropa 2008. Namun, Rusia yang sekarang bukanlah Rusia yang dahulu ditangani oleh seorang Guus Hiddink. Tim Beruang Merah seolah melempem dan entah kenapa sulit bersaing dengan tim-tim Eropa lain.

Dalam ajang Piala Dunia 2014, mereka tidak mampu berbicara banyak. Bersaing dengan Belgia, Aljazair, dan Korea Selatan di grup H, mereka hanya mampu meraih dua kali hasil imbang dan sekali kalah, yang membuat mereka tidak lolos ke babak selanjutnya.

Masalah yang mereka alami salah satunya sudah dengan jelas diutarakan oleh seorang Fabio Capello. Rusia kekurangan talenta berbakat yang memiliki pengalaman bertanding dalam liga yang kompetitif. Pemain-pemain Rusia yang sekarang dipanggil masuk timnas adalah pemain-pemain yang tidak merumput di liga kompetitif Eropa.

Hal ini mengakibatkan mereka sulit untuk melawan pemain lain yang pernah mencicipi kompetisi yang lebih kompetitif dari Russian Premier League. Contoh paling sahih adalah, saat Zenit St. Petersburg, yang banyak diisi oleh pemain timnas Rusia, takluk dari Benfica dalam babak 16 besar Liga Champions Eropa. Ini adalah akibat dari para pemain Rusia yang tidak merasakan aroma kompetisi yang kompetitif.

Nama-nama yang ada seperti Artem Dzyuba, Alexander Kokorin, dan sang kiper Igor Akinfeev adalah pemain-pemain yang setidaknya akan membawa Rusia tampil lebih baik. Ada juga nama-nama lawas seperti Dmitri Torbinsky, Roman Shirokov, dan Sergei Ignashevich yang pernah merasakan manisnya lolos ke semifinal Piala Eropa 2008. Kalau mereka tampil baik, setidaknya Rusia masih bisa berjuang di grup B ini.

Peluang Lolos dan A Must See Match

Jika melihat dari kekuatan skuat, tentunya Inggris dijagokan untuk lolos dari grup B ini, mungkin didampingi antara Slovakia atau Wales. Rusia mungkin tidak akan berbicara terlalu banyak, kecuali sang pelatih menemukan ramuan yang pas untuk timnya yang tidak diisi oleh pemain-pemain berpengalaman.

Namun, tidak menutup kemungkinan, Slovakia akan menyajikan sebuah kejutan tak terduga. Pun dengan Wales. Kedua tim ini adalah tim yang memiliki kesempatan besar untuk menghambat, atau malah menggagalkan langkah Inggris untuk melaju ke babak selanjutnya. Terkhusus Slovakia, dalam laga persahabatan mereka menggasak Jerman dengan skor 1-3.

Kalau Inggris tidak waspada dan tidak menampilkan permainan terbaik, mereka mungkin saja akan menjadi tim yang angkat koper pertama kali. Hodgson harus segera menyelesaikan kegamangannya dan juga mengatasi tekanan berat yang melanda skuat The Three Lions.

Pertandingan yang layak dinantikan di grup B ini, selain tentunya derby of Great Britain antara Inggris dan Wales, adalah pertemuan antara Slovakia dan Wales. Mengapa? Karena bisa saja pertandingan ini akan menjadi penentu siapa yang akan menemani Inggris lolos dari grup B. Dengan catatan, Inggris bermain tanpa cela seperti saat babak kualifikasi.

Komentar