Der Klassiker: Tetap Sama dengan Bonus Drama

Analisis

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Der Klassiker: Tetap Sama dengan Bonus Drama

Bundesliga nampaknya benar-benar tahu cara memanjakan para penikmat sepakbola di seluruh dunia. Selepas jeda internasional yang membosankan, sepakbola Jerman menyuguhkan salah satu menu terbaik mereka; BV Borussia Dortmund melawan FC Bayern München dalam der Klassiker edisi ke-92 di Bundesliga.

Setelah para penikmat sepakbola kesebelasan menyentuh nadir, Bundesliga membawa mereka ke zenith. Namun banyak pihak sangsi pertandingan kali ini mampu memenuhi ekspektasi der Klassiker yang (selalu) tinggi. Pantaskan demikian?

Semua pesimisme ini dapat dimaklumi karena jarak antara Dortmund dan Bayern cukup jauh: tiga puluh satu angka. Sepuluh kemenangan Dortmund yang disertai sepuluh kekalahan Bayern pun tidak akan membuat die Schwarzgelben melampaui posisi Bayern. Dortmund dan Bayern tidak sedang bersaing secara langsung, namun kondisi tersebut rasanya tidak akan menurunkan nilai pertandingan nanti malam.

Jika Bayern memandang pertandingan nanti malam sebagai hal biasa, jika Bayern dengan santai meladeni Dortmund karena mereka berada di tempat yang aman – sepuluh poin di atas pesaing terdekat mereka, VfL Wolfsburg – mereka tentunya tidak memaksakan diri berlatih di bawah derasnya hujan dan kencangnya angin Badai Niklas hanya untuk menghadapi sebuah kesebelasan yang selama Winterpause (jeda musim dingin) berada di zona degradasi; tepatnya satu posisi di atas juru kunci. .

Lagipula, walaupun der Klassiker nanti malam sepintas nampak lebih buruk dari biasanya, tetap ada sisi terang yang dapat dilihat darinya. Jika pembandingnya adalah pertandingan serupa edisi Hinrunde (putaran pertama), pertandingan nanti malam jelas lebih menjanjikan.

Saat mengunjungi kandang Bayern pada hari pertama di bulan November tahun lalu, Dortmund hanya membawa tujuh angka dari sembilan pertandingan pertama mereka di ajang Bundesliga musim 2014/15. Ditambah lagi, enam dari tujuh angka tersebut mereka raih dari pekan kedua dan ketiga; jauh sebelum berhadapan dengan Bayern.

Dortmund bertandang ke München sebagai penghuni peringkat ke-15 yang baru saja menderita empat kekalahan beruntun dalam rangkaian enam pertandingan tanpa kemenangan. Bayern, sementara itu, menjamu rival mereka dengan rasa percaya diri yang mereka kumpulkan lewat enam kemenangan dalam rangkaian sembilan pertandingan tak terkalahkan.

Di hadapan 71. 137 pasang mata yang memadati Allianz Arena, Bayern pun meraih kemenangan kesepuluh mereka di Bundesliga musim ini. Setelah pertandingan ini, Bayern semakin kokoh di puncak sementara Dortmund perlahan tapi pasti terus mengalami penurunan posisi sehingga sempat beberapa lama berada di dasar klasemen.

Begitu memasuki Rückrunde, peruntungan Dortmund berubah. Mereka memang hanya mampu meraih satu angka dari dua pertandingan pertama selepas jeda (sama seperti Bayern yang memulai putaran kedua dengan kekalahan 1-4 dari Wolfsburg sebelum bermain imbang melawan FC Schalke 04) namun dalam empat pertandingan setelahnya Dortmund selalu menang. Saat ini Dortmund berada di peringkat kesepuluh, lebih baik dari posisi mereka ketika terakhir kali berhadapan dengan Bayern.

Bayern sendiri tidak begitu saja dapat dikatakan berada dalam kondisi yang baik. Benar memang mereka merespons hasil kurang memuaskan tersebut dengan enam kemenangan beruntun yang dihiasi dua puluh tujuh gol ke gawang lawan, empat clean sheet, dan hanya dua kali kebobolan. Namun mereka juga baru saja kembali menderita kekalahan; 0-2 saat menjamu Borussia Mönchengladbach.

Bayern memang baru dua kali menderita kekalahan musim ini, namun keduanya terjadi di putaran kedua dan satu di antaranya terjadi tepat sebelum mereka harus bertandang ke Dortmund. Berlawanan dengan Bayern, Dortmund mengantungi kemenangan tandang 3-2 dari pertandingan terakhir mereka di ajang Bundesliga, melawan Hannover 96.

Walau demikian hal tersebut nampaknya tidak serta merta membuat Bayern berada dalam kondisi mental yang tidak lebih baik dari Dortmund. Jika Bayern mampu merespons kekalahan 1-4 dari Wolfsburg dengan mengumpulkan 19 dari 21 angka yang mungkin diraih, tentunya mereka mampu kembali merespons kekalahan dari Mönchengladbach dengan hasil positif. Fakta bahwa lawan pertama yang mereka hadapi setelah kalah adalah Dortmund hanya akan membuat Bayern semakin bersemangat.

Di Signal Iduna Park nanti malam Bayern akan tampil tanpa Arjen Robben dan Franck Ribéry sehingga peran penyerang sayap kemungkinan besar akan dimainkan oleh Thomas Müller dan eks anak emas Dortmund, Mario Götze. Keduanya akan bermain di lini yang sama dengan Robert Lewandowski yang, sama seperti Götze, sempat lama menjadi pujaan para pendukung setia Dortmund. Absennya Robben dan Ribéry membuka jalan terciptanya drama.

Selain Robben dan Ribéry, Bayern juga kehilangan David Alaba yang menderita cedera ketika bermain untuk tim nasional Austria. Kabar baiknya, Philipp Lahm mungkin sudah lebih bugar untuk bermain sejak menit pertama.

Dortmund sendiri kemungkinan besar akan memanfaatkan kecepatan dua pemain yang belakangan makin padu, Marco Reus dan Pierre-Emerick Aubameyang, untuk melancarkan serangan balik terhadap Bayern yang bermain tinggi menekan. Shinji Kagawa yang perlahan tapi pasti mulai kembali ke permainan terbaiknya siap menyokong Reus dan Aubameyang dengan umpan-umpan yang memanjakan.

Der Klassiker nanti malam nampaknya akan tetap sama dengan edisi-edisi sebelumnya, terlepas dari langsung atau tidaknya Dortmund dan Bayern bersinggungan dalam persaingan.

Komentar