PSS Sleman: Perombakan Skuad dan Modal Cambukan dari Suporter

Analisis

by Arienal A Prasetyo

Arienal A Prasetyo

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

PSS Sleman: Perombakan Skuad dan Modal Cambukan dari Suporter

PSS Sleman menjalani musim yang buruk pada Liga 1 2022/2023. Mereka menempati posisi 16 klasemen akhir dengan hanya meraup 34 poin dengan rincian 10 kemenangan, 4 hasil seri, dan 20 kali kekalahan. Bahkan, di paruh kedua, mereka sempat kalah tujuh kali beruntun.

Bersama Dewa United, tim kebanggan kabupaten Sleman itu menempati posisi kedua tim yang paling sedikit mencetak gol, yakni 34 gol. Di bawah mereka ada Arema FC yang hanya mencetak 32 gol.

Tim berjuluk Elang Jawa itu pun menempati posisi kedua tim yang paling banyak kebobolan. Mereka kebobolan 57 gol, lebih sedikit dari RANS Nusantara FC yang kebobolan 80 gol.

Musim lalu, Seto Nurdiyantoro mendapat kritik keras dari supporter karena penampilan PSS yang kurang maksimal. Beruntung bagi PSS karena musim lalu batal menggunakan sistem degradasi. Seto tidak didepak dari awal hingga akhir musim.

Menjelang musim baru, PSS melakukan banyak perombakan. Mereka mendatangkan pelatih asal Rumania, Marian Mihail. Super Elja juga mendatangkan banyak pemain baru dan melepas pemain musim lalu yang kurang maksimal.

Baca Juga:

Barito Putera: Langganan Zona Degradasi Lagi?

Di posisi penjaga gawang, mereka mendatangkan pemain asal Filipina sekaligus menggenapi satu kuota pemain Asean, yakni Anthony Pintus.

Pemain asal Brasil, yakni Thales Lira, direkrut dari Centro Sportivo Alagoano (tim yang berlaga di Serie C Brasil), untuk memperkuat lini belakang. Di lini tengah, mereka mendatangkan Jonathan Bustos yang musim lalu berseragam Borneo FC. Selain itu, pemain asal Jepang yang berposisi sebagai gelandang serang, Kei Sano, didatangkan dari Sirens FC (tim Liga Malta).

Di posisi striker, pemain asal Ukraina Yevhen Bokhasvili masih tetap dipertahankan untuk mengarungi musim 2023/2024.

PSS pun mempertahankan beberapa pemain lokal dari skuad musim lalu. Mereka di antaranya adalah striker Ricardo Cawor, Irkham Mila, Hokky Caraka, Derry Rachman, Dave Mustaine, Todd Ferre, Ifan Nanda, dan Kim Kurniawan. Selain itu, amunisi lokal lain pun mereka datangkan untuk menambah kedalaman skuad.

Pemain gaek Abduh Lestaluhu yang berposisi sebagai bek sayap kiri didatangkan dari Persis Solo. Pemain yang tak kalah gaeknya, yakni Leonard Tupamahu, diterbangkan dari Bali United. Di sektor gelandang bertahan, mereka merekrut Wahyudi Hamisi dari Borneo FC.

Namun, ketika musim belum dimulai, PSS sudah dilanda masalah. Marian Mihail mengeluhkan ia tak mempunyai penerjemah untuk menerjemahkan arahannya kepada pemain. Hal ini ia sampaikan setelah PSS menjalani laga uji coba di Stadion Maguwoharjo. Kebutuhan penerjemah ini pula yang terus disinggung oleh penggemar Elang Jawa.

“Saya punya pemain yang pintar, mereka bukan tidak mengerti soal bahasa Inggris. Ada beberapa yang bisa menerjemahkan, tapi di lapangan mereka jauh makanya susah. Saya butuh penerjemah di lapangan yang bagus,” kata pelatih berusia 65 tahun itu dilansir dari Harian Jogja.

Baca Juga:

Di Bawah Asuhan Gilbert Agius, Rekor Mahesa Jenar Kurang Bagus

Dari sisi pemain, Wahyudi Hamisi mengaku bahasa tidak terlalu menjadi kendala di lapangan meski beberapa pemain tidak bisa mengerti maksud pelatih.

“Sebenarnya tidak masalah (bahasa). Namun kalau kami enggak ngerti, kadang tanya ke Kim (Kurniawan) atau ke kapten,” ujarnya.

Elang Jawa sejauh ini sudah melakukan dua kali laga uji coba, yakni melawan Borneo FC dan Barito Putera. Melawan Pesut Etam pada Minggu (11/6/2023), PSS takluk 0-1, sedangkan pada Sabtu (17/6/2023), PSS bermain imbang 1-1 menghadapi Laskar Antasari.

PSS mendapat kritik keras saat menghadapi Barito. Dalam laga uji coba itu, permainan cukup keras sehingga satu pemain Elang Jawa, yakni Todd Ferre, harus menerima kartu merah. Dalam dua laga uji coba itu, di samping tidak meraih kemenangan, PSS belum menampilkan permainan yang meyakinkan.

Super Elja pun kembali meraih hasil imbang kala menjamu Persib Bandung dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Minggu (25/6/2023). Maung Bandung unggul terlebih dahulu lewat gol David da Silva di menit 48’, sebelum Super Elja mampu menyamakan kedudukan di menit 78’ melalui gol Wahyudi Hamisi.

Meski komposisinya sudah bisa diprediksi, kerja sama tim masih menjadi pekerjaan rumah bagi Mihail.

Di posisi penjaga gawang, Pinthus akan menjadi andalan yang dilapisi M Ridwan. Di posisi bek, Thales tampaknya akan diduetkan dengan Tupamahu. Mereka akan diapit Abduh Lestaluhu di bek sayap kiri dan Ibrahim Sanjaya di bek sayap kanan.

Sementara itu, di posisi gelandang bertahan akan ditempati Kim Kurniawan atau Wahyudi Hamisi yang akan menyokong Jonathan Bustos sebagai pengatur serangan dan Kei Sano yang ditempatkan di belakang striker yang sepertinya akan dibebankan kepada Yevhen. PSS pun memiliki sayap lincah dalam diri Todd Ferre, Irkham, serta Cawor. Pemain-pemain itu akan menjadi andalan di sisi sayap Elang Jawa.

Jangan lupakan pula bahwa PSS mempunyai pendukung yang dikenal militan dan kritis. Jika mereka tampil mengecewakan, maka suporter mereka akan memberi cambukan – bukan saja kepada tim, melainkan manajemen. Hal ini bukannya tidak pernah terjadi. Pada 2021, suporter PSS pernah meneriakan pelatih Dejan Antonic untuk keluar, bersamaan dengan tuntutan mundur kepada Marco Gracia Paulo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT PSS.

Bukan tujuan sebuah tim untuk membuat suporter mereka kecewa dan PSS harus mengingat hal itu.

Komentar