Togo Dihukum karena Ditembaki

Backpass

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng !

Togo Dihukum karena Ditembaki

Kelamnya Januari-Glenn Fredly tak ada apa-apanya dibanding Januari sepakbola Togo. Pada 30 Januari 2010, tim nasional sepakbola Togo dijatuhi hukuman tak boleh ambil bagian dalam dua gelaran Piala Afrika oleh Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) – ini sama saja dengan sudah jatuh, tertimpa tangga.

Ceritanya begini: Pada 8 Januari 2010, bus yang mengangkut tim nasional Togo diberondong tembakan begitu memasuki Cabinda, Angola, setelah melewati perbatasan Angola-Republik Kongo. Bus tersebut dalam perjalanan untuk menghadiri Piala Afrika 2010, yang digelar di Angola pada 10 hingga 31 Januari 2010. Mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut adalah kelompok pemberontak Front Pembebasan Enclave Cabinda (FLEC).

Per saat itu, Pemberontak Cabinda sudah terlibat konflik dengan Angola selama 30 tahun. Pemicunya adalah pengerukan minyak di wilayah tersebut, dan bagi hasil yang dinilai tidak adil. Serangan Pemberontak Cabinda menewaskan tiga orang: pengemudi bus, Mario Adjoua; asisten pelatih kepala timnas Togo, Abalo Amelete; dan seorang media officer, Stanislas Ocloo. Penjaga gawang timas Togo, Kodjovi Obilale terluka dan harus dioperasi.

Timnas Togo dilanda gundah: haruskah meneruskan perjalanan dan tetap ambil bagian dalam kejuaraan, mengingat pemain-pemain yang tersisa masih cukup mumpuni, atau pulang dan berduka – serangan tersebut, bagaimanapun, mengguncang semua yang selamat.

Togo kemudian memutuskan untuk pulang atas instruksi pemerintahnya, sehingga praktis mundur dari keikutsertaannya di Piala Afrika 2010. Dikhawatirkan juga terjadi serangan lanjutan selama berjalannya Piala Afrika di Angola. Keamanan kejuaraan dipertanyakan.

"CAF mengutuk serangan tersebut dan memberikan dukungan total kepada tim Togo. CAF telah memahami dengan sempurna keputusan pemain untuk tidak berpartisipasi di dalam kompetisi," tulis pernyataan Federasi Sepakbola Benua Afrika (CAF) pada waktu itu, seperti dikutip dari Telegraph.

Emmanele Adebayor Setelah Terjadi Penyerangan Terhadap Bus Togo.

Tapi CAF juga menilai ada campur tangan politik dalam kepulangan Togo, mengingat itu adalah instruksi pemerintah. Maka dari itu, pada 30 Januari 2010, CAF menghukum Togo dengan larangan mengikuti Piala Afrika (African Cup of Nations) 2012 dan Kejuaraan Afrika (African Nations Championship) 2014.

"Oleh karena itu sebuah keputusan telah diambil untuk menangguhkan tim nasional Togo pada dua edisi Piala Afrika berikutnya dengan denda 50 ribu dolar AS dijatuhkan kepada Asosiasi Sepakbola Nasional Togo, sesuai dengan pasal 78 Piala Afrika Angola 2010," tulis pernyataan CAF.

Pada pasal 78 itu juga tertera bahwa minimal ada 20 hari sebelum dimulainya kompetisi atau sebuah pertandingan jika adanya pembatalan berlaga; Serangan terhadap bus Togo itu terjadi tiga hari sebelum pertandingan dan menyebabkan kerugian finansial penyelenggara.

Keputusan CAF itu membuat Togo kecewa dan disarankan untuk mengajukan banding. "Kami adalah sekelompok pemain sepakbola yang mendapatkan ancaman dan sekarang kami tidak bisa bermain sepakbola lagi, mereka menghancurkan kami," ujar Thomas Dossevi yang merupakan gelandang Togo saat itu, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Togo harus mengajukan banding atas penangguhan tersebut. Ketika kami mengatakan bahwa kami akan pulang karena berkabung selama tiga hari, mereka mengatakan bahwa mereka (CAF) bersama kami dalam cobaan ini dan sekarang mereka menghukum kami," sambungnya.

Hukuman yang diberikan CAF kepada Togo juga membuat Emmanuel Adebayor memutuskan pensiun dari timnas. Padahal Adebayor sendiri merupakan daya tarik dari sepakbola Afrika atas kariernya bersama kesebelasan-kesebelasan besar di Eropa yang saat itu ia sedang memperkuat Manchester City.

Tim khusus untuk banding untuk CAF pun disiapkan Federasi Sepakbola Togo (FTF). Apalagi saat itu Presiden sementara FTF, Seyi Memene, merupakan Wakil Presiden CAF itu sendiri. Hukuman dan banding tersebut membuat konflik di tubuh FTF karena memberikan tekanan tersendiri kepada Memene.

Bahkan tersiar kabar bahwa pemerintah Togo akan menuntut CAF jika tidak mempertimbangkannya. CAF dianggap tidak memiliki rasa kemanusiaan dan telah menghina orang-orang yang kehilangan nyawa dan trauma karena Piala Afrika. Sementara salah satu alasan utama yang bisa diajukan banding adalah kesalahan CAF itu sendiri.

"Kami mengambil tindakan hukum karena rekan-rekan kami terbunuh karena kesalahan Konfederasi Sepakbola Afrika dan presidennya, Issa Hayatou. Juga melawan negara bagian Angola karena membahayakan rekan-rekan kami dengan menyelenggarakan Piala Afrika ini di zona perang," ujar Alexis Aquereburu, pengacara yang mewakili Togo.

Akhirnya banding itu melahirkan hasil positif bagi kesebelasan berjuluk Les Eperviers (Si Burung Gereja) tersebut. CAF mencabut hukuman Togo sehingga bisa mengikuti Piala Afrika 2012 yang dilaksanakan di Guinea dan Gabon.

"Atas permintaan Presiden Issa Hayatou memutuskan untuk mencabut penangguhan yang mencegah Togo untuk bermain di Piala Afrika yang akan datang. Setelah pencabutan sanksi tersebut, Togo sekarang kembali di babak kualifikasi Piala Afrika 2012," tulis pernyataan CAF seperti dikutip dari BBC.

Togo sendiri masuk ke grup K Kualifikasi Piala Afrika bersama Tunisia, Botswana, Chad, dan Malawi. Namun, Togo tidak lolos karena berakhir di peringkat empat. Pada kualifikasi itu juga kekuatan Togo berkurang karena tak lagi diperkuat Adebayor.

Akan tetapi, Adebayor mencabut keputusannya dan kembali memperkuat Togo pada 22 Maret 2011. Kemudian Adebayor dkk baru bisa kembali lolos ke Piala Afrika yang diselenggarakan di Afrika Selatan pada 2014. Di sana, Togo berhasil mencapai perempat final.

(pik)

Komentar