Bermulanya Kegilaan Arsenal Bersama Arsene Wenger

Backpass

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Bermulanya Kegilaan Arsenal Bersama Arsene Wenger

Pada tanggal 1 Oktober 2016, Wenger merayakan 20 tahunnya menjadi manajer Arsenal. Ya, Wenger sudah menangani Arsenal sejak 1996 silam.

Sebenarnya penunjukan Wenger telah dikonfirmasi pada tanggal 28 September 1996. Namun menurut arsenal.com, hari pertama manajer berkebangsaan Prancis tersebut bekerja sebagai manajer Arsenal adalah pada tanggal 1 Oktober 1996.

Penunjukkan Wenger sebagai manajer baru Arsenal kala itu sebenarnya cukup menyita perhatian Inggris. Karena tak seperti sekarang yang namanya begitu dikenal dunia, saat itu memang tak banyak yang mengetahui sepak terjang Wenger. Harian Evening Standard saja sampai memberikan judul "Arsene Who?" saat Arsenal secara resmi memperkenalkan Wenger sebagai manajer baru mereka.

Motif di balik penunjukkan Wenger sebagai pelatih baru Arsenal saat itu bukan karena ia mirip dengan pelatih Arsenal yang digantikannya, Bruce Rioch. Disinyalir, terpilihnya Wenger yang menghapuskan rumor bahwa Johan Cruyff merupakan pengganti Rioch itu karena kedekatan Wenger dengan vice-chairman Arsenal saat itu, David Dein, yang mana keduanya bertemu saat Arsenal menghadapi Queen Park Rangers pada 1988.

Sebelum menangani Arsenal, Wenger baru saja meraih J-League Super Cup bersama Nagoya Grampus. Kala itu adalah musim keduanya Wenger berkarier sebagai pelatih di Jepang. Namun dengan tambahan pelatih terbaik J-League 1995, itu sudah cukup bagi Dein untuk menunjuknya sebagai pelatih baru Arsenal.

Kapten kesebelasan Arsenal saat itu, Tony Adams, sempat meragukan kapabilitas Wenger. Meski memiliki prestasi pernah membawa AS Monaco menjuarai Ligue 1 1987-1988 dan Coup de France pada 1990-1991, Wenger benar-benar kurang familiar bagi sepakbola Eropa, khususnya Inggris.

"Awalnya, saya berpikir, apakah Orang Prancis Ini mengetahui sepakbola? Ia menggunakan kaca mata seperti seorang guru sekolah," ujar Adams seperti yang ditulis theguardian. "Lalu, apakah ia bisa dengan jelas berbicara bahasa Inggris?"

Tapi seharusnya saat itu Adams tak perlu khawatir soal kemampuan berbahasa Wenger. Karena pada kenyataannya, manajer kelahiran kota Strasbourg ini fasih menguasai lima bahasa Eropa, dan juga bisa berbahasa Jepang.

Meskipun begitu, hal tersebut malah menjadi ledekan Sir Alex Ferguson yang saat itu masih menangani Manchester United. "Mereka bilang ia [Wenger] merupakan seseorang yang pintar, benar? Berbicara lima bahasa. Saya memiliki bocah berusia 15 tahun asal Pantai Gading yang juga bisa berbicara lima bahasa."

Keraguan pada Wenger saat itu memang datang dari segala arah. Saat itu pun masih ada anggapan bahwa Liga Inggris hanya bisa dimenangkan oleh manajer dari Britinia. Anggapan ini muncul karena Ârang asing tak paham benar kultur sepakbola Britania.

Wenger tentunya mendapatkan tekanan besar atas asumsi tersebut. Apalagi Arsenal yang kala itu baru meraih 10 kali juara Liga Inggris, selalu dipimpin oleh manajer asal Britania. Ia pun diprediksi tak akan sesukses George Graham, manajer asal Skotlandia yang membawa Arsenal meraih tujuh trofi juara, termasuk UEFA Cup Winners Cup.

"Arsenal mungkin sedikit gila dengan menunjuk saya yang tak memiliki nama, orang asing, dan tak ada sejarah yang bagus. Tapi mereka memang harus seperti itu, mungkin bukan gila, tapi berani," ujar Wenger pada 2009.

Perjudian itu ternyata membuahkan hasil. Pada musim keduanya, Arsenal berhasil menjuarai Liga Primer Inggris, atau juara liga ke-11 Arsenal. Pada 2002 dan 2004, Wenger pun kemudian menambah dua trofi Liga Primer Inggris lainnya, dengan rekor yang sampai sekarang belum bisa terpecahkan: tak terkalahkan sepanjang musim 2003-2004.

Baca juga:

Memahami Kejeniusan Arsene Wenger pada Bursa Transfer

Tiga Gol Wengerball

Bagaimana Caranya Agar Arsenal Menjadi No.1 di Dunia?


Keberhasilan Wenger itu bisa dibilang menjadi era baru bagi Liga Primer Inggris. Karena dengan adanya `manajer asing` yang sukses di Inggris, mulai banyak pula kesebelasan Inggris mendatangkan manajer asing. Bahkan sekarang mulai bergelimpangan manajer asing di Liga Primer Inggris.

Kini, meski Wenger hanya memberikan tiga trofi Liga Primer Inggris, enam trofi Piala FA, dan enam trofi Charity Shields, Wenger masih menjadi sosok yang berdiri di pinggir lapangan saat Arsenal menjalani laga. Ya, ketika pendukung MU mulai mengenal sosok David Moyes dan Louis van Gaal pasca er Sir Alex Ferguson, pendukung Arsenal masih berharap besar pada pelatih yang dijuluki Le Professeur ini.

Sebagaimana pun hasil baik atau buruk yang diterima Arsenal, yang telah bersama Wenger lebih dari 1000 pertandingan, jangan pernah berani berharap bahwa manajer terlama dan tersukses Arsenal ini akan diberhentikan (kontraknya habis akhir musim 2016/2017). Karena hal itu tampaknya hanya benar-benar akan terjadi jika Tuhan dan Wenger sendiri yang berkehendak.

foto: arsenalarsenal.net

Komentar