Timnas Jerman dalam Lima Kelompok Kecil

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Timnas Jerman dalam Lima Kelompok Kecil

Ke-23 pemain Tim Nasional Jerman untuk Piala Dunia 2018 dapat dibagi ke dalam lima kelompok: para pemain senior, pengganti muka lama, alumni piala konfederasi, mereka yang akhirnya tidak cedera, serta Mario Gomez, Matthias Ginter, dan Julian Draxler.

Pemain Senior Sekaligus Tulang Punggung Tim

Manuel Neuer, Mats Hummels, Sami Khedira, Mesut Ozil, Thomas Muller, Toni Kroos, dan Jerome Boateng sudah mengamankan masing-masing satu tempat di starting line-up sejak Piala Dunia 2014. Ketujuh pemain ini pun kembali menjadi pemain-pemain andalan Joachim Low di Piala Eropa 2016.

Begitu percaya Low kepada mereka sampai ketujuh nama di atas tidak disertakan di Piala Konfederasi 2017, kejuaraan pemanasan yang oleh Low diperlakukan sebagai ajang uji coba pemain-pemain muda dan muka-muka baru tim nasional. Begitu dalam pilihan skuat Low sampai tanpa tujuh pemenang Piala Dunia 2014 pun Jerman keluar sebagai juara Piala Konfederasi 2017.

Begitu percaya Low kepada setiap individu dalam kelompok ini sampai ia menjamin tempat utama untuk Neuer yang menepi selama 359 hari sepanjang musim 2017/18, melewatkan 54 pertandingan Bayern Munchen.

Kehadiran ketujuh juara dunia ini sangat diperlukan mengingat Jerman kehilangan sosok pemimpin dengan pensiunnya Philipp Lahm dan setelah Piala Dunia 2014 dan Bastian Schweinsteiger setelah Piala Eropa 2016, namun jaminan dan kepercayaan yang begitu besar untuk Neuer bisa menjadi bumerang untuk Low.

Pengganti Muka Lama yang Semakin Meyakinkan dari Kejuaraan ke Kejuaraan

Roman Weidenfeller memainkan kejuaraan terakhirnya bersama Tim Nasional Jerman di Piala Dunia 2014. Maka untuk Piala Eropa 2016, Jerman harus punya pengganti untuk posisi penjaga gawang kedua. Marc-Andre ter Stegen masuk. Ter Stegen pantas mendapat lebih dari itu, malah.

Tidak ada masalah dengan penampilan Neuer di Piala Eropa 2016 sehingga Ter Stegen sewajarnya menjadi pemain pelapis. Namun mengingat Neuer menghabiskan sepanjang musim 2017/18 dalam masa penyembuhan sementara Ter Stegen meraih gelar juara La Liga bersama Barcelona, tetap menjadi pilihan kedua tampak tidak adil.

Dua nama lain di kelompok ini, sementara itu, punya nasib berbeda. Joshua Kimmich yang digadang-gadang sebagai penerus Philipp Lahm di posisi bek sayap kanan tampil apik di Piala Eropa 2016. Performa serupa dia tunjukkan di Piala Konfederasi 2017. Pos paling kanan di lini pertahanan Jerman di Piala Dunia 2018 sudah pasti menjadi miliknya.

Pos paling kiri menjadi milik Jonas Hector. Dia masuk mengisi kekosongan pos bek sayap kiri Jerman, yang selama Piala Dunia 2014 diisi oleh Benedikt Howedes yang sejatinya adalah bek tengah. Hector tidak istimewa, namun sangat bisa diandalkan. Begitu bisa diandalkan sampai Low tetap membawanya ke Rusia walau per musim depan Hector akan bermain di Bundesliga 2.

Alumni Piala Konfederasi

Kevin Trapp, Marvin Plattenhardt, Leon Goretzka, Timo Werner, Antonio Rudiger, Niklas Sule, Julian Brandt, dan Sebastian Rudy sama-sama baru merasakan atmosfer kejuaraan sebagai pemain tim nasional Jerman di Piala Konfederasi 2017. Kedelapan pemain tersebut akan merasakan Rusia yang sebenarnya dalam beberapa hari, sebagai pemain Tim Nasional Jerman untuk Piala Dunia 2018.

Di antara kedelapannya, hanya Werner yang kemungkinan besar akan menjadi pemain utama. Werner akan dipercayai posisi penyerang tengah oleh Low yang menyukai pemain-pemain cepat. Selebihnya, terutama Trapp yang menjadi penjaga gawang ketiga dan Plattenhardt yang “hanya” lolos ke Piala Dunia karena Jerman kekurangan stok bek sayap bermutu, hanya akan menjadi pemain pengganti.

Namun itu tak seharusnya menjadi masalah bagi Goretzka, Rudiger, Sule, dan Brandt karena masih akan ada Piala Dunia 2022 untuk mereka, dengan catatan keempatnya mampu menjaga penampilan di level tertinggi. Entah dengan Rudy.

Mereka yang Akhirnya Tidak Cedera

Jerman melawan Armenia di pertandingan uji coba terakhirnya sebelum bertolak ke Brasil 2014. Tiga menit sebelum babak pertama usai, Marco Reus berlari kencang mengejar bola dalam penguasaan lawan. Yang berikutnya terjadi tidak menyenangkan bagi Reus maupun para pendukung sepakbola Jerman dan, tentu saja, Low.

Reus cedera dan tidak akan sembuh dalam waktu dekat. Jerman berangkat ke Brasil tanpanya, dan menjadi juara dunia tanpanya pula. (Seragam Reus, walau demikian, ikut dalam perayaan juara di Maracana; para pemain membawanya.)

Di Piala Eropa 2016 Reus kembali tidak ambil bagian karena cedera. Begitu pula dengan Piala Konfederasi 2017. Usia Reus sekarang sudah 29 tahun. Piala Dunia 2018 bisa jadi yang pertama sekaligus terakhir untuknya.

Begitu pula dengan Ilkay Gundogan, walau dia dua tahun lebih muda dari Reus. Gundogan hanya akan menjadi pelapis Khedira di Rusia, berbeda dengan Reus yang akan menjadi pemain utama. Namun memiliki pelapis sekelas Gundogan tentu tawaran menarik yang tak bisa ditolak Low. Bagi Gundogan—yang tidak dimainkan sepanjang Piala Eropa 2012 serta tidak ambil bagian di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016 karena cedera— sendiri, setiap menit di Rusia akan sangat berarti.

Mario Gomez, Matthias Ginter, dan Julian Draxler

Mario Gomez, Matthias Ginter, dan Julian Draxler sebenarnya bisa punya kelompok kecil mereka masing-masing, yang anggotanya adalah mereka sendiri. Cerita ketiganya berbeda.

Low tampaknya masih penasaran kepada Gomez, yang tidak bisa ikut ke Brasil karena cedera. Gomez ambil bagian di Piala Eropa 2016 namun Low tidak menyertakan Gomez di Piala Konfederasi 2017 karena ingin menguji kesiapan Sandro Wagner, namun pada akhirnya tetap memilih sang penyerang utama VfB Stuttgart ketimbang pelapis Lewandowski di Bayern.

Ginter, sementara itu, menjadi juara dunia tanpa satu menit pun jam terbang di Brasil 2014 dan semuanya tampak masuk akal ketika Low tidak menyertakannya di Piala Eropa 2016. Namun Low kembali menguji Ginter di Piala Konfederasi 2017 dan akhirnya memutuskan untuk membawa Ginter ke Rusia, walau ceritanya kurang lebih akan sama seperti Brasil.

Draxler sendiri istimewa karena satu hal: dia satu-satunya pemain Tim Nasional Jerman untuk Piala Dunia 2018 yang ambil bagian di Piala Dunia 2014, Piala Eropa 2016, dan Piala Konfederasi 2017. Tentu itu tidak berarti Draxler akan memainkan peran pemain utama, karena yang sudah pasti menjadi pemain utama justru mereka yang diistirahatkan di Piala Konfederasi. Namun di Piala Konfederasi pun Draxler bukan pemain sembarangan. Ia dipercaya memimpin tim Jerman yang berusia muda dan minim pengalaman. Draxler bisa menjadi jembatan antara generasi senior dan para pemain muda Jerman.

(Bonus) Kelompok Terakhir: Para "Penonton"

Ke-23 pemain Tim Nasional Jerman untuk Piala Dunia 2018 di atas sudah bisa dibagi ke dalam lima kelompok. Semua pemain di atas memiliki kualitas dunia yang sangat mencerminkan Jerman.

Namun masih ada satu kelompok tersisa. Kelompok ini diisi oleh Leroy Sane, Mario Gotze, Emre Can, Shkodran Mustafi, Bernd Leno, dan ternyata jika diabsen satu per satu waktunya tidak akan cukup sampai pembukaan Piala Dunia.

Jika Piala Dunia boleh menyertakan lebih dari 23 pemain, Jerman pasti masih kesulitan untuk memilih beberapa nama dari kelompok "bonus" ini.

Komentar