Malam-Malam Indah yang Pernah Dilalui Gianluigi Buffon

Cerita

by Sandy Firdaus 41684

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Malam-Malam Indah yang Pernah Dilalui Gianluigi Buffon

Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Albania pada Sabtu (25/3/2017) di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Gianluigi Buffon akan menyambut sesuatu yang spesial. Laga melawan Albania akan menjadi laga yang ke-1000 sepanjang kariernya sebagai pemain sepakbola.

Bersama Juventus, Parma, dan timnas Italia, Buffon sudah banyak melalui laga, baik itu yang berakhir sedih maupun bahagia dalam kariernya. Bersama Parma, klub profesional pertamanya, penjaga gawang kelahiran Carrara ini mencatatkan 220 laga di semua kompetisi. Bersama Juventus, ia mencatatkan 612 laga di semua kompetisi. Sedangkan bersama timnas Italia, Buffon sudah mencatatkan 167 laga di semua kompetisi.

Jika ditotal, dari semua laga tersebut, penjaga gawang yang juga berhasil membawa Italia juara dunia pada 2006 ini mencatatkan 999 laga. Laga melawan Albania pada Sabtu (25/3/2017) dini hari akan menjadi laga ke-1000 yang dijalani oleh Buffon.

Menyambut laga ke-1000 sepanjang kariernya, UEFA merilis malam-malam indah yang pernah dilalui oleh Gianluigi Buffon. Berikut adalah malam-malam indah tersebut.

Parma 0 vs 0 AC Milan (Serie A, 19 November 1995)

Malam 19 November 1995 adalah salah satu malam yang mungkin tidak akan dilupakan oleh Gianluigi Buffon. Pada malam tersebut, di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Buffon mencatatkan debutnya di Serie A bersama Parma. Apakah kesan yang ditinggalkan Buffon dalam laga tersebut? Selain berhasil menciptakan dua save gemilang, menggagalkan peluang dari George Weah dan ROberto Baggio, Nevio Scala, pelatih Parma saat itu, membeberkan pandangannya.

"Ketika ia mulai berlatih bersama kami, sampai akhirnya ia bertanding dalam pertandingan tersebut (melawan Parma), saya benar-benar tidak percaya. Saya pun bertanya kepada staf pelatih yang lain, "Apakah kalian melihat yang saya lihat?" Karena saya merasa ia akan menjadi penjaga gawang yang hebat."

Rusia 1 vs 1 Italia (Leg Pertama Babak play-off Piala Dunia 1998, 29 Oktober 1997)

Dua tahun berselang setelah mencatatkan debut di Serie A, Buffon mencatatkan debutnya bersama timnas Italia dalam leg pertama babak play-off Piala Dunia 1998 yang mempertemukan antara Rusia melawan Italia. Menggantikan Gianluca Pagliuca yang cedera pada menit ke-31, Buffon yang saat itu masih berusia 19 tahun mencatatkan beberapa save menawan, termasuk ketika berhasil menghalau tendangan Dmitri Alenichev. Tapi ia juga tidak bisa menghentikan gol bunuh diri Fabio Cannavaro saat itu.

Italia 1-1 Prancis, Italia Menang Lewat Adu Penalti 5-3 (Final Piala Dunia 2006, 9 Juli 2006)

Piala Dunia yang mungkin cukup berkesan untuk seorang Buffon. Hanya kebobolan dua gol sepanjang gelaran Piala Dunia yang dihelat di Jerman ini, ia sukses mengantarkan Italia menjadi juara. Laga melawan Prancis pada babak final adalah laga yang mungkin akan ia ingat.

Walau gagal menahan tendangan penalti dalam babak adu penalti (tendangan Trezeguet mengenai mistar gawang), dalam babak 2x45 menit ditambah 2x15 menit, ia sukses mencatatkan beberapa save menawan, termasuk menahan sundulan Zinedine Zidane pada masa extra time.

Bersambung ke halaman berikutnya

Komentar