Menyambut Rückrunde 2015/16

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Penanggung jawab rubrik PanditSharing dan Backpass. Penyunting naskah Cerita.

Menyambut Rückrunde 2015/16

Berikut rangkuman Hinrunde Bundesliga 2015/16: Bayern München mengamankan status Herbstmeister dengan cara yang nyaris mustahil. Borussia Dortmund bermain seolah musim lalu tak pernah terjadi. Hertha Berlin kesebelasan kejutan musim ini. Andre Schubert mencuri perhatian dari Pep Guardiola. Hamburger SV secara mengejutkan berada di posisi yang aman.

Berikut prediksi Rückrunde Bundesliga 2015/16: Bayern masih menempati posisi terdepan dalam perburuan gelar juara namun tidak mengejutkan jika pada akhirnya Bayern tidak menduduki peringkat teratas di akhir musim. Karena itu memang sangat mungkin terjadi.

Rangkuman Hinrunde

Bayern München menjuarai Bundesliga musim 2013/14 dengan selisih 19 angka dari peringkat kedua (Borussia Dortmund). Musim 2014/15 dengan selisih sepuluh angka (dari VfL Wolfsburg). Bayern tak hanya dominan; Bayern tampil dengan taktik dasar yang berbeda dalam kedua musim tersebut. Karenanya memasuki musim 2015/16, tampak mustahil Bayern kembali mendominasi dengan cara berbeda. Nyatanya masih belum ada yang dunia lihat dari Bayern. Musim ini Bayern kembali mengangkat standar permainan mereka.

Tepat di belakang Bayern adalah Dortmund. Seperti Bayern, Dortmund musim ini bermain lebih baik dari musim lalu atau musim-musim sebelumnya. Jauh lebih baik, malah. Sebelumnya Dortmund hanya kesebelasan agresif yang hanya bisa bermain menekan dan menyerang cepat. Musim ini Dortmund dapat menguasai bola dan membongkar pertahanan rapat tanpa meninggalkan karakteristik mereka di musim-musim sebelumnya. Dortmund tidak berubah; mereka menjadi lebih baik lewat penguasaan keahlian baru.

Secara mengejutkan, Hertha Berlin menduduki peringkat teratas di luar dua besar. Papan atas selalu berada di balik pintu yang tidak bisa Hertha lalui namun musim ini mereka telah menemukan kunci untuk membukanya: permainan efisien. Borussia Mönchengladbach, yang setelah menjalani 17 pertandingan tepat berada di belakang Hertha, meroket naik dari peringkat terbawah (hingga pekan kelima Mönchengladbach menduduki peringkat 18 karena lima kali kalah dalam lima pekan pertama) dengan mengganti Lucien Favre dengan Andre Schubert.

Hamburger SV, yang dalam dua musim terakhir selalu menduduki peringkat 16, tidak ada di zona degradasi. Tidak pula mereka menempati posisi play-off. Werder Bremen, Hannover 96, dan TSG Hoffenheim menduduki tiga peringkat terbawah sementara Hamburg berada di tempat yang cukup aman di peringkat kesepuluh; tujuh angka di atas posisi play-off degradasi dan tujuh angka di bawah peringkat terbawah zona Champions League.

Prediksi Rückrunde

Tidak mengejutkan jika Bayern München mengakhiri Bundesliga 2015/16 sebagai juara. Menariknya, akan sama tidak mengejutkannya jika mereka gagal. Ini serius. Kekalahan dari Borussia Mönchengladbach memang bukan kekalahan pertama Bayern musim ini; sebelumnya mereka pernah kalah dari Arsenal.

Namun kekalahan dari Mönchengladbach menimbulkan efek yang lebih parah, dan efek tersebut sedikit banyak menyoroti fakta bahwa Bayern, terlepas dari naiknya standar mereka musim ini, bukan kesebelasan yang sama sekali imun dari penurunan kualitas permainan.

Setelah kalah dari Arsenal, Bayern menang kandang 4-0 melawan FC Koln (Bundesliga), menang tandang 3-1 melawan juara bertahan DFB-Pokal, VfL Wolfsburg (DFB-Pokal), bermain imbang tanpa gol di kandang Eintracht Frankfurt (Bundesliga), dan membalas Arsenal 5-1 di Allianz Arena (Champions League).

Bandingkan itu dengan hasil dari empat pertandingan Bayern setelah kalah melawan Mönchengladbach: menang tandang  2-0 melawan Dinamo Zagreb (Champions League), menang susah payah melawan FC Ingolstadt (2-0, Bundesliga), menang berkat gol tunggal Xabi Alonso melawan SV Darmstadt 98 (DFB-Pokal), dan menang berkat tendangan penalti Thomas Müller di kandang Hannover 96 (1-0, Bundesliga).

Empat pertandingan tersebut merupakan empat pertandingan terakhir Bayern sebelum Winterpause sehingga tidak sepenuhnya salah jika kita ambil kesimpulan bahwa Bayern melemah menjelang akhir putaran.

Permainan Bayern yang lebih direct dan lebih banyak melibatkan sprint, bisa jadi, merupakan alasan di balik itu. Mereka akan segar setelah jeda paruh musim, namun akan kembali melambat di akhir musim. Jika Dortmund mampu memanfaatkan ini dengan baik, mereka bisa menggeser Bayern dari posisi tertinggi. Kemungkinannya, walau demikian, harus diakui memang kecil. Namun jelas tidak mustahil.

Di luar perburuan gelar juara yang hanya akan melibatkan Bayern dan Dortmund, beberapa hal lain yang patut mendapat perhatian adalah: (1) berapa lama Hertha bisa bertahan di peringkat ketiga, dan (2) akan ada di mana Hamburg di akhir musim nanti?

Komentar