Memahami Izin Kerja di Sepakbola

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Memahami Izin Kerja di Sepakbola

Arsène Wenger mengungkap sebuah cerita lama yang tidak banyak diketahui. Arsenal pernah berusaha mendatangkan Ángel Di María saat sang pemain berusia 17 tahun. Namun keinginan Arsenal menemui jalan buntu bernama work permit. Ketentuan mengenai izin kerja di Inggris tak memungkinkan Di María bergabung dengan Arsenal. Apa sebenarnya work permit itu? Bagaimana cara mendapatkannya? Siapa yang dapat memberi izin kerja kepada pemain?

Pihak yang berwenang memberi izin kerja di Inggris adalah Home Office, atau Departemen Dalam Negeri Inggris. Kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh Home Office adalah hasil dari konsultasi yang dilakukan bersama Football Association, Premier League, Football League, Profesional Footballer's Association, League Manager's Association, serta asosiasi-asosiasi sepakbola Skotlandia, Wales, dan Irlandia.

Agar permintaan izin kerja dikabulkan, pemain yang bersangkutan harus memenuhi dua kriteria yang ditetapkan. Pertama, sang pemain harus ambil bagian dalam setidaknya 75% pertandingan kompetitif yang melibatkan tim nasional senior negaranya dalam dua tahun kebelakang terhitung tanggal pengajuan permintaan izin kerja.

Secara sepesifik, pertandingan kompetitif yang dimaksud adalah pertandingan-pertandingan di putaran final Piala Dunia, kualifikasi Piala Dunia, Piala Konfederasi, kualifikasi dan putaran final kejuaraan kontinental. Kejuaraan kontinental yang dimaksud adalah Piala Eropa (UEFA), Piala Afrika (CAF), Piala Asia (AFC), Piala Emas dan Copa Caribe (CONCACAF), UNCAF Nations Cup, Copa America (CONMEBOL), serta OFC Nations Cup.

Kedua, tim nasional sang pemain harus berada di atas peringkat ke-70 dalam ranking dunia FIFA (setelah posisi tim nasional sang pemain dalam dua tahun dirata-ratakan). Jika kedua kriteria tersebut terpenuhi, barulah Home Office memberi izin kerja kepada pemain yang bersangkutan.

Namun walaupun salah satu dari kedua ktiteria tersebut tidak terpenuhi, ada jalan lain yang dapat ditempuh: banding. Kesebelasan profesional manapun dapat mengajukan banding dengan pertimbangan bahwa sang pemain memiliki talenta atau pengalaman luar biasa. Chelsea mengambil jalan ini saat merekrut Willian Borges da Silva dari Anzhi Makhachkala pada tahun 2013.

Tim nasional negara asal Willian, Brasil, memang berada di atas peringkat 70 dalam ranking dunia FIFA selama dua tahun kebelakang terhitung saat permintaan izin kerja diajukan. Namun Willian tidak ambil bagian dalam 75% pertandingan Brasil selama kurun waktu tersebut. Mengambil pertimbangan bahwa William memiliki talenta luar biasa, Home Office mengabulkan permohonan Chelsea.

Tentu saja tidak semua pemain bisa mendapatkan izin kerja berdasarkan banding ini. Ada dua pertimbangan yang menentukan berhasil atau tidaknya usaha banding ini: apakah sang pemain memiliki kecakapan tinggi dan apakah sang pemain dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan sepakbola dalam kompetisi tingkat tinggi di Inggris.

Terhitung musim panas tahun ini, pengajuan izin kerja akan lebih mudah. FA berencana menerapkan ketentuan tambahan. Pemain asing manapun akan secara otomatis diberi izin kerja jika pemain yang bersangkutan didatangkan dengan biaya transfer yang lebih besar dari 10 juta pound sterling.

Komentar