Bisakah Inggris Mengirim Enam Wakil ke Liga Champions?

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball

Bisakah Inggris Mengirim Enam Wakil ke Liga Champions?

Kiprah dua wakil Inggris di kompetisi Eropa mengagumkan. Di Liga Champions, Inggris menempatkan Liverpool di babak semifinal. Babak final sudah di depan mata setelah mereka menumbangkan AS Roma pada leg pertama semifinal dengan skor cukup telak, 5-2.

Tak berbeda jauh dengan Liverpool, di Liga Europa, Inggris juga menempatkan Arsenal sebagai satu-satunya wakil di semifinal. Tapi, situasi Arsenal untuk mencapai babak final berbeda dengan Liverpool. The Gunners meraih hasil imbang 1-1 melawan Atletico Madrid pada leg pertama. Leg kedua nanti akan digelar di markas Atleti dan segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Walau berada dalam situasi yang berbeda, Liverpool dan Arsenal tetap memiliki kans yang sama besarnya lolos ke partai puncak Liga Champions dan Liga Europa. Bahkan, tak menutup kemungkinan bagi keduanya menjadi jawara, yang berarti bisa mengubah jatah dan alokasi tim Inggris di kompetisi Eropa musim depan.

***

Di Liga Champions musim 2018/19, UEFA menetapkan regulasi baru perihal alokasi klub dari masing-masing negara. Bila di musim-musim sebelumnya hanya 22 kesebelasan yang lolos otomatis ke fase grup, maka pada musim depan UEFA menetapkan 26 kesebelasan lolos langsung ke fase grup, di antaranya jawara Liga Champions dan Liga Europa musim sebelumnya. Dari penambahan kuota tersebut, Spanyol, Italia, Jerman, dan Inggris dipastikan mendapat jatah mengirim empat wakil di putaran final Liga Champions.

Di Liga Primer Inggris, jatah tersebut sudah pasti dialokasikan bagi penghuni empat besar di klasemen akhir. Menariknya, Liverpool selain punya kans ke Liga Champions musim depan sebagai juara, mereka juga saat ini menempati pos empat besar. Mereka terpaut enam poin dari Chelsea yang berada di posisi kelima (Chelsea belum memainkan pertandingan pekan ke-36, Liverpool sudah).

Tapi akan berbeda cerita bila Arsenal juara di Liga Europa, maka di Liga Champions 2018/19, Inggris akan memiliki lima wakil. Lebih kurangnya, sama dengan yang terjadi di musim ini karena Manchester United tampil di Liga Champions setelah juara Liga Europa. Bedanya, pada musim depan tidak akan ada tim Inggris yang harus melewati babak kualifikasi sebelum memastikan satu tempat di putaran final Liga Champions.

Pertanyaan dari judul di atas mungkin terkesan naif, tapi pasti akan muncul dengan asumsi Liverpool juara Liga Champions musim ini namun terlempar dari empat besar di akhir kompetisi nanti, sementara Arsenal tidak beranjak dari posisi ke-6 namun berhasil menjadi kampiun Liga Europa.

Tapi hal itu tidak akan terjadi. UEFA telah menetapkan bahwa setiap negara maksimal hanya diperbolehkan mengirim lima wakilnya di Liga Champions. Jika asumsi di atas terjadi maka peringkat empat klasemen akan menjadi korban dengan terlempar ke Liga Europa. Dengan begitu lima wakil di Liga Champions adalah peringkat satu sampai tiga dan juara Liga Champions dan Liga Europa.

Hal seperti ini tak jauh berbeda dengan yang terjadi pada kesebelasan Inggris pada Liga Champions 2012/13. Saat itu Chelsea berhasil tampil di Liga Champions dengan status juara Liga Champions, namun menempati posisi enam di klasemen akhir Liga Primer. Maka, Tottenham Hotspur yang menempati posisi ke-4 pun terlempar ke Liga Europa. Saat itu setiap negara maksimal mengirimkan empat wakil dan juara Liga Europa belum mendapatkan tiket langsung ke Liga Champions.

Di musim ini situasi seperti di atas bisa juga terjadi dari wakil La Liga. Atletico juga berada di semifinal Liga Europa dan Real Madrid di semifinal Liga Champions. Namun situasi tersebut tidak akan memusingkan karena keduanya kecil kemungkinan terlempar dari empat besar klasemen.

Komentar