Menuju Pekan-pekan Krusial Liga Primer Inggris

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Menuju Pekan-pekan Krusial Liga Primer Inggris

Persaingan di Liga Primer Inggris kembali memanas setelah jeda internasional. Pada Sabtu (31/3) hingga Minggu (1/4), Liga Primer akan kembali bergulir memainkan pertandingan pekan ke-32. Total ada 10 pertandingan yang akan dimainkan di pekan ke-32. Pertandingan yang melibatkan kesebelasan papan atas diprediksi akan berlangsung sengit.

Maklum, setelah pekan ke-32 berakhir, setiap kesebelasan hanya tinggal menyisakan enam sampai tujuh pertandingan lagi. Artinya, setiap kontestan akan saling berlomba, mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk bersaing sengit, mengamankan posisi terbaik di akhir kompetisi nanti.

Soal persaingan juara, tampaknya sudah hampir dipastikan Manchester City yang akan keluar sebagai kampiun Liga Primer musim ini. Man City sejatinya masih menyisakan sekitar delapan pertandingan sebelum musim berakhir. Namun perolehan poin The Citizens diprediksi tak akan terkejar pesaing lainnya.

Man City kokoh di puncak klasemen dengan perolehan 81 poin. Mereka, unggul 16 poin dari Manchester United yang berada di posisi kedua. Secara matematis, Man City hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara Liga Primer. Perhitungan tersebut bisa saja meleset menjadi lebih cepat apabila pesaing-pesaing di bawahnya mengalami kekalahan.

Berkaca pada performa The Citizens musim ini, rasanya bukan hal yang sulit bagi Man City meraih tiga kemenangan dari sisa delapan pertandingan yang mereka miliki.

***

Meski Man City sudah hampir bisa dipastikan menjadi juara, hal tersebut tak lantas membuat persaingan di papan atas tak lagi menarik. Sebab, masih ada persaingan dari Man United, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Chelsea yang tengah berjibaku mengamankan posisi empat besar untuk meraih tiket lolos otomatis ke putaran final Liga Champions UEFA musim depan.

Man United yang saat ini bertengger di posisi dua dengan 65 poin, punya kans lebih besar mengamankan satu tempat di empat besar. Setan Merah unggul delapan angka dari Chelsea yang berada di peringkat lima dengan 56 poin. Di atas kertas, Man United minimal membutuhkan lima kemenangan plus satu hasil imbang untuk mengamankan tiket lolos otomatis ke Liga Champions musim depan.

Melihat lawan yang akan dihadapi Man United dari delapan laga tersisa, rasanya bukan hal sulit bagi Setan Merah meraih lima kemenangan dan satu imbang. Sebab, dari sisa laga tersebut, hanya pertandingan melawan Man City dan Arsenal yang terbilang berat bagi Man United. Kalaupun kalah dari Man City dan Arsenal, Man United masih aman, posisinya tak diambil alih Chelsea. Tapi dengan catatan, mereka mampu menyapu bersih kemenangan di enam laga lainnya.

Artinya, meski punya kans meraih tiket lolos otomatis ke Liga Champions, Man United tak boleh lengah. Apalagi, Man United tidak hanya fokus di Liga Primer, tapi juga di semifinal Piala FA menghadapi Spurs. Sebisa mungkin, Jose Mourinho harus bisa menjaga konsistensi dan fokus anak asuhnya menghadapi dua ajang tersebut.

Baca juga: Alasan Kenapa Liverpool Akan Sulit Juara Bersama Klopp

Kondisi berbeda dialami Liverpool. Kekalahan dari Man United di pekan sebelumnya membuat posisi Liverpool sedikit goyah di empat besar. The Reds saat ini memang menempati posisi tiga. Namun, Tottenham dan Chelsea masih berpeluang menyalip mereka. Tottenham adalah pesaing terdekat Liverpool, The LillyWhites yang berada di posisi empat hanya berjarak dua poin dari The Reds.

Tottenham memiliki kelebihan satu laga dari Liverpool, menyusul ditundanya pertandingan menghadapi Newcastle United. Bila Liverpool dan Tottenham mampu menyapu bersih kemenangan di sisa pertandingan yang dimiliki, Tottenham akan lebih diuntungkan. Sebab, di klasemen akhir nanti, tim asuhan Mauricio Pochetino akan mengungguli perolehan poin Liverpool dengan selisih dua angka.

Kalah saing dengan Tottenham mungkin tidak akan menjadi masalah berarti bagi Liverpool. Karena mereka masih bisa lolos otomatis ke Liga Champions musim depan dengan menempati posisi empat.

Tapi, jangan lupakan ancaman Chelsea. Meski unggul dengan selisih tujuh poin, tapi tidak menutup kemungkinan Liverpool tergusur dari empat besar. Liverpool memiliki sisa tujuh pertandingan, sementara Chelsea delapan.

Untuk menghindari kejaran Chelsea, setidaknya Liverpool minimal bisa meraih enam kemenangan dari sisa pertandingan mereka di kompetisi. Bukan perkara mudah, karena dari tujuh laga tersisa Liverpool akan berhadapan dengan dua lawan sulit: Everton dan Chelsea.

Selain itu, Liverpool juga masih harus membagi fokus di Liga Champions, menghadapi Man City di perempat final. Kalaupun lolos dari hadangan Man City, Liverpool masih akan berjumpa kesebelasan elite Eropa lainnya semisal Real Madrid, Barcelona, atau Juventus. Peluang yang berat.

Baca juga: Salman Rushdie dan Kultus Tottenham Hotspur

Sementara Tottenham saat ini tengah berada dalam performa positif setelah sempat terseok di awal musim 2017/18. Lambat laun, The Lilywhites merangkak dari papan tengah ke empat besar. Andai mampu mempertahankan konsistensi penampilannya, Tottenham tidak hanya berpeluang finis di empat besar, namun juga bisa menyalip Man United di posisi dua atau Liverpool di posisi tiga.

Namun, itu bukan perkara mudah, mengingat di pekan ke-32 ini saja mereka akan berhadapan dengan Chelsea yang tengah berjuang menembus posisi empat besar. Kalah dari Chelsea bukan hanya membuat posisi mereka terancam dari empat besar, namun juga berpeluang gagal menyusul Liverpool di posisi tiga. Belum lagi, pada pekan ke-34 mereka pun akan jumpa Man City di Wembley. Lebih berat, karena Tottenham juga masih harus membagi fokus di semifinal Piala FA menghadapi Man United.

Kemudian Chelsea tidak memiliki pilihan lain selain menyapu bersih kemenangan di delapan pertandingan yang mereka miliki bila tak mau tampil di Liga Europa musim depan. Namun, itu juga tidak terlalu menjamin mereka bisa menembus posisi empat besar. Chelsea setidaknya masih harus berharap Man United, Liverpool, dan Tottenham tergelincir di sisa laga yang mereka miliki.

Foto: Twitter Manchester United

Komentar