Bukan Gol, Mobilitas Marlon Bisa Buat Lini Depan Borneo FC Lebih Bertaji

Analisis

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Football Writer, Journalist, Photographer @Panditfootball

Bukan Gol, Mobilitas Marlon Bisa Buat Lini Depan Borneo FC Lebih Bertaji

Borneo FC melakukan langkah berani dalam masa persiapannya menuju kompetisi Liga 1 Indonesia 2018. Perombakan besar dilakukan dari sektor komposisi pemain. Empat penggawa asing yang musim lalu menjadi tumpuan klub berjuluk Pesut Etam itu, yakni Matheus Henrique, Kunihiro Yamashita, Flavio Beck Junior, dan Shane Smeltz, tak diperpanjang kontraknya.

Dilepasnya empat pemain asing tersebut tak lepas dari hasil evaluasi yang dilakukan tim pelatih dan manajemen terkait kiprah Borneo di Liga 1 Indonesia 2017. Borneo tampaknya ingin mempunyai legiun asing yang benar-benar bisa mengangkat performa tim. Pemain asing juga jadi hal paling utama yang dilakukan Borneo dalam pembentukan skuat anyar.

Dari proses pencarian pemain asing anyar yang dilakukan untuk musim depan, sosok Marlon da Silva menjadi satu nama yang mencuat. Penyerang asal Brasil itu dikabarkan sudah hampir pasti menjadi bagian dari Pesut Etam pada musim depan. Meski begitu Marlon baru bisa bergabung bersama tim pada Januari mendatang.

Kabar bakal segera merapatnya Marlon ke Borneo juga tak lepas dari Persiba Balikpapan yang terdegradasi ke Liga 2. Terlebih bila mengacu pada regulasi musim sebelumnya, kontestan Liga 2 tidak diperkenankan menggunakan jasa pemain asing. Walau begitu, muncul wacana penggunaan pemain asing di Liga 2 musim depan.

Terdapat fakta unik dari kepindahan Marlon ke Borneo FC. Rekam jejaknya selama berkiprah di Indonesia ternyata tak pernah lepas dari tim asal Kalimantan Timur. Marlon memulai perjalanannya di sepakbola Indonesia pada 2016 lalu dengan menjadi bagian dari Mitra Kutai Kartanegara (Kukar). Selama membela Mitra Kukar, Marlon tampil dalam 30 pertandingan dengan catatan 16 gol. Torehan tersebut cukup untuk menjadikan Marlon sebagai salah satu penyerang asing tajam yang berkiprah di sepakbola Indonesia. Setelah semusim membela Mitra Kukar ia kemudian dipinang Persiba Balikpapan dan kemudian merapat ke Borneo FC pada musim 2018 mendatang

Bisa Menjadi Duet Ideal Bagi Lerby

Kehadiran Marlon diharapkan membuat lini depan Borneo FC musim depan lebih bertaji. Walau begitu, pada musim lalu, Borneo yang harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat 6 klasemen akhir Liga 1 Indonesia 2017 sebenarnya memiliki produktivitas yang tak buruk-buruk amat.

Para penggawa Borneo FC berhasil membukukan 50 gol dari 34 penampilan yang dilakoni. Catatan produktivitas Pesut Etam terhitung lebih baik dari Barito Putera (48 gol), Persija Jakarta (48 gol) atau bahkan Persib Bandung (39 gol).

Meski begitu, tetap ada yang terasa kurang dari penampilan lini depan Borneo FC musim lalu. Lini penyerangan Pesut Etam yang biasa di galang duet Lerby Eliandry dan Patrich Wanggai performanya kurang mengigit.

Pengecualian bagi Lerby karena ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Borneo FC dengan catatan 16 gol. Permasalahan ada dari performa Patrich yang musim lalu terbilang kurang kreatif dalam mendukung pergerakan Lerby yang lebih banyak beroperasi di kotak penalti lawan.

Patrich hanya mampu mencetak satu gol saja sepanjang musim lalu. Satu-satunya gol yang dibukukan Wanggai tercipta pada dua pekan terakhir Liga 1 Indoensia 2017, saat Borneo mengalahkan Persib Bandung 2-1. Sepanjang musim lalu juga mantan penyerang Persipura Jayapura itu hanya mampu menorehkan satu asis.

Sementara Marlon pada musim lalu bisa dibilang sebagai penyerang andalan Persiba. Bahkan ia juga dipercaya sebagai kapten kesebelasan. Dari 25 penampilannya musim lalu, Marlon menorehkan tujuh gol dan tiga asis. Catatan tersebut memang tidak terlalu memukau, bahkan kalah satu gol dari Anmar Almubaraki yang bermain sebagai gelandang. Meski begitu, Marlon tetap sosok yang menjanjikan untuk membuat lini serang Borneo musim depan lebih bertaring. Mantan pemain Boavista itu bukan tipikal penyerang yang gemar beroperasi di area kotak penalti lawan. Marlon merupakan penyerang pekerja keras yang mau turun hingga tengah lapangan untuk menjemput bola.

Hal yang wajar karena Marlon punya kemampuan dribel yang cukup baik. Berdasarkan catatan statistik yang dihimpun tim statistik PanditFootball, musim lalu rata-rata dribel sukses Marlon mencapai 1,53 per laga, jumlah tersebut terhitung lebih baik dari pada Patrich Wanggai dengan 0,5 dribel sukses per pertandingan.

Marlon juga kerap bergerak melebar untuk membuka ruang bagi penyerang utama merangsek ke area 16 lawan. Saat bermain melebar ia sering melepaskan umpan silang yang bisa dimanfaatkan pemain lainnya untuk mencetak peluang. Rataan umpan silang sukses Marlon musim lalu mencapai 0,46 yang dominan dilepaskan dari sektor sayap kiri.

Selain itu, Marlon juga terbilang rajin mencatatkan umpan kunci bagi rekan setimnya. Tercatat rataan umpan kunci Marlon per laga mencapai 1,5, unggul dari Patrich dengan 0,5. Soal urusan mengancam gawang lawan, Marlon memiliki rataan 0,46 kali melepaskan tembakan tepat sasaran per pertandingan, sementara Wanggai hanya 0,36.

Melihat gaya permainan dan catatan statistik Marlon musim lalu, ia cukup menjanjikan untuk menjadi duet Lerby sebagai juru gedor utama Pesut Etam. Agresivitas Marlon bisa menarik perhatian pemain belakang lawan kepadanya. Hal tersebut bisa saja menimbulkan celah yang bisa dimanfaatkan Lerby untuk merangsek ke area kotak penalti lawan. Pergerakan duet Marlon dan Lerby juga akan didukung dengan kecepatan dari Terens Puhiri yang kerap beroperasi di sektor sayap.

"Marlon punya karakter yang kuat. Cocok banget main di Borneo FC musim depan. Marlon pemain berkualitas yang bisa diandalkan. Dia janji mau konsisten memberikan penampilan terbaiknya untuk Borneo FC. Saya ingin kemauan itu segera dibuktikan," terang Presiden Borneo FC, Nabil Husein, seperti dilansir dari Prokal Kaltim.

Komentar