PS TNI: Pasang Target Tinggi di Liga 1

Taktik

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

PS TNI: Pasang Target Tinggi di Liga 1

PS TNI menjadi salah satu dari tiga kesebelasan yang cukup beruntung. Sebagai tim yang menghuni posisi juru kunci di ISC 2016 lalu, PS TNI, bersama Gresik United dan Barito Putera, sudah seharusnya terdegradasi ke ISC B (sekarang bernama Liga 2) pada musim ini.

Namun beruntung, imbas dari masih dibekukannya PSSI oleh FIFA ketika itu membuat PT. Liga mengeluarkan kebijakan yang menghapuskan sistem promosi-degradasi di kompetisi yang disebut-sebut bukan merupakan kompetisi yang resmi itu.

Setelah hanya mampu mengumpulkan 26 poin dari 34 pertandingan di ISC, manajemen PS TNI pun berbenah. Sempat ditangani oleh Suharto, Eduard Tjong, dan Miftahudin, manajemen akhirnya menunjuk nama Mustaqim sebagai artsitek baru tim demi mengembalikan kejayaan PS TNI yang terkenal dengan semangat juang para pemain mudanya yang tak kenal lelah.

Penunjukan Mustaqim pun memang ada kaitannya dengan pemain muda, karena selain pernah mengantarkan Persela Lamongan menjadi juara divisi 2 pada tahun 2000, dan berhasil mengantarkan Mitra Kukar promosi ke divisi utama pada 2007, pelatih yang pernah membela Persebaya Surabaya itu memang memiliki rekam jejak yang cukup mengagumkan kala menangani para daun-daun muda. Ketika itu Mustaqim pernah mengantarkan tim sepakbola Jatim meraih medali emas di ajang PON 2004 Sumatera Selatan.

Mustaqim pun memulai tugas pertamanya bersama The Army di ajang Piala Presiden 2017 beberapa waktu lalu. Pada mulanya, para pemain memuji kehadiran dirinya karena dinilai mampu membuat komunikasi antar pemain menjadi kembali lancar.

Akan tetapi segalanya ternyata tidak berjalan dengan menyenangkan bagi seorang Mustaqim. Tergabung di Grup B bersama Arema, Persija Jakarta, dan Bhayangkara United, PS TNI justru menjadi bulan-bulanan sehingga hanya mampu menghuni posisi dasar klasemen tanpa pernah sekalipun meraih kemenangan. Hal itu jelas tidak mengenakan mengingat mereka menargetkan dapat lolos ke babak semifinal.

Manajemen geram. Khawatir PS TNI akan menampilkan performa yang serupa di Liga 1 nanti, Mustaqim pun akhirnya dilengserkan dari kursi kepelatihan. Terlebih Mustaqim sempat menyentil kualitas para pemain PS TNI yang dinilainya cukup buruk.

Sebagai gantinya, manajemen akhirnya menunjuk pelatih asal Prancis, Laurent Hatton, sebagai arsitek baru mereka. Seiring dengan ditunjuknya mantan asisten pelatih Al-Gharafa tersebut, Panglima TNI, Gatot Nurmanyanto pun menyatakan rasa optimisnya bahwa PS TNI dapat berbicara banyak di kompetisi Liga 1 nanti. Bahkan lebih dari itu, jendral bintang empat itu pun meargetkanThe Army dapat keluar sebagai juara pada nantinya.

"Dengan ini saya menyatakan PS TNI siap untuk mengikuti kompetisi Liga 1 dengan target juara," kata Gatot Nurmantyo pada acara launching PS TNI (5/4/17), seperti yang dikutip Bola.com

Sebuah pernyataan sikap yang sangat percaya diri ciri khas seorang TNI dari Gatot Nurmantyo. Tetapi ia mungkin boleh memiliki asa yang tinggi, namun PS TNI pun sudah seharusnya bersikap realistis dalam menyongsong kompetisi yang akan digulirkan pada tanggal 15 April 2017 nanti.

Alasannya jelas, jika dilihat dari komposisi yang terdapat di kubu The Army saat ini, kedalaman skuat yang mereka miliki masih kalah jauh mentereng jika harus dibandingkan dengan tim-tim besar macam Persib Bandung, Arema FC, Persipura Jayapura, dan Sriwijaya FC. Belum lagi dengan eksodus para pemain andalan seperti Tambun Naibaho, Aldino Heridianto, Suhandi, Wiganda Pradika, Legimin Raharjo, Pandi Lestaluhu, dan Dimas Drajad ke kesebelasan lain, yang pastinya akan sedikit melemahkan beberapa sektor di kubu PS TNI pada musim ini.

Pemain Kunci: Manahati Lestusen

Meski telah menggelar launching dengan memperkenalkan 24 pemain kepada publik di Stadion H Agus Salim, Padang, pada hari Rabu (5/4/17) kemarin, Manajer PS TNI, Brigjen Rudi Yulianto menegaskan jika mereka masih akan melakukan bongkar pasang pemain sebelum sepak mula Liga 1 digulirkan.

Hal itu jelas menjadi sesuatu yang tak lazim dilakukan ketika sebuah tim menggelar launching namun masih akan melakukan pencoretan terhadap beberapa pemain. Dari ke-24 pemain yang diperkenalkan tadi, terdapat juga tiga pemain asing yang nasibnya masih belum menemui kata jelas. Mereka adalah Sylla Aboubacar dan Aboubacar Leo Camara dari Guinea, serta Pouya Hosseini dari Iran.

Dengan masih belum jelasnya komposisi skuat, ini sebetulnya merupakan suatu hal yang tak boleh terjadi terhadap PS TNI. Mereka wajib segera memastikan kejelasan para pemain yang akan berlaga di Liga 1 nanti. Terlebih waktu sepak mula akan semakin mepet sehingga itu jelas akan mengganggu konsentrasi dan kesiapan dari para pemain.

Berbicara soal komposisi skuat, sebagian besar para pemain PS TNI musim lalu yang sejauh ini masih berada di dalam daftar ‘list sementara’ kemungkinan besar akan kembali mendapatkan perpanjangan kontrak. Sebut saja nama-nama seperti Wawan Febriyanto, Erwin Ramdhani, Dhika Bhayangkara, Abduh Lestaluhu dan Manahati Lestusen.

Khusus bagi Manahati, pemain asal Tulehu tersebut sepertinya akan kembali dijadikan sebagai panutan oleh PS TNI dalam memimpin rekan-rekannya. Meski baru berusia 23 tahun, namun Manahati saat ini menjelma sangat pesat menjadi sosok yang sangat dewasa di atas lapangan. Hal itu pun membuat manajemen PS TNI tak ragu untuk menjadikan dirinya menjadi seorang kapten tim.

Kepiawaian seorang Manahati pun bukan hanya dalam memimpin rekan-rekannya saja. Sebagai pemain yang tumbuh di era sepakbola modern, sosok Manahati sebetulnya menjadi salah satu pemain yang pastinya diidamkan oleh setiap pelatih di tim manapun.

Hal iu memang tidak terlepas dari kefasihannya dalam bermain di beberapa posisi. Mengawali karier sebagai seorang bek tengah, Manahati pun bertransformasi menjadi seorang gelandang bertahan maupun gelandang sentral yang sangat kuat di atas lapangan. Dengan badannya yang kekar, Manahati sangat piawai menghentikan pergerakan para pemain lawan melalui kontak bodi, yang sering menjadi cara andalannya.

Selain itu, ia pun mampu bermain menjadi seorang bek kanan maupun bek kiri. Belum lagi soal mencetak gol, pemain yang pernah mengenyam pendidikan sepakbola di Uruguay ini tak jarang pula menjadi pemecah kebuntuan melalui sundulannya dalam memanfaatkan situasi bola mati, ataupun ketika dirinya ditunjuk menjadi seorang algojo penalti.

**

Skuat PS TNI Liga 1 2017 (masih memungkinkan adanya penambahan ataupun pengurangan pemain)

Penjaga Gawang: Ravi Murdianto, Dhika Bayangkara, Teguh Amiruddin

Bek: Gitra Yudha, Abduh Lestaluhu, Hendri Aprilianto, Ganjar Mukti, Andy Setyo, Safrizal Irfandi, Roni Ariyanto, Wanda Syahputra, Kasim Slamat, Aboubacar Camara

Gelandang: Yogi Novrian, Erwin Ramdani, Ade Jantra, Wawan Febrianto, Guntur Triaji, Manahati Lestusen, Aboubacar Sylla, Muhammad Alwi Slamat

Penyerang: Rinto Ali, Ahmad Nufiandani, Danie Pratama, Pouya Hosseini

Komentar