Transformasi Maman Abdurrahman di Persija Jakarta

Taktik

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Transformasi Maman Abdurrahman di Persija Jakarta

Diyakini sudah habis karena terus berganti klub setelah dilepas Persib Bandung pada tahun 2013, Maman Abdurrahman seakan menemukan kembali penampilan terbaik di klub barunya, Persija Jakarta. Adalah pelatih Persija saat ini Bambang Nurdiansyah, yang memanggil pulang Maman ke kota kelahirannya.

Maman menjadi satu dari sekian rekrutan baru Persija Jakarta untuk tampil di Piala Jenderal Sudirman kali ini. Sepanjang turnamen , Maman tampil di seluruh laga yang sudah dijalani oleh Persija. Bersama tim peraih gelar juara Liga Indonesia pada tahun 2001 ini, Maman memiliki peluang untuk terus melaju hingga akhir kompetisi.

Ada yang berbeda selama Maman berseragam oranye khas Persija. Sejak awal kompetisi, oleh coach Banur – sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, Maman tidak hanya ditempatkan di posisi naturalnya bek tengah saja. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Maman ditempatkan sebagai bek kiri bahkan gelandang bertahan.

Berikut ulasan mengenai perubahan posisi Maman Abdurrahman

Bek Kiri

Salah satu kunci mengapa Persija berhasil menaklukan PS TNI adalah bagaimana mereka berhasil menahan gempuran Guntur Triaji dan kawan-kawan dan mengandalkan serangan balik. Skema ini hampir serupa seperti apa yang dilakukan oleh Semen Padang saat menaklukan lawan yang sama.

Mungkin para fans Manchester United agak familiar dengan taktik bertahan yang dipasang oleh Banur saat melawan PS TNI. Dimana empat bek yang dipasang pada posisi awal memungkinkan pada akhirnya hanya akan menyisakan tiga pemain di area pertahanan.

Perubahan posisi pemain bertahan Persija ketika Ismed Sofyan melakukan overlap
Perubahan posisi pemain bertahan Persija ketika Ismed Sofyan melakukan overlap

Pada pertandingan tersebut, Persija memulai laga dengan memasang empat pemain bertahan. Yaitu Maman sebagai bek kiri, Vava Mario dan M. Roby berduet sebagai bek tengah, dan Ismed Sofyan ditempatkan sebagai bek kanan.

Dengan mobilitas tinggi dan kebiasaan Ismed melakukan overlap, ada perubahan formasi yang dilakukan oleh Persija. Dari pakem awal 4-3-3 berubah menjadi 3-4-3 ketika Macan Kemayoran sedang dalam posisi menyerang. Default ini tidak terlalu banyak berubah jika Ismed harus dikeluarkan wasit di tengah pertandingan (seperti saat menghadapi PS TNI). Hal ini dikarenakan gelandang Syahroni yang berpindah menggantikan posisi Ismed, menjalankan peran yang serupa.

Kematangan dan pengalaman bermain Maman juga yang membuat dirinya berhasil menghadang pemain-pemain PS TNI yang usianya jauh lebih muda seperti Erwin Ramdhani dan Guntur Triaji. Selama babak penyisihan grup lalu, Maman selalu dipasang sebagai Bek kiri.

Gelandang Bertahan

Posisi ini yang jelas sangat berbeda dengan yang sudah pernah dijalani oleh Maman. Karena tentunya ada dimensi permainan yang berbeda antara pemain bertahan dan gelandang. Pemain yang memulai karier sepakbolanya di akademi Persijatim Solo FC ini dipasang sebagai gelandang bertahan kala Persija berhadapan dengan Mitra Kukar di laga perdana babak delapan besar.

Dipasanganya Maman sebagai gelandang bertahan pada pertandingan tersebut adalah untuk meredam gerakan eksplosif duo Brasil milik Mitra Kukar, Patrick Cruz dan Rodrigo Dos Santos. Banur ingin menggunakan pengalaman Maman sebagai pemain belakang untuk secara langsung menghadang pergerakan Patrick dan Rodrigo mulai dari tengah lapangan.

Ditempatkannya Maman Sebagai Gelandang Bertahan Membuat Mitra Kukar Harus Menyerang Melalui Sektor Sayap
Ditempatkannya Maman Sebagai Gelandang Bertahan Membuat Mitra Kukar Harus Menyerang Melalui Sektor Sayap

Eksperimen ini memiliki hasil positif karena area tengah  Persija terlihat sangat ‘penuh’ dan mereka berhasil meredam pergerakan para pemain Mitra Kukar, sehingga Rizky Pellu dan kawan-kawan terpaksa memaksimalkan penyerangannya lewat sisi lapangan. Bahkan dalam beberapa kesempatan baik Patrick maupun Rodrigo harus menyerang melalui sektor sayap.

Namun karena pada dasarnya Maman bukan merupakan gelandang yang memang biasanya bertugas untuk mengalirkan bola, ditempatkannya pemain bernomor punggung enam ini membuat Macan Kemayoran kehilangan kreativitas di lini tengah. Hal tersebut yang menyebabkan Banur memasukan Syahroni dan mengembalikan Maman ke lini belakang pada babak kedua.

Bek Tengah

Posisi natural Maman terutama sejak dirinya mulai tersohor di kancah sepakbola nasional kala memperkuat PSIS Semarang. Duetnya bersama Hamka Hamzah di jantung pertahanan membawa Indonesia menjadi runner-up Piala AFF tahun 2010.

Namun sepanjang gelaran Piala Jenderal Sudirman kali ini, Maman terhitung tidak pernah sekalipun ditempatkan sebagai bek tengah dalam starting line-up. adapun dirinya dikembalikan ke posisi aslinya adalah buah dari perubahan taktik atau karena kondisi tertentu, seperti yang terjadi saat berhadapan dengan Mitra Kukar dimana Persija harus kehilangan Ismed dan harus bermain dengan sepuluh orang di sisa laga.

***

Dihubungi via telepon oleh penulis, Maman berujar bahwa dirinya sedang melakukan penyesuaian terhadap peran baru yang dijalaninya tersebut. “Ya pada dasarnya sih begini... saya siap ditempatkan di posisi manapun oleh pelatih, namun dibanding semua posisi saya masih berusaha (menyesuaikan) di posisi gelandang, karena banyak yang berbeda; pandangan di pertandingan harus lebih luas, harus bisa ngalirin bola, saya ngerasa masih lemah di sana.”

Ditanya mengenai peluang Persija Jakarta untuk melaju di ke fase selanjutnya, pemain yang memulai debut tim nasional di Merdeka Games 2006 ini bersikap optimis.

“Kalo Ditanya peluang sih...ya optimis, Mas. Apalagi tiga tim sekarang punya peluang untuk lolos,” ujar Maman yang mengaku akan meneruskan karier sepakbolanya di dunia kepelatihan dan sudah sering mendapatkan masukan dari Bambang Nurdiansyah terkait dunia yang nanti akan dijalaninya tersebut.

Pada dasarnya setiap pemain akan melakukan terbaik untuk tim, bahkan bersiap untuk ditempatkan di posisi manapun, sekalipun posisi tersebut bukan posisi idealnya. Termasuk yang kini dijalani Maman di Persija Jakarta.

Foto : bola.com, indonesiachampionship.co.id

Komentar