Begini Proses Pemulihan Pemain yang Patah Tulang Kaki

Sains

by Abimanyu Bimantoro 31776

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Begini Proses Pemulihan Pemain yang Patah Tulang Kaki

Sepakbola memang merupakan olahraga yang banyak menghasilkan kontak fisik antar pemainnya. Kontak fisik ini terjadi selama 90 menit, dari mulai yang biasa-biasa saja, hingga yang sangat berbahaya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan permainan sepakbola sering menghadirkan cedera kepada para pemainnya.

Salah satu cedera yang paling ditakuti pemain sepakbola adalah cedera patah tulang. Benturan-benturan yang terjadi tentu saja sangat memungkinkan cedera patah tulang terhadap pemain sepakbola. Salah satu tulang yang cukup rawan mengalami patah adalah tulang yang terdapat pada kaki bagian bawah, tibia (tulang kering) dan fibula (tulang betis).

Terdapat beberapa kasus cedera patah tulang tibia dan fibula pada pemain sepakbola. Salah satu yang terbaru adalah cedera yang dialami pemain Chievo Verona, Federico Mattiello. Pemain yang sedang dipinjamkan dari Juventus ini mengalami patah tulang setelah berebut bola dengan pemain AS Roma, Radja Nainggolan.

Tidak hanya Mattiello, beberapa pemain dunia lain pun pernah mengalami patah tulang. Simak cerita-cerita pedih dan ngilu di balik patahnya kaki para pemain bola, dari pemain-pemain internasional hingga pemain-pemain Indonesia:

Tentang Kaki-kaki yang Patah Itu...


Berbagai macam cara dilakukan untuk meminimalisir terjadinya cedera ini. Diantaranya adalah setiap pemain diwajibkan menggunakan pelindung tulang kering. Meski tidak membuat resiko cedera hilang 100%, pemakaian pelindung mampu mengurangi kemungkinan cedera. Selain itu, juga diberlakukan yang lebih ketat soal tackle. Beberapa tackle yang dianggap membahayakan pemain lawan, diberikan hukuman yang sangat berat. Lagi-lagi, peraturan ini pun tidak bisa membuat cedera mengerikan ini hilang sepenuhnya dari sepakbola.

Banyak faktor yang membuat cedera ini sangat ditakuti oleh para pemain sepakbola. Penyebab paling utama adalah akibat cedera ini sangat mungkin untuk mengakhiri karir seorang pemain sepakbola. Penanganan yang kurang tepat, hingga trauma yang berlebihan sangat mungkin membuat pemain tidak bisa lagi kembali ke lapangan setelah mengalami cedera ini.

Selain itu, lama dari waktu penyembuhan pun  menjadi faktor lain yang membuat cedera ini sangat menakutkan. Setidaknya butuh waktu minimal 5 bulan untuk membuat seseorang bisa kembali ke lapangan. Waktu ini belum termasuk waktu rehabilitasi yang harus dilakukan untuk mengembalikan kemampuan gerak sang pemain.

Kami sering mengulas soal cedera-cedera dalam sepakbola. Beberapa di antaranya:

Daftar Cedera Pemain-Pemain Liga Inggris
Membandingkan Cara Barcelona dan Persib Menangani Cedera Hamstring
Gegar Otak: Cedera Terselubung di Olahraga
Riset Soal Dampak Banyaknya Laga pada Performa & Risiko Cedera
Betapa Seriusnya Cedera Kepala di Sepakbola
Mengelola Rasa Sakit saat Cedera
Peraturan Baru Liga Inggris Soal Cedera Kepala
FIFA dan Tuntutan Penanganan Cedera Kepala
Resiko Cedera Bermain di Lapangan Sintetis vs Lapangan Alami


Dr. Susan E. Brown, Ph.D., direktur dari Center for Better Bones, menjelaskan apa yang sebaiknya dilakukan saat sedang masa penyembuhan cedera patah tulang. Beberapa cara ini akan menjadi faktor penting yang membuat proses penyembuhan berjalan lancar, serta sedikit banya juga mampu mempercepat waktu penyembuhan.

Terdapat 3 tahap dalam penyembuhan cedera patah tulang, tahap pertama adalah fase Inflamasi, yang kedua fase reparasi, dan yang ketiga, fase pembentukan. Fase inflamasi adalah fase dimana tulang baru memulai untuk memulai membentuk jaringan-jaringan yang baru. Jaringan baru ini dibentuk dari bagian tulang yang rusak untuk dibentuk jaringan baru.

Fase reparasi adalah fase dimana mulai dibentuk protein-protein pembentuk tulang. Protein-protein ini yang dibutuhkan untuk melengkapi jaringan-jaringan pembentuk tulang. Sedangka fase pembentukan adalah fase dimana jaringan-jaringan yang sudah terbentuk tersebut mulai matang dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada fase inflamasi, sirkulasi darah pada tulang masih belum berjalan normal. Tubuh pun membutuhkan banyak energi untuk mampu memperbaiki jaringan-jaringan lama yang rusak. Karena itulah pada tahap ini, penting bagi pemain untuk mendapatkan asupan kalori yang mencukup. Asupan kalori ini akan berguna untuk energi tubuh dalam pembentukan jaringan-jaringan baru.

Sedangkan pada fase reparasi dan pembentukan, mineral penting yang sangat dibutuhkan adalah protein. Untuk pembentukan jaringanbaru pembentuk tulang, protein adalah bahan baku penting yang harus selalu ada. Karena itulah asupan protein yang mencupkupi sangat penting pada fase ini.

Selain kedua hal tersebut, asupan vitamin serta mineral-mineral penting pembentuk tulang juga baik untuk mempecepat penyembuhan. Mineral penting tersebut adalah Kalsium, zinc, serta beberapa mineral lainnya.

menghindari rokok dan alkohol juga merupakan faktor penting untuk mempercepat penyembuhan. Menurut hasil penelitian, waktu penyembuhan cedera patah tulang betis perokok akan lebih lama hingga 62% ketimbang yang bukan perokok. Selain itu, rokok juga meningkatkan resiko terjadinya infeksi pada tulang.

Pada dasarnya rokok akan membuat sirkulasi darah dalam tubuh kurang baik. Padahal ketika itu tubuh sedang membutuhkan asupan kalori yang sangat banyak dalam pembentukan jaringan baru pada tulang. Hal inilah yang kemudian membuat rokok menghambat penyembuhan patah tulang.

Sedangkan alkohol akan menghasilkan racun yang membuat keseimbangan tubuh rusak. Hal ini juga akan membuat proses penyembuhan yang terjadi menjadi terhambat.

Selain itu, proses rehabilasi dengan melakukan latihan ringan pun diyakini mampu mempercepat penyembuhan. Tentu saja latihan yang dilakukan adalah latihan yang tidak membebani tulang yang sedang dalam masa penyembuhan. Latihan yang dilakukan adalah latihan yang menggerakan sendi-sendi yang tidak berdengan tulang yang sedang dalam masa penyembuhan.

Dalam kasus cedera patah tulang kering maka latihan yang dilakukan adalah dengan menggerakan sendi panggul. Hal ini diyakini akan mampu memperlancar aliran darah ke bagian yang sedang dalam masa penyembuhan. Sehingga proses perbaikan jaringan akan berjalan lebih lancar.

Komentar