Pertandingan Malam: Antara Komersial dan Kesehatan Pemain

Cerita

by Febrian Hafizh Muchtamar

Febrian Hafizh Muchtamar

All time poser.

Pertandingan Malam: Antara Komersial dan Kesehatan Pemain

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menerbitkan jadwal tetap putaran pertama Liga 1 2022/23. Dalam jadwal tersebut, kompetisi putaran pertama direncanakan dimulai pada 23 Juli 2022 hingga 12 Desember 2022.

Ketika jadwal sementara diterbitkan, Persib Bandung mendapat jadwal bertanding malam paling banyak dengan 17 pertandingan. Pihak tim berjuluk Maung Bandung pun melayangkan protes terhadap LIB karena banyaknya jam pertandingan malam.

Konsekuensi Kesehatan Pemain

Dari data yang dihimpun Pandit Football, Persija Jakarta memiliki setidaknya 16 pertandingan malam dalam jadwal tetap. Sementara itu, Persib terhitung memiliki 14 pertandingan malam, lalu Arema FC dengan 12 pertandingan malam, disusul Persebaya Surabaya dan Bali United sebanyak 11 pertandingan malam.

Para pemain yang berstatus sebagai pemain Persija, Persib, Arema, Persebaya, dan Bali harus menerima konsekuensi kekurangan tidur. Kurangnya waktu tidur, tentu berdampak buruk terhadap kesehatan pemain itu sendiri.

Dalam https://twitter.com/i/spaces/1OyKADDeBloxb?s=20">Ruang Pandit bertajuk “Malam Suram Sepakbola”, Dokter dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Maria Lestari mengungkapkan, salah satu penyebab turunnya performa pemain di lapangan adalah kekurangan tidur pasca pertandingan malam hari.

“Anggap pertandingan dilangsungkan pada 20.30 WIB dan selesai dua jam kemudian. Belum lagi beberapa pemain menjalani jumpa pers pasca pertandingan, lalu melakukan perjalanan ke hotel. Ketika pulang benar-benar dini hari,” ungkap Maria kepada Pandit Football, Selasa (12/7).

Saat tiba di tempat menginap, pemain belum benar-benar bisa tertidur. Pemain, kata Maria, akan terus terjaga bila hormon adrenalinnya belum menurun, terlebih pasca pertandingan dengan gengsi dan tensi tinggi.

“(Misalnya) perasaan setelah laga big match, itu ‘kan mana mungkin (pemain) bisa langsung tidur.”

Menurut Maria, pemain yang telah menjalani pertandingan malam, tetap dituntut bangun tidur pada pagi hari. Maka pada pagi hari, tubuh pemain akan terasa tidak bugar, karena memiliki utang tidur.

Utang tidur diistilahkan sebagai kurangnya jam tidur normal. Misalnya, menurut Maria, pesepakbola diharuskan tidur selama delapan sampai sembilan jam. Akan tetapi, karena pertandingan malam dan berbagai macam kegiatan lain, membuat waktu tidurnya berkurang.

“Kita bayangkan, sebagai orang biasa saja, kalau kurang tidur rasanya uring-uringan di pagi hari, mood jelek, nggak bisa tampil bagus. Apalagi ini pemain bola, yang memang kesehariannya menuntut performa tertinggi.”

Seorang profesor neurologi di School of Medicine Boston University, Sanford Auerbach mengatakan, kita membutuhkan jumlah tidur tertentu untuk berfungsi di hari berikutnya. Jika tidak, maka akan memiliki utang tidur.

"Ketika itu terjadi, kita tidak berfungsi dengan baik pada hari berikutnya dan itu terakumulasi dari waktu ke waktu, seperti halnya dampak negatif pada fungsi kognitif untuk melakukan tugas sehari-hari," jelas Sanford seperti dikutip Kompas.

Memperhatikan Kualitas Tidur

“Anda tidak bisa hanya mengatakan `tidur nyenyak dan sampai jumpa besok`. Setiap orang berbeda,” kata Pelatih Tidur Olahraga Elite, Nick Littlehales kepada Goal.

Nick merupakan pelatih tidur olahraga profesional, yang telah berkecimpung sejak tiga dekade lalu. Kini, ia sering bekerja dengan sejumlah klub, dari tingkat akademik maupun utama. Tak jarang juga, Nick memberikan motivasi kepada atlet olahraga lain.

Ia menekankan, bukan seberapa lama tidur, tapi bagaimana siklus tidur diterapkan. Menurutnya, tidur setiap kelipatan 90 menit. Sebagai contoh, jika ingin bangun pukul 06.30, maka harus tidur pukul 05.00.

Akan lebih baik jika tidur lebih sering, daripada tidur lebih lama.

Perbedaan Waktu dan Komersialisasi

Siang, sore, dan malam sebenarnya memiliki kerugian dan keuntungan masing-masing bagi pertandingan sepakbola. Itu hanya sebuah pilihan penyelenggara pertandingan; memilih waktu dengan keuntungan lebih besar daripada kerugiannya.

Pada siang hari, suhu dan sinar Ultraviolet tengah memuncak. Menurut Dosen Keolahragaan ITB, Fahmi Hasan, dampak yang disebabkan oleh suhu panas dan sorotan sinar Ultraviolet bisa mengakibatkan dehidrasi serta kanker kulit.

Sementara itu, indikator lainnya seperti polusi atau PM2,5 meningkat signifikan jelang sore hari. Kata Fahmi, kemungkinan kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung punya kadar polusi tinggi di jam-jam tertentu. “Kadar polusi yang ada di kota-kota besar itu mulai dari jam 16.00 sampai jam 19.30-an.”

Maka dari itu, Fahmi menilai pertandingan sepakbola yang berlangsung malam hari aman dari risiko suhu tinggi, paparan sinar Ultraviolet, dan polusi kendaraan.

“Pertandingan di atas jam 20.00 itu risiko polusinya cenderung lebih landai. Kemudian, resiko fisiologis terhadap suhu yang panas itu lebih rendah dan resiko terhadap paparan sinar UV itu hampir tidak ada,” terang Fahmi.

Setiap pertandingan yang berlangsung pada malam hari, tidak hanya memikirkan faktor suhu ataupun paparan sinar Ultraviolet, tetapi juga urusan komersial dalam tayangan televisi. Namun pertandingan yang bergulir malam hari, biasanya pertandingan dengan rivalitas tinggi.

Head of Content Box2Box Bola, Dex Glenniza mengatakan, pertandingan yang berlangsung malam akan dianggap pertandingan bergengsi. “Pertandingan malam lebih laku untuk televisi. Kalau di Indonesia, kita didikte oleh rating televisi,” sebut Dex di Ruang Pandit.

Bukan hal yang mengagetkan jika Persib sering bertanding malam hari. Bukan Persib yang meminta, kata Dex, tapi televisi menganggap program siaran pertandingan tim tersebut bernilai besar jika ditayangkan pada malam hari.

“Celakanya, malam itu adalah prime time (jam tayang utama) istilahnya. Jam 6 sampai jam 8,” tambah Dex.

Salah satu pertandingan dengan rivalitas tinggi, yakni Persib vs Persija di Final Piala Menpora 2021 yang tayang pukul 20.30 WIB, mendapat predikat program televisi terbaik kedua, hanya kalah dari Ikatan Cinta. Maka tak heran, seperti yang dikatakan Dex, program sepakbola di televisi memang menyasar pemirsa di jam tayang utama.

Menurut survei Katadata pada 2022, mayoritas pemirsa atau 45,7% orang lebih menikmati tayangan hiburan, seperti sinetron dan olahraga, lebih besar daripada tayangan siaran berita, pendidikan, atau keagamaan.

Meski permintaannya cukup tinggi, pertandingan malam hari bisa membahayakan suporter sepulang dari stadion. “Anggap pertandingan selesai kira-kira setengah 11. Seperti kemarin yang diprotes oleh para penonton, mereka (suporter) bisa sampai rumah tengah malam,” imbuh Dex.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjabarkan angka kriminalitas di Bandung sepanjang tahun 2021. Kasus kriminal dalam rentan waktu pukul 18.00 hingga 24.00 WIB berjumlah 1.135 kasus, lebih tinggi ketimbang siang dan sore hari. Sementara itu, kasus terbanyak terjadi di pemukiman dengan 1.291 kasus, disusul dengan 785 kasus terjadi di jalan.

Komentar