Dalam Kondisi Lebih Baik dari Arsenal, Theo Walcott Kembali ke Emirates

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Dalam Kondisi Lebih Baik dari Arsenal, Theo Walcott Kembali ke Emirates

Arsenal akan menjamu Southampton dalam lanjutan pekan ke-13 Liga Inggris 2020/21, Kamis (17/12/2020) dini hari mendatang. Pertandingan ini sekaligus menjadi lawatan pertama Theo Walcott ke Emirates saat berseragam The Saints. Sebelumnya, ikon Arsenal itu sempat menghadapi The Gunners kala membela Everton.

Saat Walcott mencuri perhatian publik Inggris pada 2005/06 lalu, Southampton berkiprah di Championship. Alhasil pemain yang kini berusia 31 tahun tersebut tak pernah bersua Arsenal di musim profesional pertamanya. Ia kemudian direkrut The Gunners saat berusia 16 tahun dan menorehkan sejarah di sana.

Walcott mewarisi nomor punggung 14 yang sebelumnya dikenakan sang legenda, Thierry Henry. Meski tentu ia tak mencapai level yang setara Henry, performa Walcott memberi banyak kenangan manis ke suporter Arsenal. Ia menjadi bagian dari skuad yang memenangkan tiga Piala FA pada 2014, 2015, serta 2017. Tujuh gol dan lima asisnya lawan Tottenham Hotspur pun melengkapi tahun-tahun dominasi Arsenal atas rival abadinya itu.

Kisah Walcott dan Arsenal berakhir pada musim dingin 2018. Saat itu, Walcott jarang dimainkan Unai Emery dan ingin pindah untuk menjaga kans masuk skuad Inggris di Piala Dunia 2018. Di Goodison Park, Walcott memang lebih sering tampil. Namun, performanya tak cukup memikat Gareth Southgate yang lebih memilih Raheem Sterling, Marcus Rashford, bahkan Jesse Lingard.

Link streaming pertandingan Premier League: Arsenal vs Southampton

Kariernya di tim nasional telah selesai. Tetapi ia masih bisa membuktikan diri di Everton. Bersama Merseyside Biru, Walcott tampil reguler di bawah Marco Silva hingga periode pertama Carlo Ancelotti. Walcott bahkan tampil dalam 37 pertandingan Premier League 2018/19, jumlah pertandingan liga terbanyaknya dalam satu musim.

Akan tetapi, menjelang 2020/21, Walcott diputuskan sebagai surplus seiring pembenahan skuad yang dilakukan Don Carlo. Everton pun perlu melego Walcott untuk mengurangi beban gaji mereka. Singkat cerita, setelah hampir 15 tahun dan 483 pertandingan, Walcott kembali ke St. Mary’s.

“Setiap saat saya menunduk dan melihat lambang itu [Southampton], itu sesuatu yang membuat saya merinding. Ini seperti film, saya kira. Cara mereka berjalan dalam lingkaran penuh dan seseorang menghilang lalu kembali pulang seperti Nemo [tokoh film Finding Nemo],” kata Walcott sekembalinya ke Southampton.

Untuk menyambut musim 2020/21, Ralph Hasenhuettl memang perlu tambahan pemain di pos gelandang sayap. Pelatih asal Austria itu butuh pelapis untuk Moussa Djenepo dan Stuart Armstrong, sekaligus rival kompetitif untuk bersaing dengan Nathan Redmond. Namun, pada awalnya, peminjaman Walcott bukanlah opsi utama bagi Hasenhuettl.

Sepanjang kareirnya, kebijakan transfer eks pelatih RB Leipzig itu lebih menitikberatkan pada pemain muda dibanding bintang yang menjelang akhir karier. Tetapi kondisi finansial membuat transfer minim biaya menjadi opsi paling masuk akal bagi The Saints. Musim ini, Southampton telah menggelontorkan lebih dari 40 juta euro untuk memboyong Kyle Walker-Peters, Ibrahima Diallo, serta Mohammed Salisu.

Hasenhuettl pun menyetujui peminjaman Walcott usai mendapat rekomendasi positif atas etos kerja dan karakternya. Southampton mendapat Walcott tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Melansir The Athletic, The Saints hanya perlu membayar kurang dari setengah gaji Walcott di Everton dan tak perlu membayar biaya peminjaman.

Selain aspek finansial, kesediaan Hasenhuettl mendatangkan Walcott juga dipengaruhi oleh kecakapan eks pemain Arsenal itu sebagai mentor. Walcott diyakini akan membawa suasana positif ke ruang ganti Southampton dan bisa menjadi panutan bagi para pemain muda.

“Pengalaman dan pengaruhnya [Walcott] akan penting bagi para pemain muda kami. Gagasannya adalah [kedatangan Walcott] bukan menjadi penghambat perkembangan mereka, tetapi justru untuk mempercepat perkembangan itu. Dari pemain profesional ini, mereka akan belajar dan tumbuh untuk masa depan klub kami,” kata Hasenhuettl.

Southampton sendiri saat ini memiliki sejumlah talenta menjanjikan di lini serang. Michael Obafemi telah disertakan ke skuad utama pada dua musim terkini. Sedangkan Dan N’Lundulu dan Nathan Tella mulai menyusul dilibatkan.

Selain itu, Walcott juga menunjukkan bahwa kontribusinya di atas lapangan masih bisa diandalkan. Ia selalu dijadikan starter sejak menghadapi Chelsea pada pekan kelima. Walcott masih berdaya untuk tampil klinis dan kemampuan terbaiknya muncul saat momen-momen genting. Musim ini, asis ke Jannik Vestergaard saat melawan Chelsea dan gol semata wayangnya ke gawang Wolverhampton mengamankan poin bagi Soton. Keberhasilan Southampton menembus empat besar Liga Inggris pun tak bisa dilepaskan dari peran seorang Theo Walcott.

Jelang melawat ke Emirates, situasinya pun menjadi agak ganjil. Tersingkirnya Walcott dari Arsenal maklum dianggap sebagai penurunan karier. Tetapi kini, Walcott justru bersinar terang bersama Soton sementara The Gunners belum kunjung bangkit dari keterpurukan. Pekan lalu, pada saat The Saints menang mudah 3-0 atas Sheffield United, Arsenal justru kembali tersungkur lawan Burnley di kandang sendiri.

Arsenal akan menjamu Southampton pada Kamis (17/12) pukul 01.00 WIB. Tayangan langsung pertandingan tersebut, semua pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar