Jude Bellingham dan Generasi Baru Der Klassiker

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Jude Bellingham dan Generasi Baru Der Klassiker

“Tidak ada klub yang lebih baik [dari Dortmund] dalam mempromosikan taleta muda dan membawa mereka ke level karier selanjutnya. Saya ingin meneruskan perkembangan saya di sini serta berkontribusi dengan memberikan gelar dan kemenangan,” demikian kata Jude Bellingham saat datang ke Signal Iduna Park awal musim ini.

Usia Bellingham baru 17 tahun, tapi Lucien Favre tak ragu memberinya tempat di skuad inti. Di Bundesliga 2020/21, Bellingham telah tampil lima kali — empat sebagai starter.

Bellingham memperpanjang daftar nama amunisi muda die Borussen. Sebelum kedatangannya, Dortmund punya segudang pemain muda berbakat dalam diri Jadon Sancho, Erling Braut Haaland, hingga Giovanni Reyna. Sederet talenda muda ini dikembangkan Dortmund dengan harapan mengkudeta rival mereka yang terlampau dominan, Bayern Muenchen.

Delapan musim terakhir, Bayern selalu mengangkat Meisterschale di akhir musim. Klub asal Bavaria itu kian mengukuhkan dominasi mereka di persepakbolaan Jerman. Mereka telah merengkuh 30 gelar liga sepanjang sejarah, 22 lebih banyak dibanding Dortmund.

Dibanding klub Bundesliga lain, Dortmund adalah favorit untuk memutus dominasi Die Roten. Pada abad 21, selain Werder Bremen era Miroslav Klose dan kejayaan singkat VfB Stuttgart serta VfL Wolfsburg, Dortmund satu-satunya tim yang mampu menggusur Bayern dari puncak.

Rivalitas Dortmund vs Bayern pun menjadi sorotan utama Liga Jerman dua dekade belakangan. Der Klassiker, demikian nama pertandingan ini.

Link streaming Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen

Tak seperti partai klasik di negara lain, Dortmund vs Bayern tak dilatari aspek non-sepakbola yang cukup esensial. Rivalitas keduanya murni kompetitif. Klassiker mulai mencapai level tertinggi kala Dortmund mencapai masa keemasan pada 1990-an.

Pada 2000-an, rivalitas ini sempat surut karena dekadensi Die Borussen. Setelah pelatih legendari Matthias Sammer meninggalkan Westfalenstadion, Dortmund sulit menembus papan atas. Mereka bahkan terlempat dari 10 besar pada 2007/08.

Gelora Klassiker baru kembali menyala kala Dortmund menunjuk eks pelatih Mainz 05 yang eksentrik, Juergen Klopp, untuk memimpin skuad. Klopp membawa Die Borussen kembali ke peta tim elite Bundesliga, meraih dua titel pada 2010/11 dan 2011/12.

Setelah kepergian Klopp, Dortmund konsisten menantang Bayern di papan atas. Empat pelatih telah mencoba mengemulasi kesuksesan Klopp, mulai dari Thomas Tuchel, Peter Bosz, Peter Stoeger, hingga kini Lucien Favre. Namun, mereka selalu gagal mencegah Die Roten meraih Meisterschale.

Bayern terlalu digdaya. Jupp Heynckes, Josep Guardiola, Carlo Ancelotti, Hans-Dieter Flick, bahkan Niko Kovac selalu mampu mempertahankan dominasi.

Dominasi Bavaria pun dikukuhkan lewat bursa transfer. Sedekade terakhir, Bayern rajin “menggembosi” kekuatan rival dengan merekrut pemain-pemain terbaik mereka. Mario Goetze, Robert Lewandowski, dan Mats Hummels adalah penggawa inti Dortmund era Klopp yang menyeberang ke Bayern. Pemain Bundesliga lain, Leon Goretzka, Niklas Suele, Benjamin Pavard, hingga Alexander Nuebel pun turut memilih Bayern.

Perkembangan Goetze tak sesuai ekspektasi di Allianz Arena. Hummels pun kemudian kembali ke Dortmund. Namun, Lewandowski rutin memecahkan rekor bersama Die Roten, menjadi top skor kedua sepanjang sejarah klub, serta meraih Torjaegerkanone tiga musim berturut-turut.

Kini, era tersebut sudah hampir berakhir. Bayern dan Dortmund mengembangkan talenta-talenta baru yang mulai mengambil peran vital di Der Klassiker. Setidaknya, empat pemain muda akan melakoni Klassiker Bundesliga pertamanya pada Minggu (8/11) besok.

Di kubu Dortmund, Bellingham dan Reyna menegaskan peran mereka di tim inti musim ini. Dua pemain tersebut melengkapi kiprah pemain muda seperti Jadon Sancho dan Haaland yang lebih dulu gabung Die Borussen.

Sedangkan di pihak Bayern, Leroy Sane melanjutkan kisah rivalitasnya kontra Dortmund. Sane tentu tak asing dengan duel sengit lawan Die Borussen, pernah menjalaninya dalam Revierderby sewaktu masih membela Schalke 04.

Selain Sane, Jamal Musiala terlihat memiliki masa depan cerah bersama Bayern. Dalam waktu dekat, Musiala memang tak akan menggeser posisi Robert Lewandowski. Namun, Musiala telah membuat sejarah dengan menjadi pencetak gol termuda Bayern.

Bellingham telah merasakan pengalaman pertama menghadapi Bayern di ajang Piala Super Jerman pada September lalu. Gelandang Inggris tersebut masuk pada menit 76. Debut Klassiker Bellingham tak berjalan sesuai harapan usai Joshua Kimmich menyegel kemenangan Bayern.

Pada Minggu (8/11) pukul 00:30 WIB, Bellingham berpeluang tampil sejak menit pertama. Kualitas permainannya memang tak perlu diragukan untuk mengisi starting line-up. Namun, jika Favre mempertimbangkan pengalaman bermain, Delaney atau Dahoud akan mengambil posisi Bellingham.

Kendati masih 17 tahun, Bellingham telah membuktikan dirinya mampu bermain di level tertinggi. Eks pemain Birmingham ini cenderung bermain seperti gelandang box-to-box yang energetik plus memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata. Bellingham tak jarang menunjukkan kemampuannya mendribel bola melewati peman lawan.

Dari aspek pertahanan, Bellingham juga tampil solid di lini tengah. Ia tercatat memenangkan 10 tekel dari lima pertandingan Bundesliga, terbanyak di antara pemain Dortmund. Sembilan dari 10 tekel itu dimenangkan di lini tengah.

Etos kerja Bellingham pun tak perlu diragukan. Ia adalah salah satu pemain Dortmund yang paling rajin melakukan pressing (88), dalam hal ini hanya diungguli Reyna yang mendapat menit bermain lebih banyak.

Bellingham adalah salah satu talenta lini tengah yang paling menarik tahun ini. Bersama Reyna, Haaland, dan Sancho, pemuda kelahiran Stourbridge, Inggris itu adalah masa depan Die Borussen. Dengan generasi baru ini, Favre berniat mengkudeta Bayern.

Seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, beserta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar