Celta Vigo, Rumah yang Dirindukan Iago Aspas

Cerita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Celta Vigo, Rumah yang Dirindukan Iago Aspas

Iago Aspas mungkin menjadi orang yang paling bahagia pada Bulan Oktober kemarin. Bagaimana tidak, setelah didaulat menjadi pemain terbaik La Liga Bulan Oktober dengan menyingkirkan nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, ia mendapatkan debutnya bersama tim nasional Spanyol.

Bukan tanpa alasan bagi Jolen Lopetugei untuk memasukkan nama Aspas dalam skuat Spanyol menghadapi Inggris. Performanya yang luar biasa bersama Celta Vigo musim ini sangat menguntungkan Lopetegui karena membuat lini depan Spanyol menjadi memiliki banyak pilihan saat ini.

Memainkan debutnya ketika diturunkan pada menit ke-70 untuk menggantikan Juan Manuel Mata, Aspas menjawab kepercayaan Lopetegui dengan sebuah gol cantik pada menit ke-89. Gol itu menjadi pelecut semangat bagi para pemain Spanyol lainnya untuk mengejar ketertinggalan, hingga akhirnya Isco berhasil menyamakan kedudukan di penghujung laga dan memaksa pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2.

Sejauh ini Aspas telah berhasil mencetak 9 gol untuk Celta Vigo, dengan rincian 7 di ajang La Liga dan 2 di ajang Liga Europa UEFA.

***

Pemain kelahiran Moana, Pandreva ini, mengawali karier juniornya di kesebelasan lokal Moana sebelum memutuskan untuk pindah ke akademi Celta Vigo pada tahun 1995 ketika usianya menginjak 8 tahun.

Bermain bersama Celta Vigo B dalam rentan waktu 2006-2009, Aspas berhasil mencatatkan 84 penampilan dan 11 gol. Debutnya di tim senior bersama Celta Vigo sebenarnya sempat terjadi pada musim 2007-08 di Segunda Division. Namun setelah itu Aspas lebih banyak menghabiskan waktunya di Celta Vigo B.

Pada musim 2011-12, Aspas berhasil mencetak 23 gol di ajang La Liga 2, hal itu merupakan capaian terbaik sepanjang kariernya. Walau demikian, Aspas gagal menyabet gelar top skor karena harus puas berada diurutan kedua di belakang Leonardo Ulloa yang mencetak 28 gol untuk Almeria. Keberhasilan Aspas pun kembali membawa Celta Vigo promosi ke La Liga setelah absen cukup lama.

Aspas memainkan debutnya di La Liga ketika Celta Vigo kalah oleh Malaga di laga pembuka. Sedangkan gol pertamanya ia buat pada Bulan September ketika Celta berhasil mengalahkan Osasuna dengan skor 2-0.

Hingga akhir musim usai, Aspas berhasil membukukan 11 gol untuk Celta Vigo di ajang La Liga.Dalam jangka waktu 5 tahun sejak debutnya di tim utama, Aspas berhasil membukukan 46 gol dari 136 pertandingannya bersama Celta Vigo.

Bergabung dengan Liverpool, lalu Dipinjamkan ke Sevilla

Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Aspas selama membela Celta Vigo membuat Brendan Rodgers, manajer Liverpool kala itu, tertarik untuk memboyongnya ke Anfield. Harga 7 juta paun yang diminta oleh Celta Vigo pun disanggupi oleh Liverpool. Hingga pada akhirnya Aspas resmi bergabung dengan The Reds pada bursa transfer musim panas 2013, dan memutuskan untuk memilih nomor punggung 9.

Pemain kelahiran 1 Agustus 1987 ini memulai debutnya di Liga pada tanggal 17 Agustus 2013 melawan Stoke City di Anfield. Di pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Liverpool itu, Aspas berhasil mencetak asis pertamanya setelah sodorannya berhasil dimanfaatkan oleh Daniel Sturridge.

Petaka bagi Aspas datang ketika liga memasuki pekan ke-8, cedera paha yang dideritanya di sesi latihan membuatnya harus absen selama lebih dari 1 bulan. Aspas pun melewatkan pertandingan-pertandingan penting seperti melawan Arsenal dan Everton.

Setelah pulih dari cedera, Aspas gagal memikat hati Rodgers yang lebih memilih memainkan Sterling, Coutinho, dan Henderson untuk menemani Suarez di lini depan. Aspas pun lebih banyak menghabiskan sisa musim dengan duduk di bangku cadangan.

Salah satu blundernya yang mungkin akan selalu diingat oleh pendukung Liverpool adalah ketika laga krusial melawan Chelsea di Anfield. Di laga yang menentukan perebutan gelar Liverpool ini, Aspas melakukan hal konyol ketika dirinya mengambil tendangan penjuru. Alih-alih mengumpan kepada rekannya, Aspas justru memberikan sodoran kepada Willian. Willian pun dengan leluasa melancarkan serangan balik yang berujung pada gol kemenangan Chelsea.

Hanya mencatat 14 pertandingan pada musim 2013/2014 membuat nama Aspas dikepinggirkan oleh Rodgers. Aspas pun memutuskan kembali ke tanah kelahirannya untuk membela Sevilla sebagai pemain pinjaman dari Liverpool.

Bersama Sevilla, performanya sedikit mengalami peningkatan, walau hanya mampu mencetak dua gol dari 16 pertandingannya di ajang La Liga. Namun, Aspas dapat membukukan 7 gol di ajang Copa del Rey dan 1 gol di ajang Liga Europa.

Kembali ke Celta Vigo

Tidak berminatnya Sevilla untuk mempermanenkan status Aspas, membuat nasib pemain kidal itu sempat terkatung-katung. Beruntung, kariernya kembali diselamatkan oleh kesebelasan masa kecilnya, Celta Vigo. Dana sebesar 5 juta Euro digelontorkan Celta Vigo untuk kembali menebusnya dari Liverpool.

Kepada ESPN, Aspas menuturkan bahwa masa-masa peminjamannya berjalan sulit.

“Pelatih hampir satu musim hanya bermain dengan satu striker. Carlos Bacca dan Kevin Gameiro mencetak banyak gol. Saya pun melakukannya walau hanya dengan waktu bermain yang sedikit, Tetapi itu sulit. Saya telah melakukan tugas dengan baik, tetapi rekan-rekan saya melakukannya lebih baik”.

Maka tidak heran, begitu ada tawaran untuk pulang dari Celta Vigo, Aspas pun menyambutnya dengan sangat bahagia. Tidak hanya dirinya, para pendukung Celta Vigo pun sangat gembira ketika sang pahlawan akhirnya kembali pulang.

Aspas mengawali debut keduanya bersama Celta Vigo ketika bertandang ke markas Levante. Setelah lebih sering bermain sebagai gelandang serang atau winger di Liverpool dan Sevilla, Aspas kembali bermain di posisi favoritnya, yaitu sebagai striker. Di laga ini Aspas langsung membuktikan kapasitasnya, satu gol berhasil ia sumbangkan bagi kemenangan Celta Vigo.

Keganasannya kembali diperlihatkan pada pekan ke-5. Tidak tanggung-tanggung, yang menjadi korbannya kali ini adalah sang juara bertahan, Barcelona. Bahu-membahu dengan Nolito di lini depan, Aspas sukses melesakkan dua gol yang membantu Celta Vigo menghancurkan Barcelona 4-1.

Hingga akhir musim Aspas berhasil membukukan 18 gol bagi Celta Vigo di semua ajang.

Musim 2016/2017 Menjadi Puncak Kejayaan

Hengkangnya Nolito ke Manchester City sempat dikhawatirkan oleh para pendukung Celta Vigo, alasannya jelas, Nolito –bersama Aspas– merupakan tulang punggung tim saat itu. Kekhawatiran para pendukung langsung terasa ketika Celta Vigo kalah di tiga pertandingan awal secara beruntun.

Namun kekhawatiran para pendukung Celta Vigo mulai mereda ketika Aspas perlahan-lahan mulai membuka kran golnya. Puncaknya lagi-lagi ketika melawan Barcelona di pekan ke-7. Kala itu Aspas tampil trengginas dengan berhasil menyumbangkan satu gol dan satu asis dalam laga yang berkesudahan 4-3 untuk kemenangan Celta Vigo tersebut.

Hingga pertandingan pekan kemarin, Aspas selalu menunjukkan kegemilangannya. Jika terus menjaga tren positif ini, bukan tidak mungkin impiannya untuk berlaga bersama Spanyol di Piala Dunia 2018 akan terwujud.

(frz)

Komentar