David Moyes dan Ulang Tahun yang Tak Pernah Dirayakan

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

David Moyes dan Ulang Tahun yang Tak Pernah Dirayakan

Perayaan ulang tahun umumnya dilakukan dalam suasana riang. Ini yang membuat Perayaan ulang tahun begitu ditunggu-tunggu oleh semua orang. Ada 365 hari dalam setahun, dan 366 hari untuk tahun kabisat. Tepat dua hari sebelum perayaan ulang tahunnya bersama Real Sociedad, David Moyes sudah keburu dipecat.

Akun Squawka mencuit pemecatan Moyes dilakukan pada hari ke-364 ia bertugas. Pemicu utamanya adalah buruknya hasil yang diraih Sociedad pada musim ini. Kekalahan 0-2 atas Las Palmas pada Jumat (6/11) malam waktu Spanyol, menjadi pemicu lanjutan yang membuat kontraknya diputus.

Saat ini Sociedad terjerembab di peringkat ke-18 klasemen sementara Liga Spanyol. La Real hanya mengumpulkan sembilan poin hasil dua kali menang dan tiga kali seri dari 11 pertandingan. Berada di zona degradasi tentu bukan sesuatu yang bisa membikin nyaman suasana hati dewan klub.

“Real Sociedad berterima kasih pada David Moyes dan Billy McKinlay (asisten) untuk perilaku profesional, komitmen, dan dedikasi yang mereka tunjukkan saat menjalankan tim,” tulis pernyataan resmi Sociedad.

Sociedad sendiri telah mengonfirmasi mantan pelatih Celta Vigo dan Barcelona B, Eusebio Sacristan, sebagai pengganti Moyes di tim. Sacristan dikontrak hingga 30 Juni 2017.  Klub pun memperkenalkan (atau membanggakan) Sacristan dengan segala prestasi di situs resminya.

Apa yang terjadi pada Moyes seperti yang ia alami pula pada setahun sebelumnya. Kala itu, Sociedad pun mengalami situasi serupa di mana mereka cuma menang dua kali dalam 11 pertandingan. Moyes awalnya menolak karena mungkin saja ia masih trauma dengan segala caci maki dan ejekan suporter karena membawa Manchester United menjadi terpuruk. Namun, Moyes pun setuju pada akhirnya.

Meskipun sempat meragukan karena disambut biasa-baisa saja oleh para pemainnya, tapi Moyes bisa menghindarkan Sociedad degradasi pada musim lalu. Belum lagi, Moyes pun memberi instruksi lewat interpreter karena ia tak berbahasa Spanyol.

Musim lalu, Sociedad menempati peringkat ke-12 dengan raihan 11 kali kemenangan dan 13 kali hasil seri. Hasil tersebut sudah cukup mengamankan posisi Moyes untuk kembali melatih klub pada musim ini. Meski digadang-gadang layak untuk mendapat tempat kualifikasi di Eropa, Moyes sendiri mengatakan kalau target tersebut tidak realistis mengingat kualitas pemain yang masih belum bisa bersaing.

Untuk menunjang Sociedad pada musim ini, pihak klub pun mendatangkan Asier Illaramendi, Jonathas, Bruma, dan Diego Reyes. Namun target yang diinginkan Moyes, Danny Ings, gagal didatangkan karena merapat ke Liverpool.

Buruknya performa Sociedad sebenarnya sudah terlihat sejak pertandingan pra-musim. Dari sembilan pertandingan, Sociedad cuma menang dua kali atas Livingston FC dan Panathinaikos. Sebanyak tiga pertandingan berakhir dengan seri, dan sisanya kalah, termasuk kalah dari Rayo Vallecano, Atletico Madrid, dan Real Zaragoza.

Baca juga: Masa Rehabilitasi Moyes

Tak Ada Pesta

Pertandingan menghadapi Las Palmas digelar pada Jumat petang. Ini yang membuat Moyes memilih pulang ke Inggris dan menikmati akhir pekannya di sana. Lagi pula penerbangan dari San Sebastian ke Manchester cuma memakan waktu lima jam, itu pun sudah termasuk transit di Barcelona.

Presiden Sociedad, Jokin Aperribay, menelepon Moyes untuk datang pada Minggu (8/11) lalu. Namun, ia tak bisa berangkat karena penerbangannya dari Manchester dibatalkan dan mesti dijadwalkan ulang pada Senin (9/11) keesokan harinya.

Saat tiba di San Sebastian, ia langsung menuju hotel Maria Cristina. Hotel yang terletak di sepanjang Sungai Urumea tersebut menjadi tempat tinggal Moyes selama melatih Sociedad.

Hampir setahun lalu, sang presiden, Jokin Aperribay, tengah dalam kondisi yang sama. Ia tengah menunggu dan menanti tanda tangan Moyes. Padahal Moyes sendiri sudah berulang kali menolak kala itu. Senin lalu, Aperribay ada dalam suasana yang sama dalam tujuan yang berbeda. Kali ini ia ingin memecat Moyes.

Baca juga: Pardew dan Moyes Saat Zona Nyaman Tak Lagi Menenangkan

Entah apa yang terjadi di tubuh Real Sociedad. Salah seorang pemain Las Palmas mengaku kalau mereka tak pernah menang dengan cara yang begitu mudah. “Sociedad bermain amat buruk dan membutuhkan perubahan secara cepat sebelum mereka benar-benar tenggelam. Lambat laun mereka akan sadar kalau kepemimpinan Moyes akan membawa kegagalan,” ucap pemain tersebut.

Ada perasaan yang berbeda saat dewan klub pulang dari Las Palmas menuju Basque. Di saat para pemain dan staff berkumpul dalam satu pesawat, tidak ada David Moyes di situ. Ia malah terbang dan pulang ke Inggris. Moyes sendiri memiliki alasan kuat untuk pulang. Ia datang untuk merayakan pesta ulang tahun anaknya pada Minggu malam.

Jurnalis The Guardian, Sid Lowe, menuturkan kalau pemecatan sebenarnya bukan sebuah penyelesaian. Skuat mereka memang buruk dan tidak ada satupun pemain yang merupakan keinginan Moyes. Banyak hal yang membuat Sociedad terjerembab seperti cedera yang datang di waktu tak tepat dan kesalahan individu di atas lapangan.

Kehadiran Moyes pun sebenarnya tak sungguh-sungguh diharapkan. Saat Moyes menolak membesut Sociedad, pihak klub malah menjalin kesepakatan dengan mantan manajer West Bromwich Albion, Pepe Mel. Mereka pun tiba-tiba membatalkan kesepakatan tersebut karena Moyes bersedia melatih Sociedad.

Selain itu terdapat jarak yang terlalu lebar antara Moyes dengan staf kepelatihan lainnya. Moyes hampir terlihat sendirian. “Hubungan sulit untuk dibangun, nuansa hilang seluruhnya,” tulis Lowe.

Baca juga: David Moyes dan Nasib Manajer Britania di Liga Spanyol

Moyes kini harus kembali ke Inggris. Ia mesti membereskan segala urusan dan barang-barangnya di Spanyol. Padahal, hanya dalam hitungan hari Moyes akan merayakan ulang tahun pertamanya bersama Sociedad. Namun, pesta itu tak pernah benar-benar terjadi.

Foto: theguardian.com

Komentar