Ketika Barcelona Edisi KW Bertemu Espanyol Ori

Cerita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ketika Barcelona Edisi KW Bertemu Espanyol Ori

Kita tidak sedang membicarakan Espanyol melawan Barcelona yang baru saja merengkuh treble winners. Ataupun membicarakan tim junior mereka yang saling berhadapan dalam pertandingan bertajuk Derby Catalan. Namun, yang ini, Espanyol mesti berhadapan dengan Barcelona Sporting Club, kesebelasan yang -mempunyai logo dan nama- yang mirip dengan sang empunya di Spanyol, FC Barcelona.

Asal-muasal Barcelona Sporting Club

Sebuah kesebelasan, biasanya didirikan dengan semangat kedaerahan dari masyarakatnya di zaman dahulu. Banyak contoh yang melatar belakangi berdirinya suatu kesebelasan atas nama kedaerahan, seperti kesebelasan Liverpool di Inggris atau Bayern Munchen di Jerman.

Namun Barcelona Sporting Club ini ternyata bukan karena mengikuti nama daerah yang ada di Ekuador sana. Adalah Eutimio Perez, seorang Imigran dari Barcelona yang berjasa atas terbentuknya kesebelasan Barcelona Sporting Club ini. Tanggal 1 Mei 1925 menjadi tanggal diresmikannya kesebelasan ini di Guayaquil, Ekuador. Nama “Barcelona” ia adopsi dari nama kota kelahiran Perez dan hanya mengubah sedikit saja supaya terlihat berbeda dengan sang saudara tua, FC Barcelona.

bersaudara
Saudara beda orang tua atau saudara yang tertukar. Eh?

Setali tiga uang dengan FC Barcelona, kesebelasan Barcelona SC juga merupakan kesebelasan yang paling disegani di Ekuador. Bahkan mereka mempunyai julukan yang unik yaitu “Idolo” yang artinya “Idola rakyat Ekuador”. Julukan itu pantas disematkan pada mereka karena mereka merupakan pemegang rekor gelar terbanyak liga Ekuador (Serie A) sebanyak 14 kali. Sepertinya buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya.

Pertemuan Barcelona SC vs Espanyol, Dampak dari Globalisasi Liga Spanyol.

Sebelumnya, memang tak pernah terpikirkan jika Barcelona SC akan bersua dengan rival dari sepupu tua mereka, FC Barcelona yaitu RCD Espanyol. Mungkin begitu juga yang ada dipikiran arwah dari pendiri Barcelona SC, Eutimio Perez. Ia (mungkin) bangga dan terharu kini "Barcelona KW" hasil jerih payah dan cita-citanya di masa lampau bisa bersua kesebelasan asal kota kelahirannya di Spanyol, walupun itu bukan melawan FC Barcelona. Toh, bagaimanapun, Perez akan lebih bangga jika suatu saat "Barcelona KW" akan bertemu langsung di lapangan melawan "Barcelona Ori".

Akhirnya hari itu datang juga, tanggal 29 Mei waktu setempat. Pertemuan perdana Espanyol dan Barcelona SC yang dibidani oleh acara LFP World Challenge 2015 yang juga dalam rangka hari jadi Barcelona SC yang ke 90 tahun -di awal Mei lalu ini- menakdirkan tim tuan rumah yang keluar sebagai pemenangnya. Washington Vera menjadi pahlawan Barcelona SC dengan gol semata wayangnya sekaligus meraih trofi Copa EuroAmericana edisi 2015. Sial bagi Espanyol, dalam dua bulan terakhir mereka harus takluk dari "Barcelona Ori" di La Liga dan "Barcelona KW" di ajang persahabatan.

Espanyol, yang terbang dari Barcelona menuju Ekuador ternyata bukan satu-satunya kesebelasan yang tur luar negeri dalam rangka LFP World Challenge 2015 ini. Tercatat kesebelasan seperti Sevilla, Valencia dan Villareal yang juga memeriahkan rangkaian acara tersebut.

Kesebelasan Valencia yang berkesempatan untuk bersua Columbus Crew di Amerika Serikat menyudahi pertandingan dengan kemenangan 0-1 untuk Los Che. Sedangkan Villareal sukses membungkam Adelaide United dengan skor 2-3 di Australia dan masih memiliki jadwal bertanding melawan Brisbane Roar. Lain Valencia dan Villareal, lain juga untuk sang jawara bertahan Europa League ini, Sevilla harus terbang ke benua Afrika untuk bertandang ke Maroko dan berjumpa Hasania Agadir, salah satu kesebelasan lokal Maroko.

Perbedaan tujuan tur pra-musim masing-masing antara Espanyol, Sevilla, Villareal dan Valencia ini jelas sebagai upaya LFP sebagai badan penyelenggara La Liga Primera dan Segunda untuk mempromosikan liga Spanyol ke seluruh penjuru dunia. Maka tak heran jika yang mereka kirim adalah tim-tim kuat La Liga selain FC Barcelona dan Real Madrid yang sudah terlebih dahulu populer dari kesebelasan lainnya di dunia berkat taburan pemain bintang di dalamnya.

Indonesia juga pernah terkena dampak globalisasi liga Spanyol. Tepat 22 Mei tahun lalu, Sevilla yang berstatus sebagi juara Europa League 2014 berkunjung ke Bandung untuk bersua Pelita Bandung Raya dengan tajuk pertandingan LFP World Challenges 2014. Saat itu PBR harus menyerah dari Sevilla dengan skor 0-4 lewat gol-gol dari Trochowski, Moreno dan Iborra yang mencetak dua gol.

Penulis yang malam itu ikut menyaksikan Sevilla dari tribun stadion, merasa beruntung bisa menyaksikan Sevilla dari dekat. Namun, animo penonton yang minim dikarekanan berbagai faktor, membuat pertandingan itu terasa kurang bergairah. Di luar hal tersebut, Sevilla tetap menyuguhkan penampilan terbaiknya meski bertanding jauh dari Andalusia, tempat mereka bernaung di Spanyol.

Prestasi La Liga musim ini yang berhasil menyabet lima tempat di Liga Champions akan diperkirakan dengan semakin gencarnya upaya LFP dalam memperkenalkan liga Spanyol ke seluruh dunia. Tentu, tak lain dan tak bukan demi pundi-pundi hak siar dan pemasukan lainnya dari supporter seluruh dunia.

Maka, jangan heran jika mungkin nanti kedepannya akan ada lagi kesebelasan-kesebelasan Spanyol lainnya seperti Eibar atau Granada akan bertanding melawan Persipura, Persib atau kesebelasan lainnya di Indonesia dalam rangka LFP World Challenge edisi-edisi berikutnya.




Tulisan dan gambar diolah dari berbagai sumber

Komentar