Bisnis Pemain Muda ala Chelsea di Negeri Jepang

Cerita

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Bisnis Pemain Muda ala Chelsea di Negeri Jepang

Beberapa hari ini kencang terdengar kabar soal ketertarikan Chelsea terhadap salah satu pemain yang tengah bersinar di J-League, Yoshinori Muto. Pemain yang kini membela FC Tokyo ini mungkin tidak banyak dikenal oleh masyarakat sepakbola dunia. Namun, jika anda mengikuti J-League dalam 2 musim terakhir, nama Muto memang sedang banyak dibicarakan orang.

Muto mendapat banyak sorotan setelah musim lalu ia berhasil mencetak 13 gol dalam 33 kali penampilannya bersama FC Tokyo. Pemain ini memang sudah kecil berada di klub asal ibu kota Jepang ini. Prestasi tersebut ia raih pada usianya yang masih sangat muda, yaitu 21 tahun.

Hal ini pun cukup untuk menjadi alasan bagi pelatih tim nasional Jepang saat itu, Javier Aguirre, untuk menariknya ke tim nasional Jepang. Pada bulan September 2014 lalu pun akhirnya Muto menjalani debutnya bersama tim nasional Jepang saat melawan Uruguay di Sapporo Dome. Muto menjadi pemain pengganti, Yusuke Minagawa, pada menit ke 58. Dan hanya berselang 4 hari setelah pertandingan debutnya, pada pertandingan persahabatan berikutnya melawan Venezuela, Muto berhasil mencetak gol pertamanya bagi tim nasional Jepang.

Pada J-League musim 2015 yang baru melangsungkan 4 pertandingan pun Muto langsung membuat kejutan. Juara musim lalu, Gamba Osaka, dibungkan oleh pemain muda ini di kandangnya sendiri lewat dua gol yang diciptakan di penghujung laga. Muto mencetak 2 gol sekaligus membuat Gamba Osaka harus rela bermain imbang di kandangnya sendiri.

Pemain yang baru lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Keio ini bisa bermain sebagai penyerang tengah, seperti yang diperagakannya pada 4 pertandingan yang dijalani musim ini. Namun, pada musim lalu, tidak jarang ia berada di posisi penyerang sayap kiri. Kecepatannya dalam menggiring bola serta kemampuannya mengelabui bek lawan sangat berguna saat ia berposisi sebagai penyerang sayap.

Catatan mengesankan inilah yang mungkin menjadi alasan bagi Chelsea untuk merekrut Muto. Dikabarkan sekitar $5,5 juta sudah disiapkan Chelsea untuk mendatangkan Muto ke London.

Namun Muto juga harus berfikir matang-matang sebelum menerima tawaran Chelsea ini. Pasalnya, Chelsea dikenal sebagai tim yang banyak menyia-nyiakan pemain berbakat yang direkrutnya. Pemain-pemain muda didatangkan ke klub asal London ini namun kemudian hanya berujung sebagai pemain yang dipinjamkan ke klub lain.

Dan jika melihat lebih jauh, ada kecurigaan bahwa ketertarikan Chelsea terhadap lulusan fakultas ekonomi Universitas Keio ini hanya karena urusan marketing semata. Pasalnya, bulan Februari lalu, Chelsea baru saja mendapatkan kerjasama sponsor dari perusahaan Jepang, Yokoham Rubber. Chelsea mendapatkan kesepakatan kontrak yang sangat luar biasa dari perusahaan ban tersebut, yaitu sebesar $60 juta dollar per tahun selama kontrak 5 tahun. Hal ini membuat Yokohama Rubber akan terpampang di kostum Chelsea musim depan.

Angka ini jauh lebih besar dari apa yang didapatkan Chelsea sebelumnya dari perusahaan elektronik asal Korea, Samsung. Menurut Forbes, kerjasama Chelsea dengan Samsung hanya sebesar $26 juta. Bahkan tidak sampai setengah dari kesepatakatan Chelsea dengan Yokohama Rubber saat ini. Angka ini juga menjadi kesepatakan sponsorship baju termahal di sepakbola.

Dengan kondisi ini, sangat mungkin bahwa sebenarnya ketertarikan Chelsea hanya berdasarkan urusan bisnis semata. Dengan merekrut pemain asal Jepang, tentu saja akan membuka kesempatan mereka untuk memperluas jaringan di negri sakura ini.

Seperti apa yang pernah dilakukan Manchester United saat mendatangkan Park Ji Sung di Old Traffold. Tercatat dalam satu tahun, pertandingan Manchester United ditonton oleh 40 juta orang di Korea Selatan melalui televisi. United juga berhasil meraih 27 juta fans di Korea Selatan. Angka ini merupakan lebih dari setengah total jumlah penduduk Korea Selatan yang hanya sekitar 46 juta penduduk.

Namun tentu saja, kesuksesan MU meraih banyak fans di Korea juga akibat dibarengi dengan kesuksesan Park di Old Trafford. Park tidak datang hanya sebagai pemain pelengkap di kesebelasan Manchester United. Selama 7 musim di Manchester United, Park mencatatkan 134 kali penampilan dengan menyumbangkan 19 gol. Hal inilah yang kemudian membuat warga Korea menjadi semakin mengidolakan Park.

Tidak ada yang salah memang dengan semua ini. Sepakbola saat ini memang tidak lepas dari urusan bisnis klub-klub untuk bisa menghasilkan keuntungan. Mendatangkan pemain dari negara asia untuk meraih fans baru juga merupakan cara berbisnis yang terbukti efektif.

Bagi negara tempat pemain berasal, hal ini juga mendatangkan keuntungan tersendiri. Karena tentu saja, FC Tokyo akan mendapatkan dana transfer yang tidak sedikit dengan transfer Muto ke Chelsea.

Sedangkan bagi sang pemain, menguntungkan atau tidak akan bergantung pada performanya setelah pergi ke Eropa. Bisa berlatih di Eropa bersama pemain-pemain kelas dunia tentu akan mendatangkan keuntungan tersendiri. Jika gagal di Chelsea, Muto bisa melanjutkan karirnya di klub-klub lain di Eropa yang juga bisa mengembangkan karir dan kemampuannya bermain sepakbola.

Maka sepertinya, tidak ada yang salah dari ketertarikan Chelsea terhadap Muto meski hanya berlatar belakang urusan bisnis semata. Bagaimanapun juga, ini akan menjadi kesempatan bagi Muto untuk mengembangkan karirnya. Selanjutanya, tinggal bagaimana sang pemain mampu bersaing dan membuktikan bahwa kualitasnya memang setara dengan pemain-pemain kelas dunia.



Komentar