Rayo Vallecano, Klub Kecil Berhati Besar

Cerita

by Eki Nurdiansyah

Eki Nurdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Rayo Vallecano, Klub Kecil Berhati Besar

Dalam sepakbola, klub dan suporter adalah dua entitas yang memiliki keterkaitan yang begitu erat. Klub ada karena suporter ada, pun sebaliknya. Terkadang, ada ikatan emosional tersendiri yang lebih dari sekadar ikatan antara klub dan suporter. Ada rasa saling memiliki yang begitu mendalam, baik dari suporter kepada klub ataupun klub kepada suporter.

Jangan tanyakan jumlah gelar La Liga yang telah didapat Rayo Vallecano, karena prestasi terbaiknya hanyalah duduk di posisi delapan La Liga musim lalu. Atau jangan tanyakan siapa pemain besar yang pernah merumput di klub tersebut, karena dari beberapa musim ke belakang hanya ada nama Michu dan Alvaro Negredo yang bisa disebutkan.

Namun ada hal lain yang patut ditiru yaitu kebesaran hati menolong suporter klub yang sedang dilanda kesusahan. Ya, klub yang berbasis di kota Madrid ini diberitakan menolong seorang suporter mereka, yakni seorang nenek renta berumur 85 tahun yang tidak memiliki rumah. Nenek tersebut bernama Carmen Martinez. Ia diusir dari kediamannya yang sudah ia tempati selama hampir 50 tahun.

Pada 2010, Carmen meminjam sejumlah uang kepada bank untuk anaknya, Luis Jimenez Martinez yang menganggur karena di-PHK. Carmen lantas menjaminkan apartemen yang ia tinggali. Karena krisis keuangan, Carmen dan keluarganya kesulitan untuk membayar pinjaman tersebut. Akhirnya, bank pun mengambil alih. Carmen dan keluarganya diusir dan kini tak punya tempat tinggal.

“Tentunya ini cerita yang sungguh menyentuh," kata Pelatih Rayo, Paco Jimenez, "Hal yang paling buruk dalam sebuah keluarga adalah ketika kita diusir dari rumah kita sendiri, apalagi bila sudah menempatinya dalam waktu 50 tahun.” Jimenez, staf pelatih, pemain, dan klub memutuskan untuk membantu Carmen dan keluarganya. Rayo Valencano pun ikut mencarikan tempat tinggal.

Bagaimana tanggapan Carmen? Dengan wajah penuh sukacita ia berterimakasih pada Rayo, dan Jimenez khususnya.“Beribu-ribu terima kasih untuk Rayo, Tuhan memberkati kalian semua. Ini merupakan sikap mulia yang sebenarnya tidak usah dilakukan oleh mereka, Viva el Rayo!” kata Carmen.

Sebenarnya bukan kali ini saja klub dengan sukarela membantu suporternya, sebelumnya Chelsea diberitakan memberikan subsidi dana bagi para suporternya yang akan melakukan awayday. Mereka memberikan tambahan dana senilai £10 bagi para suporter yang akan menyaksikan laga Chelsea di luar kota London. Namun terlepas dari itu semua, Chelsea bisa dikatakan adalah sebuah tim besar bergelimang harta. Menjadi hal yang wajar dan biasa saja kala mereka melakukan bantuan bagi para suporternya.

Rayo Vallecano bukanlah tim besar layaknya Chelsea, untuk mengarungi dan melakukan aktivitas transfer pun mereka sudah begitu kesusahan. Namun kebesaran hati diperlihatkan oleh klub ini, mereka memperlihatkan bahwa kedekatan emosional antara klub dan suporter tidak terjadi hanya di dalam stadion saja.

Rayo yang sejatinya bukan klub kaya bergelimang harta, dapat menunjukkan bahwa kemewahan dan kekayaan yang sesungguhnya adalah saat menolong sesama yang tengah mengalami kesulitan. Rayo adalah satu dari sekian banyak klub yang belum pernah mencicipi gelar juara La Liga sepanjang sejarah. Namun bisakah, untuk hal yang satu ini, kita menyebut Rayo Vallecano sebagai ‘juara’?

Di akhir komentarnya, Carmen Martinez pun mengatakan, ”Aku yakin, suamiku senang dan menyampaikan rasa terima kasihnya dari surga.”

Viva el Rayo!

Sumber: The Independent

Komentar