Daur Ulang Jersey ala Fans Arsenal

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Daur Ulang Jersey ala Fans Arsenal

Suatu hal yang menyebalkan saat seorang pemain yang dipuja, malah pindah ke tim rival. Kepindahan tersebut memberi dampak besar terutama bagi fans fanatik.

Tampaknya, sungguh jarang di dunia ini seorang fans yang menggilai seorang pemain. Biasanya, mereka mengidolakan suatu klub, baru spesifik pemainnya. Maka, saat pemain pujaannya pindah, ia akan tetap mencintai klub dan menghujat pemain yang pindah tersebut bila perlu.

Memang, cinta sebatas di permukaan tak akan terlalu menyakitkan. Namun, saat semua berubah menjadi lebih dalam, segalanya akan terasa amat sulit.

Hal ini dialami oleh Jonny Dixon, seorang fans Arsenal. Kecintaanya pada Robin van Persie membuatnya membeli jersey lengkap dengan nama sang pemain.

Seperti yang kita tahu, Van Persie telah pindah ke klub rival, Manchester United. Dixon pun berpikir keras untuk tetap menggunakan jersey tersebut tanpa nama Van Persie di belakangnya. Caranya? Daur ulang!

Ada hal yang tak biasa dalam pendaur-ulangan jersey tersebut. Entah karena biaya yang kurang untuk mendatangi tukang sablon, Dixon melakukannya sendiri.

Alih-alih kreatif, ia mencoret-coret jersey bertuliskan “v. Persie” tersebut, dan menggantinya dengan “Wilshere”, sang pengguna nomor 10 baru di Arsenal. Tidak lupa, ia membubuhkan akun twitternya di bagian bawah jersey.

Sebagai fans fanatik Arsenal, mestinya membeli jersey baru tak mengapa, sekalipun itu jersey KW. Dixon seolah ingin menunjukkan bahwa Van Persie tak ada lagi di hati dan di lemari bajunya. Ia telah terganti oleh seorang pemberi satu gol satu assist di pertandingan menghadapi Manchester City, yang bernama Jack Wilshere, asli Inggris.

Jersey tersebut “dipamerkan” lewat akun instagram @arsenalfantv. Hingga saat ini, postingan tersebut telah mendapat 800 loves dan belasan komentar.

Dixon sendiri mengaku terkejut karena foto tersebut menyebar di seluruh dataran Inggris. Lewat twitternya, ia mencuit "I am twitter famous yet?".

Bagaimana jika Anda berada pada momen yang sama? Apakah akan melakukan hal yang sama seperti Dixon, atau lebih memilih membeli jersey baru? Ya setidaknya Dixon tidak membakar jersey tersebut atas nama emosi, dan memanfaatkannya sebagai pembawa pesan.


Komentar