Bojan: Sepakbola Indonesia Tidak Terlalu Taktikal

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Bojan: Sepakbola Indonesia Tidak Terlalu Taktikal

Berkarier di sepakbola Indonesia bersama Persib Bandung bagi Bojan Malisic ibarat menjejaki petualangan baru dalam kariernya sebagai pesepakbola. Lebih kurang sembilan bulan Bojan sudah mencicipi sengitnya persaingan di sepakbola Indonesia, Bojan mengaku ada kesan berbeda yang ia rasakan saat berkarier di Indonesia.

Berbeda dengan kompetisi di negara lainnya (khususnya Asia) yang pernah ia singgahi, Indonesia punya kompetisi dengan dinamika yang sangat intensif. Singkatnya, kompetisi Indonesia sangat kompetitif.

“Di Indonesia kamu bisa melihat tim di posisi bawah bermain dan kerja begitu keras untuk memenangkan pertandingan. Itu yang saya lihat di Indonesia, ketika di atas kami tidak bisa melepaskan satu kemenangan pun karena setiap tim bisa saling mengalahkan, jadi yang penting di sini fokus. Seperti saya katakan tadi, di sini dinamikanya sangat tinggi karena setiap tim selalu fight sampai detik akhir pertandingan,” terang Bojan, belum lama ini.

Aspek taktikal juga menjadi penilaian Bojan tentang perbedaan sepakbola Indonesia dengan negara lainnya. Dari apa yang ia lihat dan rasakan sejauh ini, menurutnya, kesebelasan-kesebelasan Indonesia bermain lebih dinamis.

“Saya bisa bandingkan soal taktik, di sini tidak banyak memedulikan taktik dan setiap tim seperti tidak berpikir soal taktik yang bagus. Di negara lain lebih mengandalkan taktikal, tapi tidak masalah karena di sini sepakbola lebih dinamis dan kami harus berlari mungkin hingga 100 menit, saya suka ini,” sambungnya.

Persib memang bukan kesebelasan Asia pertama yang dibela Bojan. Persinggungannya dengan sepakbola Asia dimulai pada musim 2011 saat ia menerima pinangan Nasaf Qarshi. Hanya setahun Bojan berkarier di klub asal Uzbekistan itu sebelum pindah ke Hoverla Uzhhorod, kesebelasan asal Ukraina. Setelah setahun berkarier di Ukraina, Bojan memutuskan kembali ke Asia. Kali ini ia memilih berkarier di Hong Kong bersama South China.

Lebih kurang tiga musim (2014-2017) Bojan bermain untuk South China, ia pun akhirnya memutuskan hijrah ke Filipina untuk berkarier bersama Davao Aguilas pada musim 2017. Hanya setengah musim Bojan bermain untuk Davao, ia mendarat di Persib pada awal kompetisi musim 2018.

Kehadiran Mario Gomez sebagai pelatih anyar Persib tak dimungkiri menjadi faktor yang membuat Bojan mau berseragam Persib. Sebelumnya, Bojan dan Gomez pernah bekerja sama di South China. Bahkan Gomez merupakan sosok yang membawa Bojan untuk berkarier di Liga Hong Kong.

Persib saat ini tengah memuncaki klasemen Liga 1 2018. Dari 20 laga, Persib mengantongi 35 poin. Seperti kata Bojan, kompetitifnya Liga 1 musim ini terlihat dari jarak antar poin pada tabel klasemen. Jarak Persib dengan peringkat 14, hanya terpaut 10 poin. Sampai peringkat 5, Persib hanya unggul dua sampai tiga poin. Satu kekalahan langsung bisa menggusur Persib dari puncak klasemen.

Komentar