Rusia vs Mesir dalam Empat Nama

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Rusia vs Mesir dalam Empat Nama

Tuan rumah Rusia berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Mesir pada pertandingan matchday kedua Piala Dunia 2018. Pertandingan tersebut diselenggarakan di stadion termahal dunia: Krestovsky Stadium, Saint Petersburg.

Dengan kemenangan ini, Rusia hampir dipastikan lolos ke babak 16 besar dengan modal dua kemenangan. Sementara Mesir, meski sudah dua kali kalah, juga belum dipastikan tersingkir. Baik Rusia dan Mesir masih harus menunggu hasil pertandingan antara Uruguay dan Arab Saudi.

Berdasarkan Article 32.5 pada peraturan di babak grup Piala Dunia kali ini dalam menentukan peringkat grup adalah: poin, selisih gol, dan jumlah gol. Jika semuanya bentrok, maka baru dilihat head-to-head antara kesebelasan yang bentrok: poin, selisih gol, dan jumlah gol. Kalau masih juga bentrok, akan dihitung poin fair play. Kalau masih bentrok juga (hadeuh), akan dilakukan undian oleh FIFA Organising Committee.

Dengan tiebreaker seperti di atas, maka kita akan mendapatkan skenario lolos atau tidak lolosnya sebagai berikut:

  • Jika Uruguay menang: maka Mesir dan Arab Saudi akan tersingkir, kemudian Rusia akan lolos meski peringkat satu dan runner-up-nya belum pasti.
  • Jika Uruguay imbang: Mesir akan tersingkir, Arab belum tersingkir, tapi Rusia lolos meski peringkat satu dan runner-up-nya belum pasti juga.
  • Jika Uruguay kalah: semua kesebelasan masih berkesempatan untuk lolos maupun tersingkir.

Namun sebelum jauh menatap ke pertandingan Uruguay vs Arab Saudi (20/06/2018 pukul 22:00 WIB), pertandingan Rusia melawan Mesir tadi berlangsung menarik. Ada empat gol, sekaligus empat nama, yang menghiasi pertandingan di Saint Petersburg tersebut.

Ahmed Fathy

Piala Dunia 1998 adalah Piala Dunia dengan jumlah gol bunuh diri terbanyak: 6 gol. Piala Dunia 2018 baru memasuki matchday dua dan sudah ada 5 gol bunuh diri tercipta. Edisi tahun ini masih menyisakan 47 pertandingan.

Gol bunuh diri terbaru di Piala Dunia 2018 dicetak Ahmed Fathy. Wakil kapten Mesir itu membelokkan sepakan Roman Zobnin ke gawangnya sendiri pada menit ke-47 di pertandingan melawan Rusia.

Empat pencetak gol bunuh diri sebelum Fathy adalah Aziz Bouhaddouz (Maroko), Aziz Behich (Australia), Oghenekaro Etebo (Nigeria), dan Thiago Cionek (Polandia).

Denis Cheryshev

Denis Cheryshev memulai Piala Dunia 2018 dari bangku pemain pengganti. Nasibnya berubah berkat cedera hamstring yang menimpa Alan Dzagoev di pertandingan pembuka. Cheryshev yang masuk sebagai pengganti Dzagoev di menit ke-24 pertandingan melawan Arab Saudi menyudahi pertandingan dengan dua gol atas namanya.

Di matchday dua Cheryshev memulai laga sejak menit pertama. Dia kembali membuktikan diri. Pada menit ke-58 pertandingan melawan Mesir Cheryshev menggandakan keunggulan Rusia.

Dengan gol tersebut Cheryshev berdiri sama tinggi dengan Cristiano Ronaldo, yang juga telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2018.

Artem Dzyuba

Adalah gangguan Artem Dzyuba yang membuat Ahmed Fathy mencetak gol bunuh diri. Empat belas menit berselang Dzyuba lebih hadir. Sepakan kaki kanannya meluncur mulus ke sudut sempit, memperbesar keunggulan Rusia menjadi 3-0.

Dengan gol Dzyuba, Rusia telah mencetak delapan gol di Piala Dunia 2018. Jumlah tersebut lebih banyak dari gabungan jumlah gol Rusia di dua edisi Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti, 2002 (4 gol) dan 2014 (2 gol).

Mohamed Salah

Mohamed Salah yang tidak dimainkan pada pertandingan melawan Uruguay memulai laga dari menit pertama di matchday dua. Kehadirannya cukup merepotkan pertahanan Rusia, namun efek Salah baru benar-benar terasa di menit ke-72. Pelanggaran terhadapnya membuat wasit Enrique Caceres menunjuk titik penalti.

Ia sendiri yang maju sebagai eksekutor dan sukses memangkas ketinggalan menjadi 1-3 (73’). Kedudukan tersebut bertahan hingga pertandingan usai. Mesir masih tanpa poin di Piala Dunia 2018.

Komentar