Persaingan Jepang dan Australia di Ranah Sepakbola Perempuan Asia

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Persaingan Jepang dan Australia di Ranah Sepakbola Perempuan Asia

Dalam dua penyelenggaraan terakhir AFC Women’s Asian Cup, Australia dan Jepang unjuk gigi. Secara bergantian, Australia (2010) dan Jepang (2014) menjadi kampiun dalam dua penyelenggaraan terakhir di ajang tersebut.

Bagi keduanya, itu adalah gelar pertama yang mereka raih di ajang Women’s Asian Cup. Pencapaian tersebut membuat Australia dan Jepang masuk dalam jajaran elite kekuatan besar sepakbola perempuan Asia, bersama Tiongkok sebagai pengoleksi gelar terbanyak dengan delapan trofi, dan juga Korea Utara (3 trofi).

Tanpa bermaksud mengabaikan Tiongkok dan Korea Utara, persaingan Jepang dan Australia tampaknya jauh lebih panas, terlebih dalam empat tahun terakhir. Dilansir dari situs resmi AFC, setidaknya ada lima pertandingan krusial yang melibatkan Jepang dan Australia di berbagai ajang.

Perseteruan sengit Jepang dan Australia di mulai pada 2014, dalam laga final Women’s Asian Cup. Saat itu, Jepang yang berstatus sebagai kampiun FIFA Women’s World Cup, berhasil meredam ambisi Australia yang ingin meraih gelar kedua mereka di Women’s Asian Cup.

Dalam laga yang berlangsung di Thong Nhat Stadium Vietnam, gol tunggal Azusa Iwashimizu membuat Jepang menang tipis 1-0 atas Australia. Kemenangan tersebut pun mengantar Nadeshiko meraih gelar perdananya di ajang tersebut.

Selang setahun kemudian, Jepang dan Australia kembali bersua di perempat final FIFA Women’s World Cup 2015 Kanada. Lagi-lagi, Jepang mengukuhkan dominasinya atas Australia dengan kemenangan tipis 1-0, melalui gol tunggal Mana Iwabuchi.

Dua kali takluk dari Jepang, Australia meradang. Di tahun 2016 dalam ajang kualifikasi Olimpiade 2016, Australia balas menekuk Jepang dengan skor telak 4-1. Kemenangan yang indah bagi Australia, karena mereka membuat Jepang gagal tampil di Olimpiade Rio de Janeiro. Apalagi, kemenangan tersebut juga dibukukan Matildas di kandang Jepang.

Australia, kemudian membayar lunas dua kekalahan yang dialami saat bersua Jepang sebelumnya. Dalam ajang Nation Tournament yang berlangsung di San Diego, Amerika Serikat, Australia kembali mengalahkan Jepang dengan skor meyakinkan 4-2.

***

Rivalitas antara Jepang dan Australia berlanjut di tahun 2018 ini. Kedua kesebelasan akan bersua di partai final Women`s Asian Cup 2018 yang akan berlangsung di Amman Internasional Stadium, Yordania, Jumat (20/4) tengah malam WIB. Sejatinya ini bukan pertemuan kedua kesebelasan di Women`s Asian Cup 2018, sebelumnya Jepang dan Australia juga sudah pernah bersua di fase grup. Namun saat itu, laga berakhir imbang 1-1.

Mengingat dari lima pertemuan terakhir Jepang dan Australia hasilnya berimbang, bisa dibilang bentrokan kedua kesebelasan di final Women`s Asian Cup 2018 menjadi ajang persaingan Jepang dan Australia dalam memperebutkan titel sebagai yang terbaik di ranah sepakbola perempuan Asia saat ini. khususnya bagi Jepang, laga tersebut juga menjadi momentum bagi mereka mempertahankan gelar juara.

"Saya menetapkan tiga tujuan sebelum kami memulai turnamen ini; untuk lolos ke Piala Dunia, mempertahankan gelar sebagai juara Asia dan pengembangan individu dan tim. Kami hanya fokus pada apa yang harus kami lakukan sebagai sebuah tim. Saya ingin berkonsentrasi pada bagaimana kami bisa menunjukkan sepakbola kami, sepak bola Jepang. Itu saja yang saya pikirkan," kata pelatih Jepang, Asako Takakura.

Jepang sendiri meraih tiket ke final dengan sesah payah. Tergabung di Grup B, Nadeshiko tancap gas dengan melumat Vietnam empat gol tanpa balas di laga perdananya. Namun di laga kedua melawan Korea Selatan (0-0) dan Australia (1-1), Jepang hanya mampu meraih hasil imbang. Kendati demikian, Jepang berhasil lolos dengan status runner-up grup B.

Di semifinal, Jepang bersua Tiongkok yang superior selama tampil di fase grup. Tiongkok, lolos ke semifinal dengan status juara Grup A setelah melalui tiga pertandingan di fase grup dengan sapu bersih kemenangan. Melihat capaian tersebut, Nadeshiko tentu berada dalam bahaya.

Tapi, di luar dugaan Jepang justru mampu mengandaskan Tiongkok 3-1. Dalam laga semifinal yang berlangsung di King Abdullah II Stadium, Selasa (17/4) itu, tiga gol kemenangan Jepang dicetak Mana Iwabuchi dan dua gol dari Kumi Yokoyama.

Tak berbeda jauh dengan Jepang, perjalanan Australia mencapai babak final tak terlalu mulus. Bahkan, mereka jauh lebih kepayahan. Di laga perdana fase grup menghadapi Korea Selatan, Australia hanya bermain imbang 0-0.

Pada laga kedua melawan Vietnam, Australia tampil dominan hingga akhirnya mengunci kemenangan delapan gol tanpa balas. tapi di laga terakhir fase grup, lagi-lagi, hasil imbang diraih Matildas kala menghadapi Jepang.

Walau begitu, Australia lolos ke semifinal dengan status juara Grup B. Sejatinya, di klasemen akhir Grup B, Australia dan Jepang sama-sama mengumpulkan lima poin. Tapi, Australia unggul selisih gol atas jepang, berkat kemenangan telak atas Vietnam di laga keduanya.

Di semifinal, Australia bersua Thailand. Sebagai salah satu favorit juara di Women`s Asian Cup 2018, Australia diprediksi takkan menemui kesulitan berarti untuk mengandaskan perlawanan Thailand. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan.

Pada akhirnya, Australia memang meraih kemenangan, tapi itu didapat dengan susah payah. Australia harus melewati babak adu penalti untuk memastikan tempat di partai puncak. Dalam pertandingan yang berlangsung di di King Abdullah II Stadium, Selasa (17/4) itu Australia unggul 3-1 (2-2) atas Thailand dalam babak adu penalti.

“Kami sangat senang bisa bermain di final salah satu turnamen besar di dunia. Ini adalah turnamen yang sulit bagi kami, kami tergabung dalam grup yang dihuni kesebelasan tangguh, dan mendapat lawan sulit di semifinal. Jadi kami menantikan kontes hebat melawan Jepang - lawan yang hebat dan lawan yang menantang yang sangat kami hormati,” tukas pelatih Australia, Alen Stajcic.

Foto: The-AFC.com

Komentar