Keberuntungan yang Mungkin Menyertai Karier Bellerin

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Keberuntungan yang Mungkin Menyertai Karier Bellerin

Keberuntungan kerap memainkan peranan penting dalam karier seorang pemain, terutama pemain muda. Hal inilah yang juga mungkin dialami oleh fullback kanan Arsenal, Héctor Bellerín.

Sudah cukup banyak kisah pemain-pemain pada sebuah kesebelasan yang dinaungi keberuntungan dalam kariernya. Di tubuh Arsenal sendiri, ada beberapa kisah tentang pemain yang dibantu oleh keberuntungan sehingga pada akhirnya kariernya dapat melesat jauh, menjadi pemain utama Arsenal dan menjadi andalan The Gunners.

Pertama ada nama Ashley Cole. Ia adalah salah satu fullback terbaik yang dimiliki oleh Inggris maupun Arsenal. Tapi pada awal-awal kariernya di Arsenal, ia harus bersaing dengan Sylvinho, fullback utama Arsenal. Keberuntungan mulai bicara ketika Sylvinho hijrah ke Celta Vigo pada 2001. Jalan terbuka luas bagi Cole untuk menunjukkan diri, dan akhirnya ia pun menjadi fullback kenamaan Arsenal dan Inggris.

Ada juga kisah Francis Coquelin yang berhasil menjadi pemain utama setelah para pemain lain pada posisi yang sama mengalami cedera. Diberikan kesempatan untuk tampil, Coquelin langsung menunjukkan kemampuan dan mengunci posisinya sebagai pemain inti kesebelasan. Bagi Bellerín, kisah yang sama juga mungkin berlaku.

Baca juga selengkpanya: Akhirnya Pilihna Jatuh pada Coquelin

Pada awal musim 2014/2015, Bellerín merapat ke Arsenal setelah masa peminjamannya di Watford pada musim 2013/2014. Bersamaan dengan kedatangan Bellerín ke tim Arsenal, nama-nama yang satu posisi dengannya seperti Mathieu Debuchy dan Calum Chambers juga direkrut oleh Arsene Wenger.

Hal itu membuat banyak orang beranggapan bahwa kesempatan pemain Spanyol berusia 21 tahun itu untuk tampil tidak akan terlalu banyak, meski ia memiliki kemampuan yang baik. Apalagi ia masih muda dan masih hijau, beda dengan Debuchy yang sudah berpengalaman di timnas Prancis, sementara Bellerín baru tiga kali membela timnas Spanyol. Namun situasi ternyata malah menjadi menguntungkan bagi Bellerín.

Beragam cedera parah yang dialami Debuchy, termasuk cedera dislokasi tulang selangka, serta penampilan Chambers yang tidak menyakinkan, secara tidak langsung membuka jalan bagi Bellerín untuk menunjukkan kemampuan. Sampai sekarang, ia masih menjadi pemain utama Arsenal, dan cedera-lah yang membuat ia absen sampai saat ini.

Namun, bukan semata keberuntungan saja yang membantu Bellerín hingga ia mencapai tempatnya saat ini. Kemampuannya yang luar biasa sebagai fullback kanan, dengan stamina yang kuat untuk membantu penyerangan dan pertahanan, juga memainkan peranan penting dalam perkembangan kariernya di sepakbola, meski memang tidak bisa dipungkiri jika Debuchy tidak cedera dan Chambers mampu tampil baik, mungkin jalan karier Bellerín akan sedikit berbeda.

Pada laga Sabtu (10/12/2016) melawan Stoke City, keberuntungan sekaligus kemampuan Bellerín akan diuji. Ia yang baru saja sembuh dari cedera yang mengharuskannya menepi selama empat bulan dikabarkan akan kembali dimainkan. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Arsene Wenger, manajer Arsenal.

"Yang akan kembali lagi ke skuat adalah Francis Coquelin serta Héctor Bellerín. Khusus untuk Bellerín, ini akan menjadi ujian untuknya setelah kembali dari cedera," ujar Wenger.

Bellerín masihlah muda dan masih memiliki masa yang panjang dalam sepakbola. Jika ia mampu memanfaatkan segala kesempatan yang ada, bukan tidak mungkin ia akan tetap menjadi pemain inti, baik itu di Arsenal, ataupun timnas Spanyol.

foto: @HectorBellerin

Komentar