Peraturan Baru Liga Primer dan Kemungkinan Banyaknya "Korban"

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Peraturan Baru Liga Primer dan Kemungkinan Banyaknya "Korban"

Para pemain Liga Primer Inggris maupun divisi-divisi di bawahnya musim ini, tampaknya harus berupaya untuk lebih bersikap sopan ketika berada di atas lapangan. Pasalnya, pada musim 2016/17, tiga federasi yang berhubungan langsung dengan liga profesional Inggris, Liga Primer, Football League and Football Association (FA), akan mulai meresmikan peraturan yang berhubungan langsung dengan sikap pemain.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh ketiganya, peraturan mengenai sikap pemain dilaksanakan karena ketiga federasi tersebut merasa sikap pihak-pihak dari suatu kesebelasan yang berada di lapangan sudah mencapai level yang tidak bisa diterima.

Peraturan ini sendiri terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, sikap atau perkataan yang bisa menyebabkan kartu kuning. Sementara itu, bagian kedua berisi sikap atau perkataan yang bisa menyebabkan kartu merah.

Setelah beberapa bulan ditinjau, ketiga federasi tersebut sepakat untuk menjadikan Liga Primer Inggris musim 2016/17 sebagai musim pertama dilaksanakannya peraturan ini. Laga Hull City vs Leicester pun menjadi laga pertama yang bakal menerima peraturan ini.

Salah satu peraturan yang paling berat tentu saja hukuman kartu merah langsung bagi yang melawan keputusan ofisial pertandingan dengan mengucapkan kata-kata kasar atau berisi penghinaan maupun sikap yang terkesan ofensif.

Salah satu petinggi Liga Primer Inggris, Richard Scudmore, berkata bahwa peraturan ini dilakukan karena dalam beberapa musim terakhir sudah terlalu banyak sikap-sikap buruk yang ditunjukkan oleh pihak-pihak yang bertanding, baik yang berada di lapangan maupun di bench.

”Kami dan beberapa kesebelasan di bawah kami telah banyak membicarakan ketakutan atas munculnya sikap-sikap yang telah terjadi saat ini,” ucap Scudmore seperti dikutip BBC. “Ini adalah satu cara kami untuk membuat pemain dan ofisial kesebelasan memberikan sikap hormat kepada ofisial pertandingan, terutama wasit.”

“Pertandingan sepakbola saat ini sering berada dalam tensi yang tinggi. Meski demikian, kami ingin penonton tetap merasa nyaman. Oleh karena itu lah peraturan ini diciptakan dengan tujuan menjaga keamanan, baik terhadap pemain, manajer, maupun penonton.” pungkas Scudmore.


Sumber: BBC

Munculnya peraturan ini pun diyakini memakan banyak "korban". Betapa tidak, beberapa kesebelasan, seperti Chelsea dan West Bromwich Albion, diketahui memiliki masalah soal protes dan menyampaikan pendapat di musim lalu. West Bromwich Albion, musim lalu menerima 10 kartu kuning usai memberikan protes kepada wasit, sementara Chelsea satu kartu kuning lebih sedikit.

Upaya ini pun disebut bakal mengurangi jumlah protes di Liga Primer Inggris. Menariknya, bagaimana jika konsep ini dilakukan di Indonesia? Berapa banyak kesebelasan yang bakal terkena imbasnya?


Komentar