Abby Wambach: Timnas AS Terlalu Banyak Pemain Asing

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Abby Wambach: Timnas AS Terlalu Banyak Pemain Asing

Prestasi tim nasional sepakbola wanita Amerika Serikat memang luar biasa. Beragam trofi baik dari turnamen regional maupun dunia telah diraih. Namun, prestasi tersebut tak diikuti oleh tim nasional pria Amerika Serikat. Bahkan jika melihat ranking terakhir yang dikeluarkan FIFA, timnas Amerika Serikat harus mengakui keunggulan timnas Meksiko. Timnas Amerika Serikat berada di ranking ke 32, sedangkan timnas Meksiko berada di peringkat 22.

Hal ini pun memicu kegerahan beberapa orang yang berpengaruh dalam persepakbolaan Amerika Serikat, salah satunya adalah Abby Wambach. Sosok berusia 35 tahun yang juga mantan kapten timnas wanita Amerika Serikat mengatakan bahwa timnas pria Amerika Serikat perlu dibenahi. Ia pun mengatakan posisi pelatih kepala timnas pria Amerika Serikat, harus dibenahi.

“Saya rasa Jurgen tidak fokus dalam menangani timnas pria Amerika,” jelas Wambach kepada BBC. ”Dia berkata dia memiliki program pengembangan untuk pemain muda, tapi saya rasa tidak. Buktinya, dia membawa beberapa pemain asing untuk bermain bersama tim (nasional pria Amerika Serikat).”

“Saya menyukai permainan Jermaine Jones dan Fabian Johnson. Tapi saya pikir, mereka bukanlah orang Amerika Serikat asli. Saya berharap kejadian ini hanya eksperimen sementara dari Jurgen,” imbuhnya pada BBC.

Bukan rahasia lagi, Jurgen menyukai pemain Amerika Serikat yang memiliki darah Jerman. Guardian melansir, sejak tongkat kepelatihan dipegang Bob Bradley, beberapa pemain berdarah Jerman dipanggil timnas Amerika Serikat. Jumlah tersebut pun semakin bertambah kala Klinsmann melatih timnas Amerika Serikat. Selain Jermaine Jones dan Fabian Johnson, masih ada Timothy Chandler, Alfredo Morales, John Brooks, Danny Williams, Terrence Boyd, Andrew Wooton dan pemain muda Bayern Munchen, Julian Green.

Pemain-pemain timnas Amerika Serikat tersebut memang memiliki leluhur Amerika, namun sebagian besar dari mereka lahir dan besar di Jerman. Dan menurut Wambach, para pemain seperti itu disebut sebagai pemain asing. Wambach menambahkan, permasalahan akan semakin sulit jika timnas Amerika Serikat kehilangan bakat-bakat terbaiknya.

Wambach menilai banyak bakat-bakat yang terbuang akibat tim nasional Amerika Serikat lebih memilih mengambil pemain yang berkembang di negara lain. Bahkan, dari 23 nama terakhir yang dipanggil kala timnas Amerika Serikat menghadapi Trinidad dan Tobago (17/11), 12 pemain merupakan lulusan akademi luar Amerika Serikat.

Selain mengkritik bagaimana Klinsmann mengambil pemain untuk skuatnya, ia juga mengomentari bagaimana Klinsmann kerap mengundang perhatian karena seringnya Klinsmann berangkat dan pulang latihan menggunakan helikopter pribadi. “Mungkin mereka berpikiran bahwa sangat menyenangkan melihat pelatih berangkat dan pulang latihan menggunakan helikopter,” jelas Wambach.

Sebelum Abby Wambach, Bruce Arena terlebih dulu mengkritik Klinsmann dengan mengatakan, “Pemain dari tim nasional seharusnya orang Amerika. Jika mereka lahir di negara lain, kita tidak akan membuat perkembangan.” Hal ini seolah semakin menegaskan bahwa para pemain timnas Amerika Serikat era Klinsmann memang terlalu banyak menggunakan 'pemain asing'.

Sumber : BBC, The Guardian, Breitbart, CBSLocal

Komentar