Bermalam di Stadion Maracanã

Berita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Bermalam di Stadion Maracanã

Stadion diibaratkan sebagai rumah bagi para suporternya. Datang ke stadion adalah satu hal yang membanggakan bagi seorang suporter. Apalagi jika mendapatkan kesempatan untuk menginap di stadion kebanggaannya.

Andaikan saja menginap di stadion itu diperbolehkan, apakah stadion sepakbola merupakan “hotel terbaik” bagi para suporternya?

Untuk bisa menjawab hal tersebut, mungkin kita bisa melihat antusias suporter Brasil ketika mendapat kesempatan untuk menginap di stadion kebanggaan masyarakat Brasil, Maracanã. Dengan bekerja sama dengan Airbnb, stadion maracana disulap menjadi hotel yang bisa didiami oleh masyarakat Brasil. Sebagai bagian dari strategi pemasaran yang sangat baik, Airbnb telah mengubah stadion sepakbola bukan hanya untuk bertanding dan menonton pertandingan sepakbola, tapi juga bisa digunakan untuk makan, minum, dan pastinya tidur.

Dengan dipandu oleh mantan pemain sepakbola legendaris asal Brasil, Renato Gaúcho, beberapa tamu yang diambil dari pemenang kompetisi di situs Airbnb. Beberapa orang yang beruntung akan memiliki kesempatan untuk tidur di dalam ruang VIP yang didesain ulang, lengkap dengan tempat tidur, kamar mandi, dan meja foosball.

Ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan bagi para suporter sepakbola.

Bagi yang masih asing dengan Gaúcho, “King of Rio” pernah membela kesebelasan negara Brasil sebanyak 41 kali. Ia akan menjadi pemandu di dalam Maracanã yang sudah didesain ulang dengan menghabiskan miliaran dolar untuk keperluan Piala Dunia 2014 dengan dana dari FIFA.

“Merupakan sebuah kehormatan untuk bermain di lapangan ini dan saya berharap untuk berbagi cerita pribadi dan kenangan saya bersama pemenang [kompetisi Airbnb], tempat ini begitu istimewa dan seperti rumah kedua saya,” kata Gaúcho.

Setelah tiba di Maracanã, pemenang akan disambut oleh Gaúcho, yang akan memberikan tur stadion. Kemudian mereka akan melakukan kunjungan ke president suite, kamar ganti pemain, dan ruang pers, diikuti dengan beberapa waktu di atas lapangan untuk melakukan tendangan penalti. Para pemenang, bersama dengan Gaúcho, kemudian akan disuguhi piknik di lapangan di mana makanan khas Brasil akan disajikan dengan didampingi juga oleh musisi lokal Rio.

Malam itu, tamu dipersilakan untuk mandi di dalam kamar ganti pemain sebelum akhirnya menuju ke tempat tidur dengan pemandangan menghadap langsung ke lapangan.

Keesokan harinya, tamu Maracanã yang beruntung tersebut akan dapat menikmati “kursi terbaik”, atau “tempat tidur terbaik”. Di situ juga terdapat kursi yang empuk, untuk menonton pertandingan Campeonato Brasileiro Série A antara Clube de Regatas do Flamengo melawan Fluminense FC.

Pertandingan yang akan digelar 1 Juni 2015 pukul 04:30 WIB antara Flamengo melawan Fluminense yang akrab dengan bedak ini, atau yang lebih dikenal dengan istilah “Fla–Flu” (bukan sebaliknya, “Flu-Fla”) adalah sebuah derby yang merupakan salah satu pertandingan yang paling dinantikan di Brasil.

Maracanã yang diresmikan pada 1950 telah menyelenggarakan dua final Piala Dunia, yaitu 1950 dan 2014, dan dikenal sebagai rumah sepakbola Brasil. Maracanã tidak hanya menjadi ikon bagi kota Rio de Janeiro dan Brasil, tapi juga bersama dengan Wembley (London, Inggris), stadion ini sudah menjadi ikon sepakbola dunia.

Selain memiliki stadion ikonik, Rio de Janeiro juga terkenal karena memiliki lapangan sepakbola yang bisa menghasilkan energinya sendiri dari pijakan kaki para pemainnya.

“Maracanã adalah milik para fans, mereka yang bergairah tentang sepakbola dan hidup untuk permainan ini,” kata Marcelo Frazao, direktur pemasaran Maracanã.

Memang stadion direkomendasikan tidak hanya untuk urusan olahraga, tapi jika sampai menjadi hotel, ini adalah sesuatu yang luar biasa. Stadion benar-benar menjadi rumah para suporternya. Rasanya ini seperti pengalaman sekali seumur hidup.

Tapi jika kita berandai-andai kembali, bagaimana jika kita diperbolehkan menginap di stadion di Indonesia? Mungkin kita akan berpikir dua kali, atau bahkan berkali-kali, karena akses stadion yang tak jarang bertele-tele, VIP suite yang belum tentu ada, dan ini yang paling membuat malas: toilet stadion yang jorok.



Sumber: Airbnb, The Telegraph, dan Daily Mail (klik tautan berikut ini untuk melihat gambar-gambar yang lebih lengkap dari sumber)

Komentar