Chelsea Terus Kejar Manchester United

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Chelsea Terus Kejar Manchester United

Soal bisnis, Chelsea masih belumlah sekaya Manchester United. Mereka juga masih belum bisa mengembangkan potensi seperti Liverpool. Chelsea hanya beruntung karena dimiliki oleh juragan minyak Rusia, Roman Abramovich, yang berjasa besar mendatangkan prestasi dan suporter baru.

Chelsea mulai sadar kalau mereka punya potensi yang besar setelah menjadi juara Liga Inggris musim 2006/2006. The Blues tidak melanjutkan kerjasama mereka dengan penyedia kostum (apparel) Umbro yang bekerjasama sejak 1975-1981 dan 1987-2006.

Setelah itu, Chelsea menggandeng Adidas sebagai penyedia kostum mereka hingga saat ini. Bahkan, nilai kontrak mereka terus melonjak menjadi 300 juta pounds untuk sepuluh musim mendatang.

Perusahaan elektronik, Samsung, memberikan nilai besar bagi Chelsea. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut kabarnya menginvestasikan 16 juta USD setiap musimnya pada Chelsea.

Namun, angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan rival Chelsea yang lain. Kesebelasan London lainnya, Arsenal, mencatatkan 50 juta pounds setiap musimnya bersama dengan Fly Emirates. Liverpool mendapatkan 33 juta pounds dari Standard Chartered, sedangkan Manchester City mendapatkan nilai yang sama dari Etihad Airways.


Wahai penggemar Chelsea masa kini, ayo tebak siapa dua pemain tersebut?

Chelsea pun mulai menegosiasikan nilai kontrak mereka bersama Samsung. Kabarnya, pada musim ini, Samsung sudah membayar 30 juta pounds. Namun, Chelsea masih ingin lebih.

Berdasarkan Business Insider, Chelsea ingin mencoba apa yang dilakukan sejumlah kesebelasan pada musim lalu, mulai dari sponsor berbeda pada kostum latihan seperti yang dilakukan Manchester United dengan “AON” dan Liverpool dengan “Garuda Indonesia”.

Paket-paket lainnya mencakup penamaan stadion seperti Arsenal dengan “Stadion Emirates” serta Manchester City dengan “Stadion Etihad”.

Penambahan sejumlah paket kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan kesebelasan. Ini juga terkait kebijakan UEFA yang menrapkan aturan financial fair play (FFP), yang membuat Chelsea tak bisa dengan bebas mengeluarkan uang demi membeli pemain.

Musim ini adalah terakhir kalinya Samsung menjalin kerjasama dengan Chelsea. Musim depan, Chelsea akan disponsori perusahaan ban asal Jepang, Yokohama Rubber Company.

Bagi Samsung, kerjasama dengan Chelsea nyatanya juga memberikan citra negatif. Tim global Samsung menyiratkan untuk menghentikan kerjasama karena tidak sesuai dengan strategi pemasaran merek Samsung itu sendiri.

Samsung ingin dikenal sebagai mereka yang dicintai. Namun, sepakbola tidak melulu soal penggemar, karena pasti akan hadir juga haters yang membenci kesebelasan.

Selain itu, tujuan awal menempatkan sponsor di kostum pemain adalah untuk meningkatkan kesadaran akan sebuah merek, dan jelas Samsung tidak bermasalah di situ. Ini karena Samsung merupakan salah satu produsen elektronik terbesar di dunia.

Adanya penurunan pendapatan juga menjadi perhitungan sendiri. Menjadi sponsor Chelsea barangkali hanya akan meningkatkan gengsi, bukan prestasi secara finansial.

Akan tetapi kontrak 38 juta pounds semusim bersama Yokohama tidak membuat Chelsea puas. Chelsea bahkan sengaja mendatangkan pimpinan komersial baru, Christian Purslow untuk membantu mereka mendapatkan sponsor. Mereka rencananya masih akan mencari sponsor untuk kostum latihan.

Ketidakpuasan ini sekaligus menyiratkan kalau uang Roman Abramovich bukan segalanya. Mereka harus mencari sumber dana baru agar bisa mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang berharga mahal. Setidaknya, mereka membeli pelajaran kalau prestasi itu tidak bisa didatangkan secara instan. Prestasi akan berjalan beriringan money.

Komentar