Cukup Hebatkah Origi Memberi Perubahan di Liverpool?

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Cukup Hebatkah Origi Memberi Perubahan di Liverpool?

Liverpool dikabarkan akan membatalkan masa peminjaman Divock Origi di Lille. Untuk menebus pemain kelahiran Belgia tersebut, Liverpool sampai harus mengeluarkan dana sebesar enam juta euro. Angka ini, menurut Soccerlens, merupakan kenaikan dua kali lipat, karena proposal pertama terkait pembatalan peminjaman senilai tiga juta euro, ditolak mentah-mentah oleh Lille.

Masa peminjaman Origi di Lille sejatinya berakhir pada Juli atau enam bulan mendatang. Origi didatangkan dari Lille ke Anfield senilai 10 juta pounds. Namun, pemain berusia 19 tahun tersebut langsung dipinjamkan ke Lille untuk menambah jam terbang sebelum bergabung bersama tim utama Liverpool.

Pro kontra pun nyaring terdengar. Origi dianggap bukanlah tipe penyerang haus gol. Ia dianggap tak akan mampu memberikan perubahan berarti di lini depan The Reds. Di Lille ia baru mencetak empat gol dari 25 penampilannya di liga dan kompetisi Eropa.

Memanggil Origi akan lebih terasa merugikan ketimbang menguntungkan. Total, Liverpool mesti mengeluarkan 14 juta pounds jika sang pemain mendarat pada Januari ini. Sebuah nilai yang terbilang besar dan mestinya mampu merekrut penyerang yang lebih berpengalaman.

Kehadirannya di Anfield pun dirasa tak akan lebih baik ketimbang Mario Balotelli. Ia diprediksi hanya akan menghangatkan bangku cadangan. Ini jelas akan menghambat perkembangan kemampuan dan pengalamannya bertanding. Liverpool menyetujui meminjamkan Origi ke Lille pun sebenarnya tak lain karena klub tersebut sudah memahami cara bermain Origi, yang sejak 2010 bergabung di tim junior mereka.


Bersama Eden Hazard di timnas (Sumber gambar: belfasttelegraph.co.uk)

Pengamat sepakbola Prancis, Andrew Gibney, menuturkan bahwa sebaiknya Liverpool dan para pendukungnya tidak terlalu memberi tekanan bagi Origi. Ini karena di Lille sekalipun, ia tak terlalu disukai oleh fans.

“Kalau Liverpool menawarkan uang lebih, klub (Lille) pasti akan berpikir ‘kenapa tidak?’ Origi tidak cukup kuat untuk memberi perubahan di klub. Ia pun tak terlalu disukai fans. Perilakunya pun tak cukup baik dan fans Lille  menganggap apa yang ada di kepalanya adalah Liverpool,” kata Gibney seperti dikutip Liverpool Echo.

Ayah Origi, Mike Origi, mengaku belum ada pembicaraan terkait pemutusan peminjamannya di Lille. Ia mengatakan bahwa belum ada petunjuk kalau Origi akan hengkang dari klub yang tengah berjuang di papan tengah klasemen tersebut.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Direktur Lille, Jean-Michel Vandamme. Ia mengatakan kecil kemungkinan Origi untuk lebih cepat datang ke Liverpool. Selain itu, Liverpool pun tampaknya enggan mengeluarkan biaya kompensasi yang senilai empat juta pounds itu.

Namun, di balik itu semua, lini serang Liverpool memang tengah dalam masalah. Cederanya Daniel Sturidge hanyalah satu dari masalah tersebut. Intinya, Rickie Lambert, Mario Balotelli, dan Fabio Borini, masih belum bisa diandalkan untuk urusan mencetak gol. Tanggung jawab tersebut pada akhirnya diberikan—atau dipaksakan lebih tepatnya—pada Raheem Sterling.

Kehadiran Origi pada bulan ini juga dipercaya dapat meningkatkan “aklimatisasi” terhadap kondisi sepakbola Inggris, sebelum ia memulai musim depan di mana ia benar-benar menjadi pemain Liverpool.

Mendatangkan Origi pada Januari memiliki dampak yang hampir sama baik secara positif maupun negatif. Di satu sisi, kehadiran Origi dianggap mampu memberikan lecutan bagi lini serang Liverpool, di sisi lain, ia dianggap tak cukup mampu memberikan perubahan yang berarti bagi Liverpool.

Sumber gambar: express.co.uk

Komentar