Piala Eropa 2020: Pengukuhan Rodri sebagai Penerus Sergio Busquets

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim Pilihan

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Piala Eropa 2020: Pengukuhan Rodri sebagai Penerus Sergio Busquets

“Gelandang bertahan terbaik tidak pernah muncul di suratkabar, mereka bersembunyi di belakang tim. Ketika tim bermain bagus, itu karena mereka [gelandang bertahan] bermain luar biasa,” demikian kata Pep Guardiola mengenai peran gelandang bertahan.

Gelandang bertahan mungkin tak mendapat kredit sederas gelandang serang atau striker. Dalam kesuskesan tim-tim yang dilatih Pep, pemain semacam Lionel Messi dan Sergio Aguero pun lebih dirayakan dibanding Sergio Busquets atau Fernandinho. Namun, sebagaimana dikatakan Pep, peran pivot amat berpengaruh dalam kesuksesan timnya sebagai penakluk; kendati tak menuai ingar-bingar yang sama.

Sepanjang karier suksesnya sebagai manajer, eks gelandang Barcelona itu selalu memiliki gelandang bertahan reliabel: Sergio Busquets di Barcelona, Xabi Alonso atau Phillip Lahm di Bayern Muenchen, hingga Fernandinho atau Rodri di Manchester City. Dari sekian gelandang itu, semuanya tak hanya cakap dalam hal antisipasi, melainkan juga pandai mendistribusikan bola sekaligus menjaga alur permainan.

Pengaruh Barcelona era Pep terhadap kesuksesan Timnas Spanyol era 2008-2012 tak bisa dikesampingkan. La Furia Roja turut memfungsikan gelandang bertahan sebagaimana tuntutan Pep: menjaga stabilitas sekaligus menjembatani sirkulasi permainan. Dan yang terang dari pengaruh di aspek tersebut adalah peran pivotal Sergio Busquets sepanjang 2010 hingga sekarang.

Di Piala Eropa 2020, Busquets sedianya masih akan diandalkan Luis Enrique. Namun, gelandang berusia 32 tahun itu mesti pulang akibat terpapar COVID-19. Pos holding midfielder Spanyol akan diisi oleh Rodri. Turnamen kali ini pun menjadi ajang pengukuhannya sebagai penerus Busquets.

Sama-sama berasal dari Spanyol, komparasi Rodri dengan Busquets tak terelakkan sejak dulu. Apalagi, keduanya bermain untuk tim yang diasuh Pep Guardiola. Eks penggawa Villarreal itu pun difavoritkan untuk meneruskan estafet gelandang bertahan La Roja.

Mampukah Rodri mengemban tanggung jawab yang biasa dibebankan ke Busquets? Lantas, sebagai gelandang bertahan, bagaimana perbandingan dua pemain ini? Meskipun memiliki peran yang kurang-lebih sama, keduanya memiliki nuansa permainan dan keunggulan sendiri-sendiri.

Perihal Antisipasi dan Sirkulasi Penguasaan Bola

Baik Rodri maupun Sergio Busquets merupakan pemain inti di klub masing-masing. Dalam formasi dasar, sebagaimana di Timnas Spanyol, keduanya biasa dipasang sebagai pivot tunggal. Sebagai gelandang bertahan, mereka dituntut menjadi “jaring pengaman” bagi lini belakang.

Barcelona dan Manchester City cenderung memasang blok tinggi dan mengurung lawan di sepertiga pertahanan mereka. Ketika kehilangan bola, dua tim ini seringnya segera melakukan pressing untuk merebut bola. Namun, jika lawan berhasil lolos, lini belakang rawan terekspose serangan balik.

Rodri dan Busquets berperan vital mengantisipasi serangan tersebut. Ketika lini pertama pressing dilewati, mereka wajib menahan serangan lawan. Keduanya dituntut menekan pembawa bola jika memasuki lini tengah dan menutup jalur progresinya.

Sebagian besar pressing Rodri dan Busquets dilakukan di lini tengah. Bedanya, Busquets lebih sering naik dan terlibat skema pressing di area lebih tinggi. Gelandang Barcelona itu juga mencatatkan frekuensi pressing yang sedikit lebih sering (19,7 per pertandingan) dibanding Rodri (16,9 per pertandingan). Namun, skema pressing Man City yang melibatkan Rodri memiliki efektivitas yang sedikit lebih baik. Statistik pressing (yang melibatkan) Rodri menuai tingkat kesuksesan 38,1%, sedangkan Busquets 31,2%.

Dua pemain ini sama-sama tak terburu-buru dalam menyambut pemain lawan. Mereka cenderung menahan pembawa bola sembari menunggu rekan-rekannya membenahi pemosisian. Ketika tiba waktunya untuk mengeksekusi bola, Rodri dan Busquets pun cenderung melakukannya dengan baik. Di ajang Premier League 2020/21, di antara skuad Man City, Rodri mencatatkan frekuensei tekel plus intersep terbanyak ketiga (4,03 per pertandingan) setelah Joao Cancelo dan Fernandinho. Sedangkan Busquets menorehkan catatan tekel plus intersep terbanyak kedua di Barcelona (3,89 per pertandingan), di bawah Oscar Mingueza.

Akan tetapi, dalam hal duel satu-lawan-satu, Rodri sedikit lebih baik dibanding Busquets. Saat menghadapi lawan yang berupaya melakukan dribel, gelandang Man City itu memenangi 43,1% upaya tekelnya. Sedangkan tingkat kesuksesan tekel (vs dribel) Busquets ada di angka 37,3%.

Dalam hal pemulihan penguasaan bola, Rodri pun lebih unggul dibanding kompatriotnya. Pemain bernama lengkap Rodrigo Hernandez Cascante itu mencatatkan 13,7 recoveries per pertandingan, sedangkan Busquets 10,6. Di Man City, Rodri diandalkan untuk memenangi bola kedua (second ball) dan memberikannya ke pemain yang lebih “kreatif”.

Keduanya juga berperan penting dalam fase build-up. Baik Rodri atau Busquets mencatatkan frekuensi menerimpa umpan yang tinggi di skuad masing-masing. Di Barcelona, hanya Lionel Messi yang mencatatkan statistik menerima umpan lebih banyak dari Busquets. Keduanya juga mengalirkan bola dengan baik. Rodri dan Busquets sama-sama mencatatkan persentase umpan sukses 91,5%.

Untuk menyirkulasikan penguasaan bola, baik Busquets maupun Rodri merupakan opsi reliabel bagi Luis Enrique. Performa di level klub menunjukkan bahwa sang pelatih tak perlu khawatir dengan kemampuan gelandang bertahan yang dimiliki.

Beda Peran Mendukung Serangan

Kemampuan operan Rodri dan Busquets sama-sama bisa diandalkan dalam permainan berbasis penguasaan bola. Namun, meninjau statistik di level klub, masing-masing menunjukkan peran dan kapabilitas yang berbeda dalam hal mendukung serangan.

Di Barcelona, Busquets cenderung bermain lebih “kreatif” dibanding kompatriotnya di Man City. Jebolan La Masia ini lebih dilibatkan ketika bola memasuki sepertiga akhir lawan. Busquets rata-rata membuat 22 sentuhan per pertandingan, sedangkan Rodri 18,4.

Busquets pun lebih aktif membidani peluang. Ia menorehkan frekuensi umpan kunci dan umpan ke kotak penalti yang lebih tinggi dari Rodri. Hasilnya, gelandang bernomor punggung 5 itu mengemas lima asis di La Liga 2020/21. Sedangkan Rodri hanya mengemas dua asis di Premier League 2020/21.

Akan tetapi, Rodri lebih unggul menjadi eksekutor umpan bola mati. Dua pemain ini memiliki postur tinggi, Rodri 1,91m sedangkan Busquets 1,89m. Namun, nama pertama lebih reliabel dalam hal duel udara. Eks gelandang Ateltico Madrid itu memenangi 76,5% dari 119 duel di Premier League 2020/21. Sedangkan Busquets “hanya” memenangi 52,5% dari 80 duel.

Kemampuan bola atas Rodri pun sering diandalkan Man City. Di Premier League 2020/21, sembilan dari 16 peluangnya di dalam kotak penalti dicetak via sundulan. Di Timnas Spanyol, satu-satunya gol yang pernah dicetak Rodri pun melalui sundulan.

Di Piala Eropa 2020, Spanyol dapat memaksimalkan kemampuan bola udara sang pemain. Dibanding Busquets, Enrique memiliki tambahan eksekutor bola atas jika memainkan Rodri.

Di lain sisi, Rodri wajib meningkatkan kemampuan retensi bola untuk menggantikan Busquets. Keduanya memang cenderung cakap mengatasi pressing lawan. Namun, Rodri memiliki catatan kehilangan penguasan bola akibat tekel (dispossessed) lebih tinggi dari kompatriotnya. Rata-rata kehilangan bola Rodri ada di angka 0,72 per pertandingan, sedangkan Busquets hanya 0,46.

Selain itu, perbedaan peran di level klub bukan berarti Rodri tak bisa tampil sekreatif Busquets. Ia memang lebih jarang membuat peluang, tetapi sejatinya memiliki jangkauan umpan yang lebih baik. Gelandang 24 tahun ini menorehkan percobaan umpan jauh dan switches play lebih banyak dari Busquets dan dengan persentase keberhasilan lebih tinggi.

Statistik di atas mengindikasikan bahwa Rodri cukup kapabel mengirim umpan yang memintas lini belakang. Hal ini penting seumpama kreator serangan Spanyol seperti Dani Olmo dan Thiago Alcantara terus-menerus ditekan lawan.

Menanti Kiprah Rodri

Bakat Rodri sebagai gelandang bertahan ulung sudah tercium sejak memperkuat tim muda Villarreal. Pelatihnya dulu, Javier Calleja, menyebut bahwa sang pemain telah menunjukkan visi yang unggul di tim junior. “Dia [Rodri] adalah denyut jantung dari tim muda [Villarreal],” kata Calleja.

Bermain di bawah asuhan Pep Guardiola pun semakin mengembangkan kecerdasan permainan Rodri. Man City tak jarang berganti-ganti sistem dan mendesak pemainnya untuk menyesuaikan diri. Gelandang The Cityzens itu kemungkinan tak akan kesulitan mengemban peran yang nantinya dibebankan Luis Enrique.

Timnas Spanyol sendiri melakoni partai pertama Piala Eropa 2020 lawan Swedia, Selasa (15/6/2021) dini hari. La Roja tergabung dalam Grup E dengan lawan-lawan yang cukup tangguh. Selain Swedia, mereka akan menghadapi Polandia dan Slowakia.

Kiprah Rodri di turnamen edisi kali ini menarik disimak. Setelah sempat kesulitan pada musim 2019/20, ia tampil impresif membantu Man City juara Premier League 2020/21. Di Spanyol, bisakah dia mencapai level performa setara dan memenuhi ekspektasi menggantikan Busquets?

Komentar