Serangan Balik dan Umpan Silang Real Madrid yang Mengalahkan Bayern

Analisis

by Dex Glenniza 42865

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Serangan Balik dan Umpan Silang Real Madrid yang Mengalahkan Bayern

Berhasil mencatatkan 23 tembakan di kandang lawan adalah sesuatu yang luar biasa, bahkan untuk Real Madrid sekalipun. Hal yang membuat luar biasa adalah karena mereka melakukannya di kandang Bayern München, Allianz Arena.

Hal luar biasa berikutnya terjadi lagi, karena dari 23 tembakan tersebut, 12 di antaranya adalah tembakan tepat sasaran (on target). Tidak sampai di situ, penjaga gawang Bayern, Manuel Neuer, juga tampil luar biasa dengan 10 penyelamatannya.

Penyelamatan-penyelamatan Neuer tersebut memang tidak mampu menghentikan Cristiano Ronaldo untuk mencetak gol ke-100-nya di kompetisi antar kesebelasan UEFA (97 di Liga Champions UEFA, satu gol di kualifikasi Liga Champions, dan dua gol di Piala Super UEFA).

Real Madrid akhirnya unggul 2-1 di kandang Bayern sekaligus menjadi modal berharga bagi mereka untuk menjalani perempat-final leg kedua di Madrid nanti.

Grafis tembakan Bayern München (kiri) dan Real Madrid (kanan) – Sumber: Squawka

Saling memanfaatkan celah di lini belakang

Pertandingan sebenarnya berjalan sesuai prediksi, terutama pada babak pertama. Bayern menguasai permainan, menguasai lini tengah, sementara Madrid menghindari pembangunan serangan dari tengah. Mereka mencoba membuka peluang lewat sayap.

Pasukan Zinedine Zidane juga terlihat tidak berniat melakukan tekanan dari lini tengah sehingga membuat para gelandang Bayern leluasa menguasai bola dengan berlama-lama.

Dengan memainkan formasi 1-4-3-3 dengan satu gelandang bertahan (Casemiro), Madrid juga kewalahan ketika serangan demi serangan diluncurkan oleh Bayern. Luka Modrić dan Toni Kroos bergantian mundur sesuai arah serangan Bayern, sehingga Bayern melakukan umpan silang untuk mengacaukan sistem bertahan Madrid ini.

Absennya Pepe dan Raphaël Varane juga banyak membuat Madrid kerepotan. Sergio Ramos diduetkan dengan Nacho Fernández, yang sebenarnya tidak buruk-buruk amat di pertandingan-pertandingannya sebelumnya.

Namun, Madrid langsung kebobolan berawal dari set piece melalui sepakan pojok saat Arturo Vidal dibiarkan menyundul bola dengan bebas. Ketika kita melihat siapa yang mengawalnya, ternyata Nacho. Selanjutnya Bayern banyak memanfaatkan hal ini dengan umpan-umpan silang mereka.

Mereka bahkan hampir mencetak gol kedua saat Dani Carvajal melakukan handball (padahal terlihat bola mengenai bahu, bukan tangan). Sepakan penalti Vidal melambung tinggi dan menyelamatkan Madrid dari margin ketertinggalan yang lebih besar.

Madrid memancing Bayern dan menunggu serangan balik

Tidak jauh berbeda, Madrid juga melakukan hal yang sama dengan Bayern, yaitu melalui umpan silang dan pemanfaatan set piece. Absennya Mats Hummels banyak memengaruhi pertahanan Bayern. Jika bukan karena Neuer, Bayern mungkin sudah kebobolan banyak gol.

Ronaldo pada akhirnya berhasil membuat gol di awal babak kedua melalui umpan silang rendah dari Carvajal di sisi kiri pertahanan Bayern.

Setelah gol tersebut, pertandingan juga tidak banyak berubah. Real Madrid masih terlihat lebih defensif, mereka tidak melakukan pressing dari lini tengah, melainkan dari lini belakang mereka sendiri untuk kemudian melakukan serangan balik.

Grafis pemulihan penguasaan Real Madrid – Sumber: FourFourTwo Stats Zone

Mereka melakukan ini karena melihat garis pertahanan tinggi yang diterapkan oleh Carlo Ancelotti. Hasilnya bukan hanya peluang-peluang Madrid, tapi Javier Martínez dua kali melakukan pelanggaran kepada Ronaldo saat Madrid melakukan counter attack ini.

Kedua pelanggaran tersebut menghasilkan kartu kuning sehingga Martínez harus diusir dan membuat Bayern bermain dengan 10 pemain di sisa 30 menit pertandingan. Setelah kartu merah itu, pertandingan menjadi milik Real Madrid.

Madrid yang menguasai pertandingan akhirnya mampu mencetak gol kedua melalui Ronaldo, sekaligus menjadi gol ke-100 bagi pemain asal Portugal tersebut di kompetisi antar kesebelasan Eropa.

Gol kedua Madrid ini juga berasal dari umpan silang. Meskipun Neuer sebelum-sebelumnya bisa mematahkan peluang-peluang Madrid, namun bola yang mengarah ke antara kakinya tersebut malah yang berhasil menggetarkan gawangnya.

Setelah itu, Madrid juga sebenarnya tidak kemudian bertahan. Mereka tetap berusaha menguasai pertandingan sampai akhir, sementara Bayern tidak mampu berbuat banyak karena kalah jumlah pemain.

Duel guru vs murid yang dimenangkan sang murid

Bayern akhirnya harus merasakan kekalahan di kandang mereka sendiri di Liga Champions. Terakhir kali mereka kalah di Allianz Arena di Liga Champions adalah pada semi-final 2014. Saat itu mereka kalah 4-0 juga dari Real Madrid. Uniknya, Madrid saat itu dilatih oleh Ancelotti.

Bermain tanpa Robert Lewandowski dan diusirnya Martínez di babak kedua banyak mempengaruhi jalannya permainan bagi Bayern. Kemudian absennya beberapa pemain belakang dari kedua kesebelasan juga membuat Bayern dan Madrid bisa mengeksploitasi pertahanan lawan masing-masing, terutama lewat umpan silang.

Grafis umpan silang Real Madrid (kiri) dan Bayern München (kanan) – Sumber: Squawka

Pada pertandingan dini hari tadi (13/04), terjadi 43 umpan silang. Madrid mencatatkan 21 umpan silang (6 menghasillkan peluang) dan Bayern dengan 22 (7). Duel antara guru (Ancelotti) dan murid (Zidane) akhirnya dimenangkan oleh sang murid.

Foto: @ChampionsLeague

Komentar