Menilai Kinerja Pemain Indonesia vs Myanmar

Analisis

by Randy Prasatya

Randy Prasatya

Everything you can imagine is real.

Menilai Kinerja Pemain Indonesia vs Myanmar

Tim nasional Indonesia menang dengan skor 2-1 saat melawan Myanmar dalam laga persahabatan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Senin. Anak asuhan Beny Dolo unggul terlebih dulu di menit 59 melalui tendangan Maitimo. Pada menit 73 melalui tendangan Eloco Gonzales memperbesar keunggulan Indonesia. Myanmar mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol David Htan.

Timnas Indonesia di pertandingan kedua friendly match tahun 2015 terbilang kurang memuaskan. Pasalnya para pemain tidak mampu bermain dengan tenang. Lini depan pun terlalu banyak membuang-buang peluang.

Untuk kali ini, Benny Dollo melakukan 3 pergantian pemain di jajaran starting Indonesia. Keputusan Bendol  untuk merotasi pemain (panggilan akrab Benny Dollo) terhitung tepat. Dengan cara tersebut tentu saja dapat terlihat kualitas pemain dan menambah jam terbang para pemain bertambah.

I Made Wirawan – 6,5

Penampilan I Made kali ini bisa dikatakan tidak terlalu mencolok. Serangan yang di lakukan oleh Myanmar juga terlalu sering putus di tengah lapangan dan akurasi tendangan lawan yang kurang baik. Namun dari seluruh penampilannya, I Made hanya membuat satu penyelamatan yang baik setelah mampu menangkap tendangan Zin Min Tun dari jarak dekat di menit 70.

Dan sayangnya di menit 72, I Made membuat satu kesalahan dalam mengantisipasi bola udara. Beruntung bagi I Made setelah salah satu pemain Myanmar  gagal memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Persib Bandung tersebut.

Johan Alfarizi - 6

Di babak pertama Alfarizi terlihat jarang sekali ikut membantu serangan melalui sektor kiri. Alfarizi lebih banyak membantu hingga tengah lapangan. Di awal pertandingan, Alfarizi terlihat mudah sekali dilalui pemain Myanmar.

Namun di babak kedua terlihat Alfarizi mulai sering membantu serangan dari sektor kiri untuk membantu Zulham. Tentu saja ini dilakukan setelah ditarik keluarnya Boaz. Zulham terlihat tidak dapat bekerja sendirian di sisi kiri.

Victor Igbonefo – 6,5

Secara keseluruhan Igbonefo bermain cukup baik menjaga lini belakang. Selain sering memenangkan duel, Igbonefo juga mampu melapisi Alfarizi ketika pemain tersebut dilewati pemain Myanmar. Namun permainan apik Igbonefo harus sedikit memiliki cacat setelah ia terlambat membaca pergerakan David Htan.

Bio Paulin - 7

Di pertandingan debutnya untuk kesebelasan Indonesia, Bio bermain sangat baik untuk berduet dengan Igbonefo. Pemain yang baru di naturalisasi ini meperlihatkan kerjanya yang baik dalam berbagi peran bersama Igbonefo. Kekuatan fisik dalam berduel membuat I Made terlihat lebih nyaman di bawah mistar gawang.

Hasim Kipuw – 6,5

Untuk pertandingan kali ini Kipuw bermain cukup baik dibandingkan saat melawan Kamerun. Pada pertandingan melawan Myanmar kali ini ia mampu berkolaborasi dengan baik bersama Bayu Gatra di sektor kanan. Bahkan ia berperan dalam terciptanya gol pertama Indonesia dengan memberikan umpan kunci. Tapi patut digaris bawahi. Kemampuan Kipuw dalam membantu serangan harus diimbangi dalam kecepatan untuk kembali ke lini pertahanan.

Hariono 6,5

Gelandang yang kini bermain untuk Persib ini terlihat memiliki peran yang berat. Selain menjadi pemutus dan perebut bola di tengah, Hariono juga aktif sebagai penyambung aliran bola ke depan.

Tugas ini tentu sering membuat Hariono kerepotan. Sebab ia harus dengan cepat kembali ke posisinya untuk melindungi lini pertahanan dari serangan pemain Myanmar sebelum memasuki kotak penalti.

Raphael Maitimo 6,5

Permainan Maitimo secara keseluruhan kurang impresif. Ia tidak banyak melakukan perebutan bola di lini tengah. Maitimo lebih banyak bermain dengan menunggu bola tanpa melakukan tekanan terhadap lawan.

Bayu Gatra – 7,5

Permainan Bayu selama pertandingan terlihat sangat mencolok. Pemain yang kini bermain untuk Bali United ini sangat berperan dalam membangun serangan. Ia sangat aktif di sektor kanan dalam membongkar pertahanan lawan dan rajin memberikan suplai-suplai bola ke kotak penalti melalui umpan silang. Kecepatannya pun membuat pemain belakang Myanmar terlihat kesulitan dalam beradu sprint.

Zulham Zamrun 6,5

Zulham tampil kurang memuaskan. Ia banyak sekali membuang-buang peluang dan terlalu lama membawa bola. Pemain Persipura ini pun banyak sekali melepaskan umpan silang yang tidak akurat. Bahkan saat terciptanya gol pertama Indonesia, Zulham tidak mampu mengarahkan bola denga akurat. Beruntung bola hasil sepakannya mengenai kaki Maitimo. Sehingga catatan akurasinya yang buruk itu berubah menjadi assist.

Boaz Solossa – 6,5

Saat bermain melawan Kamerun, Boaz sukses berperan sebagai pembongkar pertahanan Kamerun dan sebagai inspirator permainan. Pada uji tanding yang kedua ini, Boaz terpaksa tidak dapat bermain penuh lantaran mengalami cedera di babak pertama.

Namun secara keseluruhan permainan Boaz cukup baik. Aksi individu Boaz mampu merepotkan lini belakang Boaz dan ia setidaknya telah membuat satu tendangan yang mengarah ke gawang serta satu umpan kunci ke Ferdinand.

Ferdinand Sinaga – 6,5

Ferdinand berhasil mencatatkan empat tembakan yang mengarah ke gawang. Namun tak ada satupun gol yang berhasil dilesakannya. Seperti biasa, penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan. Ferdinand harus tampil lebih tenang lagi saat di depan gawang.

Cristian Gonzales – 7

Pemain berjulukan El Loco ini membuktikan jika usia belumlah menjadi kendala baginya untuk bermain. Gonzales cukup baik menjadi ujung tombak dan pemantul di lini depan Indonesia. Bahkan ia pun terlihat masih pandai dalam menempatkan posisi untuk menerima umpan-umpan dari pemain lain.

I Made Sukadana 6,5

Sukadana masuk mengantikan Hariono di menit 56. Pemain ini sukses menjadi pengalir bola ke lini depan. Dan mampu menambah kreativitas serangan. Sebab sebelum masuknya Sukadana, Maitimo dan Hariono kurang efektif sebagai pengalir bola. Mereka lebih banyak terfokus melindungi lini pertahanan.

Komentar