Memahami Aturan Offside Melalui Gol Coke ke Gawang Liverpool

Sains

by Ammar Mildandaru Pratama

Ammar Mildandaru Pratama

mildandaru@gmail.com

Memahami Aturan Offside Melalui Gol Coke ke Gawang Liverpool

Sevilla berhasil menjadi juara Liga Europa ke-5 kalinya atau 3 kali beruntun. Pada pertandingan final mereka berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1. Pada laga yang berlangsung di Basel, Swiss, tersebut terdapat sebuah kejadian kontroversial yang menjadi di bicarakan.

Pertandingan menyisakan 20 menit waktu normal, Liverpool sedang tertinggal 1-2 dari Sevilla. Pada saat itu Sevilla sedang dalam situasi menyerang dari kiri, Ever Banega menggiring bola masuk ke sepertiga akhir. Pemain asal Argentina tersebut kemudian melepaskan umpan silang, namun bola dibelokkan oleh pemain Liverpool, Coutinho, ke arah Coke yang berdiri bebas untuk akhirnya cetak gol.

Pada saat itu hakim garis mengangkat bendera tanda offside namun wasit Jonas Ericksson bergeming dan tetap mengesahkan gol tadi. Para pemain Liverpool, termasuk di bangku cadangan, hingga sang manajer Juergen Klopp melakukan protes keras. Bahkan situasi sangat panas kala itu karena cekcok juga melibatkan tim Sevilla.

Lalu bagaimana sebenarnya situasi tersebut dilihat dari segi peraturan sepakbola? Apakah Coke benar-benar dalam kondisi offside? Lalu kenapa wasit mengindahkan asistennya yang sudah mengangkat bendera?

Fakta pertama adalah, Coke tidak dalam kondisi offside. Bukan hanya karena dia mendapatkan "asis" dari pemain Liverpool tapi karena posisi awal Coke ketika Banega melepaskan umpan silang. Ketika itu Coke masih dalam posisi onside, karena aturan menjelaskan bahwa offside atau tidak seorang pemain dihitung berdasarkan sentuhan terakhir pemain sendiri (teman satu tim).


1. Posisi Coke (ditandai kuning) ketika Banega melepaskan umpan, ia tidak offside

Coke bisa disebut dalam posisi offside bahkan jika bola tetap memantul dari pemain Liverpool jika umpan pertama tersebut ia dalam posisi offside. Hal ini mengacu pada peraturan nomor 13 tentang offside di Laws of The Game.

Jadi dengan atau tanpa umpan dari Coutinho sekalipun Coke tidak dapat disebut sebagai offside karena fakta di atas.


2. Coutinho membelokkan bole ke arah Banega (bawah) yang berada dalam posisi offside.

Pemain bisa disebut offside ketika bola memantul lawan sekalipun, posisi B dihitung saat A terakhir kali mengumpan

Kontroversi lainnya adalah saat asisten wasit mengangkat bendera namun wasit tidak mengindahkan dan justru mengesahkan gol. Di sepakbola, wasit utama memang punya kuasa penuh untuk melakukan sebuah keputusan. Asisten wasit, sesuai namanya hanya bertugas membantu melalui pandangannya dari pinggir lapangan.

Asisten wasit juga tak sepenuhnya salah ketika ia mengangkat bendera karena tugasnya hanya membantu menentukan posisi pemain. Dalam hal ini posisi Coke memang offside namun tidak dalam hal keabsahan aturan. Pada kasus lain, asisten wasit juga bisa membantu penilaian sebuah pelanggaran yang berada di dekatnya. Namun sekali lagi, keputusan peluit tetap berada dalam kuasa wasit utama.

Lalu bagaimana dengan kejadian kontroversial lain di pertandingan kali ini. Yaitu saat wasit membiarkan pemain Sevilla melakukan handball di kotak penalti bahkan hingga tiga kali? Untuk keputusan satu ini, sudah saatnya kita serahkan ke video tayangan ulang.

Komentar