Kenapa Milan, Bonucci?

Berita

by redaksi 27635

Kenapa Milan, Bonucci?

Di bursa transfer, hal-hal mengejutkan sudah biasa terjadi. Namun, Leonardo Bonucci ke AC Milan, seperti yang sudah santer diberitakan, terbilang sangat-sangat mengejutkan. Bonucci dikenal sebagai pemain yang loyal dan total untuk Juventus. Tapi sekarang, melihat Bonucci berseragam kesebelasan rival Juventus, AC Milan, tampaknya bukan hal yang mustahil lagi.

Sebenarnya, pada musim panas 2016, isu hengkangnya Bonucci sudah merebak. Saat itu, adalah Chelsea dan Manchester City yang tertarik mendatangkan bek timnas Italia tersebut. Hal tersebut tak mengherankan karena Chelsea dilatih oleh Antonio Conte, mantan pelatih Juventus yang berjasa membesarkan nama Bonucci. Ketertarikan Man City pun dikarenakan manajer mereka, Pep Guardiola, mengagumi kemampuan ball-playing defender yang dimiliki Bonucci.

Hanya saja saat itu Bonucci menunjukkan kesetiaannya pada Juventus. Ia rela menolak iming-iming gaji berlipat demi tetap bertahan di Juventus. Bahkan menjelang bursa transfer musim dingin 2017 dibuka, yang memungkinkan Bonucci kembali dilirik para peminatnya, Bonucci meneken perpanjangan kontrak.

"Saya baru saja memperpanjang kontrak saya sampai 2021! Saya memilih tempat di mana saya menjadi hebat di antara banyak pemain hebat. Saya hanya punya satu tujuan, yakni terus memenangkan pertandingan!" tulis Bonucci pada akun Twitter resminya. Saat memperpanjang kontrak, Bonucci masuk ke dalam pemain dengan gaji tertinggi di Juventus; 4,5 juta euro per musim.

Dari situ terlihat bahwa Bonucci sangat mencintai Juventus. Namun insiden pada paruh kedua musim 2016/2017 tampaknya menjadi penyebab Bonucci mengurungkan niatnya untuk bertahan lebih lama di Juventus. Saat ini, sejumlah media besar Italia, termasuk La Stampa yang dimiliki keluarga Agnelli (pemilik Juventus), telah menyebutkan bahwa Bonucci tinggal selangkah lagi bergabung ke Milan.

Jika Bonucci bergabung ke Chelsea atau Man City, mungkin hal tersebut akan lebih masuk di akal. Namun bergabung ke Milan, selain termasuk dalam kategori pengkhianatan, tak sedikit yang menganggap itu akan jadi kemunduran buat Bonucci sendiri. Milan berlaga di Liga Europa, sementara Juventus di Liga Champions. Sementara itu kondisi Milan belum stabil meski musim ini cukup menjanjikan dari segi ambisi dengan perekrutan-perekrutan pemain anyar.

Jadi kenapa Milan, Bonucci? Pertanyaan tersebut tampaknya ada di setiap benak Juventini, sebutan pendukung Juventus. Bahkan pencinta Serie A pada umumya.

La Gazzetta dello Sport berpendapat bahwa keputusan Bonucci tidak pindah ke luar Italia adalah faktor keluarga. Bonucci dan istrinya, Martina Maccari, mengkhawatirkan kondisi anaknya yang baru sembuh dari penyakit keras jika pindah ke lingkungan baru, apalagi di negara seperti Inggris. Karenanya pilihan pindah adalah ke kesebelasan Italia lain untuk tetap di Italia.

Pada musim panas musim lalu pun sebenarnya Bonucci bertahan di Juventus karena kondisi anaknya yang sakit tak memungkinkannya untuk pindah. Kali ini, kemungkinan pindah cukup besar. Apalagi Maccari, menurut Sportmediaset, sempat terlihat di kota Milan bersama agen real estate di daerah metropolitan, Lombardy, sedang mencari rumah.

Bonucci sendiri dikenal sebagai pria yang sangat mencintai keluarganya. Pernah pada suatu waktu, demi menemani anaknya yang sakit, ia rela absen membela Juventus. Pada 2012, ia beserta istri dan anaknya pernah dicegat pencuri. Demi melindungi keluarganya, ia menghalangi pencuri tersebut namun kemudian pencuri tersebut mencoba merebut jam tangan miliknya. Bonucci kemudian berhasil memukul sang pencuri dan membuat pencuri tersebut kabur.

Selain itu, alasan Bonucci begitu dikaitkan dengan Milan adalah karena Milan menjadi kesebelasan yang paling ambisius dalam menyongsong musim 2017/2018. Bahkan bisa dibilang, mungkin saat ini di Italia, hanya Milan, bersama pemilik barunya, yang mampu membeli dan menggaji Bonucci dengan biaya yang cukup mahal. Buktinya, jika Bonucci berhasil didatangkan, ia akan menjadi pemain anyar ke-9 Milan yang artinya Milan akan mencapai lebih dari 150 juta euro dalam perekrutan pemain musim panas ini.

Dengan masih belum berhentinya gebrakan transfer Rossoneri, maka wajar Bonucci melihat Milan sebagai kesebelasan yang layak mendapatkan jasanya. Apalagi dikabarkan Bonucci akan mendapatkan gaji sebesar 6,5 juta euro per musim di Milan, jauh lebih banyak dari yang ia dapatkan di Juventus.

Baca juga:

Inikah Penyebab Bonucci Ingin Tinggalkan Juventus?

Menantikan Terwujudnya Trio Musacchio-Bonucci-Romagnoli

Komentar